<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis dan Pemasaran</title>
	<atom:link href="http://andrysianipar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andrysianipar.com</link>
	<description>Inspirasi bagi Para pebisnis</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Dec 2011 01:13:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Riset Pelanggan dan Korelasinya</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 04:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 5 bulan, Ini adalah postingan pertama saya. Berat memang rasanya membiarkan Blog ini terbengkalai, namun apa daya, banyak pekerjaan offline yang cukup menyedot konsentrasi dan tenaga saya. Begitu sampai rumah, hanya tersisa sebagian energy – itupun biasanya masih saya pakai untuk pekerjaan-. Selama 5 bulan belakangan ini, saya kembali “dipertemukan” oleh takdir , [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/11/Riset-Pelanggan-dan-Korelasinya.jpg" rel="lightbox"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-908" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/11/Riset-Pelanggan-dan-Korelasinya-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Setelah hampir 5 bulan, Ini adalah postingan pertama saya. Berat memang rasanya membiarkan Blog ini terbengkalai, namun apa daya, banyak pekerjaan offline yang cukup menyedot konsentrasi dan tenaga saya. Begitu sampai rumah, hanya tersisa sebagian energy – itupun biasanya masih saya pakai untuk pekerjaan-. Selama 5 bulan belakangan ini, saya kembali “dipertemukan” oleh takdir , kepada orang-orang baru yang sangat ahli dibidangnya. Dari mereka, saya diskusi dan belajar banyak hal. Mudah-mudah saya selalu berkesempatan untuk membagikan beberapa point penting yang memang sangat relevan dengan topic pembahasan di <a href="http://andrysianipar.com" target="_blank">Blog Bisnis dan Pemasaran</a> ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-906"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apapun ukuran Bisnis tempat kita bekerja, keterlibatan proses <strong>“Analisa Konsumen”</strong> merupakan salah satu yang tidak bisa tidak ada. Mengapa begitu ? jawabnya simple ; Karena Bisnis yang ideal haruslah yang bisa <strong>“menjadi solusi”</strong> bagi kebutuhan dan keinginan konsumen. Kali ini , kita akan bahas dengan lebih mendetail mengenai aspek apa saja yang harus ada dalam <strong>“Consumer Research“</strong> dan segala variable terkaitnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum masuk ke pembahasan inti, ada baiknya saya kemukakan dulu alasan kenapa proses “Customer Research”   ini menjadi salah satu tahapan yang tidak boleh diabaikan dalam sebuah bisnis –apapun ukuran bisnis tersebut-. Jika diartikel sebelumnya saya membahas <a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" target="_blank">Effective Customer Education</a>, lalu sebelumnya juga terkait dengan pembahasan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">Meningkatkan Loyalitas Pelanggan</a>.  Maka, pembahasan kali ini lebih bersifat advanced dari pada pembahasan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Customer Research ; Apa yang harus diketahui ?</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Apa yang mereka pikirkan tentang produk atau jasa yang Anda tawarkan ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Cari tahu hal ini dengan baik, sebab bisa saja jawabannya berbeda dengan asumsi Anda    selama ini.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Mengapa mereka membeli dari Anda dan bukan pesaing Anda ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Pelajari jawaban ini dengan hati-hati lalu perbesarlah kemampuan Bisnis Anda dalam  “melayani “</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Apa yang mereka pikirkan tentang harga Anda ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Saya pernah membahas Quality vs Pricing Strategy. Cari tahu, pada level mana saja  Pembeli Anda mengambil keputusan untuk membeli dengan harga yang Anda tetapkan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Bagaimana mereka menilai kualitas layanan pelanggan Anda  ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Analisa point ini juga dengan seksama. Ingat bahwa kualitas layanan, berpengaruh besar terhadap pertumbuhan volume penjualan Anda.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Bagaimana mereka berpikir Anda bisa mengembangkan atau memperbaiki produk ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Ditengah perkembangan teknologi yang kian dinamis, menjadi sangat penting untuk terus  berpikir kreatif dan mengikuti trend yang sesuai. Maka, Pengembangan Produk menjadi hal yang sangat mustahil untuk dihindari.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bahasa sederhana: Kita harus tahu posisi Bisnis kita sekarang dimana dan untuk bisa menentukan posisi kita selanjutnya akan ada dimana . Jika posisi sekarang seperti apa saja kita tidak tahu, bagaimana mungkin kita bisa menentukan next step selanjutnya ? Untuk itulah kita memerlukan riset.