Setelah begitu banyak waktu,tenaga dan investasi lainnya yang Anda keluarkan untuk menjalankan sebuah bisnis, kini saat nya Anda mencoba mngukur tentang sejauh mana “kinerja“ yang dihasilkan. Pikirkan hal ini satu atau dua menit,ukuran bisnis Anda tidak penting,Produk atau jasa yang Anda jual tidak masalah,Pesaing juga tidak terlalu mengkhawatirkan, maka kemudian hal yang perlu untuk dipertanyakan adalah ; sejauh mana kemampuan bisns Anda dalam melakukan penjualan ?
Memang segala sesuatu memiliki dua sisi, begitu pun dengan Bisnis – Profit atau Loss – . Saya sendiri seperti menjadi saksi langung yang menyaksikan banyak teman-teman yang jatuh bangun dalam menjalani bisnis nya. Ada yang terjatuh kemudian segera bangkit dan ada pula yang jatuh dan sepertinya enggan kembali untuk bangkit . Apa yang hendak saya sampaikan disini adalah bahwasanya,bukan hanya bisnis skala besar yang memiliki resiko kegagalan , bisnis skala kecil pun punya resiko yang sama dalam hal menghadapi “hantu” kegagalan.
Suatu siang saya duduk dan berbincang dengan salah seorang teman –sekaligus pemilik salah satu Villa mewah di Ubud-. Kali ini ia berbagi cerita mengenai keterlibatannya dalam banyak sekali Asosiasi bisnis yang ada di Bali. Dengan semangat yang cukup terpancar, ia mengatakan banyak sekali mengambil manfaat dari keanggota-annya tersebut.Bisnis Hotel/Villa adalah sebuah bisnis yang cukup “rumit “ menurut saya. Sebab “ Product ” dan “ Place “ nya merupakan sesuatu yang constant ,tidak mudah atau bahkan tidak bisa diubah. Sehingga para pengusaha Hotel/Villa harus “ ber-strategi “ dengan hanya memodifikasi “ Price “ dan “ Promotion “ saja.
Banyak atau bahkan sebagian dari kita,sampai saat ini masih ber-angapan bahwa Jiwa Entrepreneur itu adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir.Saya sendiri, mengatakan angapan itu tidak sepenuhnya salah -berarti juga tidak sepenuhnya benar-. Seringkali Saya bertemu dengan para Bisnis Owner yang ternyata memang merintis dan memulai usahanya benar benar dari Nol. Sebut saja , salah seorang teman saya yang memiliki jaringan bisnis alat kesehatan di Bali. Jiwa “ kewirausahaan” yang ada pada dirinya bukan semata mata hasil bentukan alam.Tapi, beliau sendirilah yang meng-usahakan kualitas ini ada dan benar benar bermanfaat bagi dirinya.
Ajang tahunan Pesta Kesenian Bali XXXII tahun 2010 baru saja selesai
Acara ini berlangsung sejak 12 Juni 2010 – 10 Juli 2010 yang dibuka langsung oleh Mr.President .
Tahun ini mangambil Tema : “Sudamala: Mendalami Kemurnian Nurani”
Acara ini bertempat di Denpasar Art Center , Jl.Nusa Indah Denpasar
Banyak memang fenomena kehidupan sehari hari yang bisa kita angkat menjadi sebuah cerita yang “ inspiratif ”. Bahkan banyak seniman yang justru mendapatkan inspirasi dari hal yang dinilai “ remeh “ Terkadang juga kita malah tidak bisa “ menghasilkan “ ide ide segar ketika berada dalam keadaan tegang dan dipacu waktu. Disinilah diperlukan sebuah proses yang oleh banyak orang disebut “Stress management“ lantas apa perlunya seorang yang menggeluti bisnis menerapkan “ gaya management” ini ?
Kemarin saya baru saja bertemu dengan teman lama yang kini telah menjadi owner dari sebuah perusahaan advertising tingkat nasional.Kini ia merasa sedang menjadi seorang “ nahkoda” sekaligus seorang “ Little King “ yang cukup sukses.
Memang saya akui, sejak lama saya sudah membaca bakat “ kepemimpinan” yang cukup baik dari nya.
Sambil menghabiskan beberapa cangkir kopi,ia bercerita ban yak mengenai dahsyatnya “persaingan” antar perusahan periklanan dewasa ini. “ Konsumen kita sekarang sudah semakin cerdas dalam memilih produk mana yang akan mereka pakai “ ujarnya.Paling tidak dari obrolan kami, dapat saya simpulkan sebagai berikut :
Di sebuah lembaga yang paling bergengsi di negara ini, semua karyawan di dalamnya tampak sibuk berlomba untuk memperbaiki kinerja, adu pintar, adu produktif, adu prestasi, juga berlomba meningkatkan gelar ke jenjang yang lebih tinggi, S2 bahkan S3. Gaji dan benefit yang diterima karyawan di lembaga itu juga sangat oke. Semestinya, karyawan happy di lingkungan yang sekompetitif dan seapresiatif ini. Kenyataannya, karyawannya mengaku tidak terlalu happy, merasa resah, merasa tidak ‘berisi’, tidak pede bila bertemu orang luar, walaupun ketidakpedean ini lebih banyak tersembunyi dibalik sikap arogan
Sungguh merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan karena Takdir mempertemukan saya dengan seorang blogger sekelas Mas Hengky sang Juragan VCC .Sebenarnya saya memang sudah lama tahu kalau Mas Hengky akan bertandang ke Bali. Setelah membaca postingan di Blog nya yang mengatakan dia sudah di Bali maka saya langsung ” sergap ” dia via YM. Memang saya baru bisa menemui dia setelah jam kantor usai. Bagaimanapun saya tidak bisa meninggalkan kewajiban saya di Perusahaan tempat saya mengabdikan diri.








Recent Comments