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika seorang konsumen mengeluarkan uang untuk mengkonsumsi suatu produk/jasa, ia secara langsung juga mengkonsumsi sebuah experience, yang kemudian memberi efek persepsi, dan berakhir pada suatu tingkat kepuasan emosional. Kepuasan emosional inilah yang akan menghasilkan sebuah <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank">WOM (Word of Mouth Marketing )</a>. WOM mungkin sering muncul tanpa sengaja, namun sebenarnya bisa direncanakan dengan strategi yang tepat, dengan goal yang diinginkan oleh sebuah unit Bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang perlu diperhatikan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Konsumen yang terpuaskan (harapannya akan produk/jasa itu terpenuhi), belum tentu 100% akan menceritakannya kepada orang lain. Misal saat ini ketika ia membeli/mengkonsumsi sebuah produk atau jasa, ia tidak merasakan suatu pengalaman hebat, atau kepuasan emosional yang lebih. Ynag didapat memang sudah diperkirakan, WOM tidak akan muncul. Paling ketika ditanya oleh temannya tentang baguskah produk A? Ia akan menjawab, “Iya lumayanlah ga jelek2 banget kok, sesuai harganya.” WOM muncul karena ditanyakan, bukan karena bangga.</p>
<p style="text-align: justify;">2. WOM positif akan muncul dari suatu experience yang dianggap luar biasa oleh seorang konsumen, yang pada saat itu tingkat kepuasan emosionalnya tinggi. Dengan kata lain, yang didapat ketika melakukan purchase, lebih tinggi dari pengharapannya. Ia merasa surprise, menjadi jatuh hati. Selanjutnya sesuai yang diharapkan perusahaan, ia akan menjadi loyal, dan menyebarkan WOM positif. Tanpa diminta, ia membeberkan pengalaman yang dirasakannya kepada orang-orang terdekatnya. Betapa puasnya dia mengkonsumsi produk/jasa tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepuasan ini di <strong>Hospitality Management</strong> disebut <strong><em>Emotional Satisfaction</em></strong>. Kepuasan yang muncul karena emosi, terhadap kualitas. Baik dari sebuah produk/jasa, ditambah dengan kualitas experience yang juga dibeli oleh konsumen. Pelayanannya diluar kualitas produknya sendiri, merupakan suatu nilai tambah bagi konsumen, yaitu sebuah pengalaman yang menyenangkan dan hebat bagi banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;">3. WOM negatif adalah suatu fenomena yang paling ditakutin perusahaan atau pengusaha. Karena seorang konsumen yang tingkat kepuasaan, terutama emosionalnya negatif, akan berkoar-koar, bukan hanya ke orang-orang dekatnya saja. Dan ini sangat susah untuk disembuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketidakpuasan ini belum tentu dari fisik sebuah produk/jasa, tapi bisa intangible seperti mungkin dari fasilitas, pelayanan dan pengalamannya ketika melakukan purchase. Contoh paling mudah misalnya ketika si A mau beli N70 di sebuah counter telpon selular XYZ di ITC Ambasador. Sebenarnya A sudah tau kualitas teknis hp tsb karena istrinya juga punya. Tapi ketika menanyakan harganya sekarang di toko XYZ, si A tersinggung berat karena Sales yang melayaninya terkesan males2an, tidak sopan, menjawab dengan bahasa tidak jelas, karena waktu itu mulutnya masih sibuk mengunyah nasi goreng (Bukan pengalaman pribadi). Hanya karena hal sepele itu si A marah dan membeli N70 tersebut di toko sebelah!  Dan sepulang dari ITC sampai sekarang, si A selalu menceritakan pengalaman buruknya dan menasehati orang-orang untuk jangan pernah beli hp di toko XYZ tersebut. Tentu saja kadang ceritanya dilebih-lebihkan karena si A emosi berat. Dan, orang-orang yang mendengarnya cenderung untuk percaya, menghindari resiko.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara ekstrim, kecenderungan orang (termasuk saya) jika puas, ia akan cerita mungkin hanya ke 2 atau 3 orang (asumsi batasan hanya 10 orang), itupun suka lupa, dan paling cerita ketika ditanyakan. Tapi jika ia merasa kecewa ketika mengkonsumsi/membeli suatu produk dan jasa, ia akan bercerita ke 7 atau 8 orang, bahkan 10 sekaligus, dan ia tidak pernah lupa. Karena manusia punya sifat mendendam. Lihat saja suara pembaca di koran2, atau ‘halo pak polisi’ di tv pagi hari, banyakan mana orang yang memuji, atau yang kecewa terhadap sesuatu?</p>
<p style="text-align: justify;">Makanya sekarang banyak Unit Bisnis yang membentuk divisi complaint management, untuk meredakan ketidakpuasan konsumen yang bisa berlanjut panjang. Ini dilakukan sebagai bahan intropeksi mereka, agar ke depannya tidak melakukan kesalahan yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka menjadi sangatlah penting untuk kemudian merubah mindset kita untuk berusaha mengerti customer, masuk ke dalam sepatu mereka, mencari tahu apa saja yang paling dapat memberinya kepuasan, bukan hanya mengandalkan kualitas teknis produk.</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong></strong></p>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Effective Customer Education</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 13:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Dari sisi pemilik bisnis setelah inovasi produk untuk memenangkan differensiasi dan penentuan pricing yang tepat, kiranya ada sisi lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sisi itu adalah edukasi (calon) pembeli. Secanggih dan seunggul apapun suatu produk seringkali tidak serta merta meningkatkan penjualan. Dari sisi pembeli sendiri harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang kelebihan produk yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Hery-Yustana.jpg" rel="lightbox"><img class="alignleft size-full wp-image-901" title="Hery Yustana" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Hery-Yustana.jpg" alt="" width="217" height="320" /></a>Dari sisi pemilik bisnis setelah <a href="../../../../../2011/03/marketing-innovation/" target="_blank">inovasi produk</a> untuk memenangkan differensiasi dan <a href="../../../../../2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" target="_blank">penentuan pricing yang tepat</a>, kiranya ada sisi lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sisi itu adalah edukasi (calon) pembeli. Secanggih dan seunggul apapun suatu produk seringkali tidak serta merta meningkatkan penjualan. Dari sisi pembeli sendiri harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang kelebihan produk yang ditawarkan. <span id="more-900"></span></p>
<p>Kita tidak berbicara tentang bahasa iklan yang tidak akan signifikan efeknya bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan relatif tinggi, salahkan bahasa iklannya yang lebay. Kita berbicara tentang edukasi berlatar pendidikan yang memberikan <span style="text-decoration: underline;">informasi ringan namun mengandung unsur ilmiah</span> kepada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan kualitas dari suatu produk. Untuk kemudian diakhir segmen edukasi bisa diselipkan iklan tersamar untuk menggiring opini masyarakat bahwa produk yang kita tawarkan memiliki kualitas tinggi.</p>
<p>Saya tertarik dengan iklan salah satu air minum dalam kemasan yang memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi air bersih untuk keluarga. Dalam iklan tersebut diterangkan betapa tubuh manusia yang lebih dari 90%-nya adalah cairan membutuhkan suplai air bersih yang berkualitas. Bersih saja tidak cukup tapi harus mengandung mineral alami yang dibutuhkan oleh tubuh. Lalu kemudian &#8216;sequel&#8217; iklan tersebut mengklaim telah memilih sumber mata air yang terbaik dengan sekain banyak prosedur ilmiah yang dilewati untuk memastikan kualitasnya. Pintar bukan?</p>
<p>Contoh yang sama bisa dilihat pula pada beberapa iklan lain. Obat anti masuk angin, pasta gigi, sikat gigi dan banyak lainnya. Kedepannya  metode iklan &#8216;pintar&#8217; ini akan semakin sering kita lihat, sepertinya.</p>
<p>Saya juga pernah mengikuti pelatihan dari Microsoft tentang suatu produk khusus bagi dunia pendidikan, mirip dengan Google Applications-lah. Tidak ada keharusan untuk membeli produk, tapi setidaknya saya jadi tahu bahwa Microsoft juga punya produk setara punya Google.</p>
<p><strong>Apa Manfaatnya Bagi Klien?</strong></p>
<p>Edukasi yang tepat akan membuat klien ataupun calon klien akan mendapatkan nilai tambah dari produk yang mereka beli. Kita tahu bahwa budaya masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga. Dengan bertambahkan pengetahuan klien tentang nilai tambah yang ditawarkan, maka klien tidak lagi merasa sayang membayar lebih mahal untuk suatu produk yang telah diyakini memiliki mutu lebih baik. Jangan lupa ada nilai gengsi yang ditawarkan oleh produk-produk berharga tinggi. Mungkin masih lekat diingatan kita betapa <em>booming</em> smartphone keluaran vendor asal kanada yang membuat produknya sangat laris meskipun sebenarnya teknologinya tidak baru-baru amat. Meskipun serbuan handphone bertata letak keypad QWERTY dari China membludak, tidak sanggup menggoyahkan masyarakat untuk membeli produk keluaran RIM itu. Ada edukasi yang cukup tentang &#8216;teknologi mutakhir&#8217; bernama BBM yang tidak terdapat di handphone &#8216;blackberry-wannabe&#8217;.</p>
<p><strong>Apa Manfaatnya Bagi Vendor?</strong></p>
<p>Mengedukasi calon klien tentu akan menjadi <em>cost</em> tambahan. Tapi sebenarnya ini tergantung sudut pandang. Saya sendiri melihatnya sebagai<strong> <a href="http://andrysianipar.com/2010/02/apa-itu-multi-investasi/" target="_blank">&#8216;investasi&#8217;</a>.</strong> Edukasi secara langsung memberi tahu bahwa suatu vendor memiliki <em>product knowledge</em> yang kuat. Otomatis <em>brand image</em> akan terkatrol, ujung-ujungnya penjualan akan naik. <em>M</em>ake <em>sense?</em></p>
<p>Jadi, kualitas produk yang tinggi dan pricing yang menarik harus diimbangi dengan edukasi di sisi pembeli. Edukasi berbeda dengan bahasa iklan yang <em>vulgar</em> dimana anda terang-terangan menggembar-gemborkan kualitas, tapi lebih dari itu anda memberikan informasi berbasis ilmiah untuk kemudian meningkatkan <em>brand awareness</em> dari sisi pembeli tentang kualitas dari produk anda.</p>
<p>Bagaimana? Setujukah anda tentang pentingnya edukasi pembeli?</p>
<p><strong><em>Penulis adalah blogger pemilik <a href="http://www.bloghery.info/" target="_blank">www.bloghery.info</a> </em><em> yang </em><em>memiliki ketertarikan dalam bidang marketing meski tidak mengenyam pendidikan marketing formal. Suka mengamati fenomena marketing semenjak sering menenangkan istri yang seorang counter sales salah satu merek mobil niaga dar</em><em>i Jepang. </em></strong></p>
<p><em><br />
</em><br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Queue Management</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 11:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Saya benar-benar terinspirasi dan bergegas menuliskan topik menarik ini setelah menerima sebuah email dari seorang teman di Bandung yang menanyakan beberapa point penting yang sangat terkait hubungannya antara Marketing Communication dengan Meningkatkan Loyalitas Pelanggan. Bisnis teman Saya ini memang sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi Sales Volume maupun juga makin meluasnya Jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Queue-Management.jpg" rel="lightbox"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-896" title="Queue Management" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Queue-Management-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya benar-benar terinspirasi dan bergegas menuliskan topik menarik ini setelah menerima sebuah email dari seorang teman di Bandung yang menanyakan beberapa point penting yang sangat terkait hubungannya antara Marketing Communication dengan Meningkatkan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">Loyalitas Pelanggan</a>. Bisnis teman Saya ini memang sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi Sales Volume maupun juga makin meluasnya Jalur Distribusi yang sejak awal memang sudah dirancangnya. <span id="more-895"></span></p>
<p>Kali ini kita akan membahas ; <strong>Queue Management</strong>. Saya tidak mendapati secara tepat padanan kata ini dalam bahasa Indonesia, sehingga Saya biarkan saja tertulis dalam bahasa aslinya. Saya pernah membahas juga secara detail tentang apa yang dimaksud dengan <strong>Marketing Operational Goals</strong>. Dan point nomor dua yang sangat penting dari goal tersebut yaitu mengenai Efisiensi. Nah, ini ada kaitan yang cukup menarik jika kita sambungkan dengan Judul Pembahasan kita di atas. Jika,proses penciptaan nilai memang dimulai dari pelanggan, maka Queue Management ini adalah sebuah strategi yang harus juga mendapat perhatian khusus dari sebuah Unit Bisnis. Hal ini memang karena berdampak langsung terhadap meningkatkan <em>revenues per square foot</em>,merangsang impuls penjualan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Yang berujung pada peningkatan <strong>“nilai”</strong> produk yang kita tawarkan kepada Pelanggan.</p>
<p><strong>Linear Vs. Virtual Queuing </strong></p>
<p>Berdasarkan perkembangan ilmu Pemasaran terbaru, setidaknya ada dua Prinsip dasar Queuing  yang umum digunakan di seluruh bisnis. Yang pertama yaitu ; <strong>Linear</strong><strong> </strong><strong>Queuing</strong><strong>,</strong> ini dideskripsikan sebagai sebuah situasi disaat pelanggan secara fisik berdiri dan berbaris untuk <strong>“mendapatkan”</strong> produk kita dan ini membentuk sebuah konsep praktikal yang juga bisa dinilai sangat efisien. Biasanya Pelanggan yang datang lebih dulu,akan mendapatkan Pelayanan lebih dulu. Secara tradisional <strong>Linear Queuing</strong> ini masih sangat sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Nah,yang kedua inilah yang akan saya bahas secara lebih detail yaitu; <strong>Virtual </strong><strong>Queuing </strong><strong>, </strong>sebuah situasi ketika Pelanggan dan Unit Bisnis melakukan komunikasi secara virtual lewat berbagai sarana komunikasi modern untuk <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk-produk</a> yang memang dijual dalam jumlah besar ataupun sangat Unik dan bernilai jual tinggi, atau juga malah sebaliknya, sebuah Produk yang sangat massal dibutuhkan oleh banyak Pelanggan dalam kurun waktu yang sangat berdekatan sehingga menuntut sebuah Unit Bisnis benar-benar menerapkan fungsi <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank">Komunikasi Pemasarannya</a> secara optimal agar Pelanggan benar-benar ter-update tentang sejauh mana progress dari order mereka.</p>
<p><strong>If They See It They Will Come </strong></p>
<p>Di artikel  Saya,beberapa waktu lalu juga sempat membahas mengenai pentingnya membangun <a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" target="_blank"><strong>Inbound Marketing</strong></a>. Sebuah kondisi, saat Pelanggan lah yang <strong>“menemukan”</strong> dan <strong>“mencari”</strong> Produk Anda. Sebab mereka sudah banyak mendapati testimonial yang cukup impressif mengeni Produk yang Anda tawarkan atau malah masih dalam tahapan R&amp;D namun sudah <strong>“diburu”</strong> oleh Konsumen. Tapi ini adalah tahapan selanjutnya dari bahasan pokok kita kali ini, Apa yang hendak Saya sampaikan dalam point kali ini adalah tentang membangun kembali <strong>“image”</strong> kemudian mengkolaborasikannya dengan pembentukan kenyamanan bertransaksi bagi para pelanggan Anda. Sehingga hasil akhir yang diharapkan adalah Pelanggan Anda nyaman untuk berada pada posisi <strong>“ Virtual</strong> <strong>Queuing “</strong> yang memang Bisnis Anda tawarkan. Tapi ingat, sekali lagi.<a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" target="_blank"> Komunikasi Pemasaran</a> menjadi sebuah komponen penting dalam meng-eksekusi Strategi ini.</p>
<p><strong>Your Queues Will Pay For Themselves </strong></p>
<p>Ketika dilakukan dengan benar,Queuing Management akan menciptakan efisiensi, meningkatkan pendapatan dan sales volume, serta meningkatkan pengalaman  dan Nilai pelanggan. Kalau sudah begini, <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank"><strong>Loyalitas Pelanggan</strong></a> pun bukan lagi sebuah hal yang sulit dicapai. Pada tahapan ini ( ketika nilai dan loyalitas pelanggan sudah baik ) maka definisi ; Pelanggan ( Customers ) bukan lagi hanya Pembeli yang melakukan pembelian ber-ulang ulang kali namun lebih dari pada itu. Pelanggan adalah <strong>“Next Process”</strong> dalam serangkaian Prosedur pelayanan penjualan kepada pelanggan-pelanggan Anda. Indikatornya ketika Strategi ini sudah berjalan baik adalah; Anda akan terus bertanya sambil mengerjakan tahapan-tahapan pelayanan pelanggan kepada organisasi Unit Binis Anda ; <strong>So,what’s the next Process ?</strong><br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beauty Marketing Strategy</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 15:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Hello teman-teman, maaf saya terlalu lama belum update artikel lagi. Akhir-akhir ini Denpasar masih saja diguyur hujan dengan intensitas yang lumayan tinggi.  Untungnya memang di Bali, daerah resapan air nya masih sangat banyak sehingga seberapapun hujannya, hampir bisa dipastikan tidak akan ada banjir. Belum lagi juga pekerjaan offline yang cukup menyita waktu dan energy saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/04/Beauty-Marketing-Strategy.png" rel="lightbox"><img class="alignleft size-full wp-image-886" title="Beauty Marketing Strategy" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/04/Beauty-Marketing-Strategy.png" alt="" width="213" height="130" /></a>Hello teman-teman, maaf saya terlalu lama belum update artikel lagi. Akhir-akhir ini Denpasar masih saja diguyur hujan dengan intensitas yang lumayan tinggi.  Untungnya memang di <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a>, daerah resapan air nya masih sangat banyak sehingga seberapapun hujannya, hampir bisa dipastikan tidak akan ada banjir. Belum lagi juga pekerjaan offline yang cukup menyita waktu dan energy saya. Baiklah, untuk menebus keterlambatan saya mengupdate artikel, kali ini kita akan bicara sebuah topic Marketing yang sangat menarik. Kali ini, kita akan bicara dengan Judul <strong>“Beauty Marketing Strategy “</strong>.</p>
<p><span id="more-885"></span></p>
<p>Minggu lalu saya tiba-tiba di email oleh seorang teman lama yang kini menetap di Rusia,Beliau dengan semangat banyak bercerita tentang sisi lain Marketing. Kalau selama ini kita hanya membahas sisi luar dan lebih berorientasi profit, ternyata justru banyak Bisnis besar didunia yan besar karena banyak <strong>“bersedekah”</strong> dan menempatkan profit sebagai nomor selanjutnya. Lantas apa kaitannya dengan judul pembahasan kita kali ini ? mari kita uraikan satu per satu. Pernah dengar bahwa seorang Pebisnis kelas dunia yang kemudian Menjadi seorang Philanthrophis ? itu sudah biasa,khan  ? lalu bagaimana kalau seorang Pebisnis pemula seperti Anda sudah menjadi Philantrophis ? Apa yang saya maksud disini bukan hanya melulu tentang berderma dengan harta dan uang. Memulai Bisnis dengan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/apa-motivasi-bisnis-anda/" target="_blank">Mindset dan motivasi</a> <strong>“berderma”</strong> pun sudah merupakan Point sendiri yang bernilai tinggi, baik dimata manusia maupun di hadapan sang Pencipta.</p>
<p><strong>Perhatikan Selera dan Trend Pasar</strong></p>
<p>Saya pernah secara tersirat membahas di artikel artikel sebelumnya kalau Pemasaran tidak boleh berjalan terlalu jauh dari fenomena-fenomena sekitar kita. Ingat, bahwa yang disebut <strong>“Pasar”</strong> adalah sekumpulan orang yang mempunyai ; Keinginan,Kebutuhan dan Daya beli. Tanpa satu hal ini maka belum bisa dikatakan sebagai “ Pasar” .  Maka sudah tugas kita untuk terus membaca dan mempelajari <strong>“Trend Pasar”</strong> yang sedang berkembang saat ini.   Setelah itu , bangun sebuah mindset yang sangat menakjubkan ! orientasikan tujuan Pemasaran Anda pada meraih sebanyak banyaknya <strong>“kebaikan”</strong> yang bisa dirasakan manfaat nya oleh sebanyak – banyak nya orang. Ingat, Niat awal itu sangatlah penting. Ketika Anda hendak membangun pabrik Sandal,misalnya. Maka <strong>“taruh”</strong> hati Anda tentang bagaimana memberikan sandal kualitas terbaik sehingga para konsumen Anda bisa melindungi Telapak kakinya dari segala hal yang mungkin tidak baik atau malah menyakiti kaki. Disinilah salah satu Point <strong>“ Beauty</strong> <strong>Marketing “</strong> yang saya maksud. Kalau sudah begitu, biarkan Tuhan membantu tujuan-tujuan kebaikan Anda .</p>
<p><strong>Perluas Jangkauan Distribusi</strong></p>
<p>Kalau mau menjangkau Pasar yang lebih luas makan tidak ada pilihan yang lain kecuali memperluas Jaringan Distribusi. Banyak <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">Produk hebat</a> yang kemudian menjadi <strong>“slow moving”</strong> karena jaringan distribusinya tidak luas dan kurang menjangkau pasar terluar. Akibatnya, Konsumen harus menempuh jarak yang cukup jauh misalnya ,untuk mendapatkan produk tersebut. Teman, Perluasan jangkauan Distribusi benar benar sangat penting. Berdirilah tepat didepan pintu <strong>“target pasar”</strong> Anda jika ingin terus memenangkan hatinya. Jaringan Distribusi juga terkait langsung dengan <strong>“ Sales Volume”,</strong> bagaimana mau mendapatkan volume tinggi kalau Jaringan Distribusinya saja terbatas. Kecuali memang, strategi Distribusi Anda menggunakan strategi tunggal dan tertutup ( Kita akan bahas di artikel Saya yang lain)</p>
<p><strong>Private Label</strong></p>
<p>Setelah semua tahapan diatas terpenuhi, maka tugas Anda selanjutnya adalah melakukan <strong>“Branding”</strong>, Sebuah tugas Marketing yang tidak pernah selesai adalah <strong>“Branding”</strong> kenapa demikian ? Jelaslah bahwa ini terkait erat dengan <strong>“wajah”</strong> Bisnis Anda di mata konsumen,Pesaing maupun di mata calon Pasar yang tertarik dengan Produk-Produk Anda. Apalagi sekarang pertukaran Informasi seudah sangat cepat dan realtime ,Brand bisa saja dibangun dengan cepat (bukan Instant ) namun ada juga yang  malah sebuah berakhir dengan cepat juga,karena sebuah beberapa kesalahan atau malah  <em>Unfair Business Technique</em> yang diterapkannya.  <strong>Beauty Marketing Strategy</strong> adalah sebuah gagasan menarik tentang bagaimana kolaborasi dalam takaran yang tepat tentang bagaimana membangun sebuah Bisnis yang berkarakter baik,mensejahterakan dan yang paling penting adalah fair.</p>
<blockquote><p><strong>The golden rule for every business man is this: &#8220;Put yourself in your customer’s place&#8221;.</strong> – <em>Orison Swett Marden</em></p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing Innovation</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 14:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira apa yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar sebuah kata yang sangat powerful – Inovasi &#8211; ? pastilah Anda berpikir tentang sebuah terobosan baru atau sebuah penemuan baru yang menakjubkan dan bisa “memperbaiki” kekurangan dari sebuah produk sebelumnya. Inovasi memang sebuah kata yang ajaib dan haruslah melalui sebuah proses yang panjang untuk kemudian sebuah Binis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-866 alignleft" title="MARKETING-INNOVATION" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/03/MARKETING-INNOVATION1.jpg" alt="" width="150" height="150" />Kira-kira apa yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar sebuah kata yang sangat powerful – Inovasi &#8211; ? pastilah Anda berpikir tentang sebuah terobosan baru atau sebuah penemuan baru yang menakjubkan dan bisa <strong>“memperbaiki”</strong> kekurangan dari sebuah produk sebelumnya. Inovasi memang sebuah kata yang ajaib dan haruslah melalui sebuah proses yang panjang untuk kemudian sebuah Binis mendeklarasikan bahwa mereka ber-inovasi. Yang dikhawatirkan adalah dengan sedikit melakukan perbaikan maka sebuah Bisnis sudah merasa ber-inovasi. Bukan itu yang sebenarnay dimaksud dengan Inovasi. Lebih dari itu Inovasi dapat diartikan sebagai sebuah hasil kerja kreatif yang mampu memberikan solusi baru dan  komprehensif sehingga penciptaan <strong>&#8220;nilai&#8221;</strong> <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk </a>benar-benar bisa dirasakan secara maksimal oleh pengguna nya.</p>
<p><span id="more-864"></span></p>
<p>Saya baru saja menghadiri sebuah acara tahunan yang sangat special yang diberi nama <a href="http://balispiritfestival.com" target="_blank">Bali Spirit Festival</a>. Sebuah acara yang dikemas secara baik dan cukup meng-akomodir konsep multi cultural dari berbagai <strong>“konsep pemikiran”</strong> baik budaya,musik maupun agama. Saya bertemu teman-teman lama dari berbagai Negara yang memang rajin mengunjungi Bali .  Ada berbagai konsep marketing yang mereka bagikan kepada Saya,salah satunya adalah mengenai bahasan kita kali ini ; <strong>“Innovation in Marketing”</strong>.  Langsung saja kita bahas point-point nya :</p>
<p><strong>Diferensiasi Produk</strong></p>
<p>Sudahkah Anda paham betul dengan definisi Produk ? kalau belum, mari Saya jabarkan apa saja yang termasuk dan bisa dsebut sebagai Produk . Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan</p>
<ul>
<li>Barang fisik</li>
<li>Jasa</li>
<li>Pengalaman</li>
<li>Peristiwa</li>
<li>Orang</li>
<li>Tempat</li>
<li>Properti</li>
<li>Organisasi</li>
<li>Informasi</li>
<li>Ide/gagasan</li>
</ul>
<p>Dan jumlah ini masih akan terus bertambah seiring kompleksnya perkembangan ilmu <a href="http://andrysianipar.com" target="_blank">Bisnis dan Pemasaran</a>. Apa yang menarik dari titik ini adalah bahwa, bahwa inovasi di marketing tidak terbatas pada produk saja melainkan juga bagaimana mencari saluran yang baru, menemukan proses marketing yang efektif, menciptakan segment,hingga kepada penciptaan konsep yang sesuai dengan tuntutan pasar. Itu artinya, <strong>Inovasi Produk bukan lah sebuah elemen yang berdiri sendiri, ada komponen-komponen Bisnis dan Pemasaran lainnya yang sangat berperan dan sangat mempengaruhi hasil akhirnya</strong>. Inovasi bisa memberikan <strong>“nilai lebih”</strong> jika sang innovator mampu menyediakan sesuatu yang berbeda dimomentum yang tepat kepada segment pasar yang tepat pula.</p>
<p>Berikut ini adalah tips jitu untuk teman-teman pembaca<a href="http://andrysianipar.com" target="_blank"> Blog Bisnis dan Pemasaran</a> ini jika berhasrat ( dan memang harusnya ) menelurkan sebuah Inovasi yang membuat Bisnis Anda makin kuat dan menghasilkan Long term Profitable Growth yang baik dan berkelanjutan sebaiknya mempelajari hal berikut ini :</p>
<p>1.      Temukan <strong>Laggards</strong> ( kelompok tingaktan terendah dalam klasifikasi tingkat konsumen ) lalu, buat mereka terstimulus dengan penawaran Inovasi Anda. Perhatikan ! Kalau mereka menolak, maka perbaiki dulu <strong>“infrastruktur” </strong>Bisnis Anda sebelum Anda benar-benar me-launch produk baru Anda . Kenapa demikian ? karena dengan analisa ini Anda bisa tahu seberapa besar <strong>“kedalaman”</strong> pasar yang bisa Anda raih. Berarti ada Infrastruktur komunikasi yang perlu dibenahi.</p>
<p>2.      Temukan <strong>Late Majority</strong> ( satu tingkat lebih baik dari Laggards ) lalu,beri mereka perlakuan yang berlawanan dengan laggards. Maka Anda akan menemukan sebuah pola <strong>“tanggapan”</strong> yang cukup berbeda,sehingga Anda punya gambaran jelas tentang seberapa besar nya Potensi Pasar terhadap Produk Inovasi Anda.</p>
<p>3.      Lalu, dari kedua hasil riset diatas makan rumuskanlah, sebuah konsep atau sebuah Strategi Pemasaran yang bisa membuat Produk Inovasi Anda <strong>“meraih</strong>” kedalaman yang cukup untuk membuat kelompok <strong>Early Adopter</strong> “menyerap” produk Anda tersebut. Kalau kemudian hasil analisa ini tidak sesuai dengan <strong>“nilai investasi”</strong> yang Anda korbankan, maka  yang wajib diperhatikan adalah dukungan dari aspek lingkungan terhadap inovasi kita. Selain itu juga segmentasi inovasi harus jelas ditujukan kepada siapa. Terakhir, pandailah melihat momentum sehingga inovasi yang terlahir tidak menjadi sia-sia . Ini artinya si inovator harus jeli melihat kesesuaian antara budget dengan inovasi yang hendak diusungnya.</p>
<p>Kesimpulan Akhir yang hendak saya sampaikan kepada teman-teman sebagai Pebisnis dan Marketer adalah agar Jangan Takut dalam ber-inovasi. Saya sangat menyarankan untuk melakukan Inovasi secara keseluruhan ;  elemen marketing mix, termasuk proses dan strategi, serta engineering. Karena bila sebuah perusahaan sukses berinovasi diproses dan teknologi, maka akan ada inovasi produk yang baru dan berkualitas pula. Hope it would help dan sampai jumpa lagi di Artikel menarik saya selanjutnya.<br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quality VS Pricing Strategy</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 15:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Ada rasa bersalah yang muncul ketika membiarkan untuk beberapa saat Blog Bisnis dan Strategi Pemasaran ini tidak menghadirkan artikel artikel terbarunya. Maklumlah, Saya juga disibukkan dengan aktivitas Saya di dunia offline, Saya ingat betul , terakhir update artikel itu di hari Pengerupukan – satu hari menjelang Hari Raya Nyepi- setalah itu Saya juga kedatangan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada rasa bersalah yang muncul ketika membiarkan untuk beberapa saat <a href="http://andrysianipar.com" target="_self">Blog Bisnis dan Strategi Pemasaran</a> ini tidak menghadirkan artikel artikel terbarunya. Maklumlah, Saya juga disibukkan dengan aktivitas Saya di dunia offline, Saya ingat betul , terakhir update artikel itu di hari Pengerupukan – satu hari menjelang<a href="http://andrysianipar.com/2011/03/selamat-hari-raya-nyepi-tahun-caka-1933/" target="_blank"> Hari Raya Nyepi</a>- setalah itu Saya juga kedatangan beberapa teman lama dan Keluarga besar di Bali juga sedang ada beberapa acara yang melibatkan Saya didalamnya. Sebetulnya ada satu event lagi yang akan cukup menarik yaitu <a href="http://www.balispiritfestival.com/" target="_blank">Bali Spirit Festival 2011</a>. Sebuah acara tahunan yang menarik dan sayang sekali untuk dilewatkan.</p>
<p><span id="more-857"></span></p>
<p>Di artikel kali ini kita akan bicara sebuah Strategi Pemasaran yang cukup powerful dan banyak sudah yang membuktikannya sebagai sebuah kekuatan tersendiri ditengah maraknya persaingan Bisnis. Kali ini, kita akan bicara Mengenai Diagonal Marketing. Kira-kira apa yang terlintas dikepala Anda ketika membaca judul artikel Saya kali ini ?  Saya harap Anda tidak mengalami Missing Link kelika membaca artikel kali ini. Atau Saya  memang sengaja menyarankan Anda untuk membaca beberapa artikel terkait yang berhubungan erat dengan artikel kali ini. Baiklah  kita mulai saja pembahasannya :</p>
<p><strong>Penetapan Diagonal Pricing</strong></p>
<p>Pricing merupakan salah satu komponen <strong>“Marketing Mix “</strong> yang sifatnya cukup flexible, dalam artian memang <strong>“memungkinkan”</strong> untuk dirubah atau direvisi setiap waktu atau periode tertentu. Tapi saran Saya, berhati-hatilah dalam menetapkan Pricing, jangan terlalu <strong>“sering”</strong> merevisi nya. Bukan hanya tidak baik bagi kondisi cashflow sebuah Unit Bisnis namun juga tidak baik untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan para Pelanggan Anda. Coba perhatikan Ilustrasi dibawah ini :</p>
<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/03/kotler-ANAND.png" rel="lightbox"><img class="alignnone size-full wp-image-858" title="Quality VS Pricing Strategy" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/03/kotler-ANAND.png" alt="" width="586" height="513" /></a></p>
<p>Sisi kiri mewakili  <strong>Quadran  Quality</strong> dan <strong>Qaudran Y mewakili Price Percentage</strong>. Perhatikan baik baik sisi diagonal nya. Inilah yang Saya maksud dengan <strong>Diagonal Marketing</strong>, perusahaan menawarkan produk bermutu tinggi dengan harga tinggi, sementara ada perusahaan perusahaan menawarkan produk berkualitas sedang dengan harga sedang dan produk berkualitas rendah dengan harga rendah (semua dapat berjalan sesuai dengan strateginya masing-masing). Yang cukup “mengerikan” dan menjadi sebuah ancaman adalah ketika ada Unit bisnis lain yang mencoba masuk ke Pasar yang sama tapi dengan strategi yang lebih dahsyat , perhatikan baik baik table nya ; ditujukan untuk <strong>“menyerang”</strong> posisi yang mengambil strategi diagonal  perusahaan dengan strategi 2 mengatakan bahwa: <strong>“produk kami memiliki kualitas sama tingginya dengan produk 1, tetapi kami menawarkan harga lebih rendah”.</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Kalau begitu mana yang lebih baik ? <strong>Strategi Diagonal</strong> atau <strong>Strategi Nilai Super</strong> ( ketika Produk dengan kualitas tinggi dijual dengan harga rendah ). Saya tidak secara explicit juga mengatakan kalau Strategi yang satu lebih baik dari Strategi yang lain. Namun sebaiknya memang para Marketer dan Pebisnis berpikir tentang tujuan jangka panjang nya yaitu mecapai <strong>Long Term Profitable Growth</strong> ketimbang keuntungan besar namun sesaat.  Lalu juga ini menjadi sebuah pembelajaran menarik bagi para Konsumen untuk benar-benar memperhatikan ada dimana posisi <strong>“belanja”</strong> mereka. Kalau memang kualitas tinggi namun harga nya juga tinggi biasanya dibarengi dengan berbagai layanan after sales service yang memuaskan,jika dibandingkan dengan membeli produk kualitas tinggi pada level harga yang paling rendah namun justru berujung kekecewaan karena after sales service nya sangat kurang diperhatikan. Sampai sini dulu pembahasan kali ini. Kita akan membahas strategi lain yang tidak kalah menariknya di artikel artikel Saya berikutnya… Hope it helps !<br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inbound Marketing</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 14:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Baru kali ini Saya menyempatkan diri untuk update artikel, padahal banyak pemikiran,ide dan beberapa point yang datang dan hinggap dikepala Saya namun belum berkesempatan untuk menuliskannya.  Kali ini kita akan bicara satu topic menarik juga dari serangkaian disiplin ilmu Pemasaran. Pembahasan kita Kali ini saya beri judul Inbound Marketing, Sebuah strategi yang bukan lagi baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-830" title="InboundMarketing" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/02/InboundMarketing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Baru kali ini Saya menyempatkan diri untuk update artikel, padahal banyak pemikiran,ide dan beberapa point yang datang dan hinggap dikepala Saya namun belum berkesempatan untuk menuliskannya.  Kali ini kita akan bicara satu topic menarik juga dari serangkaian disiplin ilmu Pemasaran. Pembahasan kita Kali ini saya beri judul Inbound Marketing, Sebuah strategi yang bukan lagi baru namun sudah banyak sekali di adopsi oleh banyak unit Bisnis besar didunia. Jika Anda menemukan adanya <strong>“missing link”</strong> dari artikel Saya kali ini, maka Saya sarankan untuk membaca terlebih dahulu <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" target="_blank">Persuasive Marketing</a>, <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/the-psychology-of-selling/" target="_blank">The Psychology of Selling</a> , <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/engagement-marketing/" target="_blank">Engagement Marketing</a> dan beberapa artikel terkait lainnya supaya Anda  dapat memahaminya secara komprehensif.</p>
<p><span id="more-829"></span></p>
<p>Beberapa hari lalu, saya sempat berdiskusi dengan salah satu teman yang juga seorang Exporter untuk beberapa produk furniture di <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a>. Kami sampai pada sebuah pembahasan menarik mengenai semakin maraknya dan semakin terlihat geliat bisnis yang besar dari beberapa organisasi bisnis yang berangkat dari status UKM dan kemudian cukup besar dan kuat untuk bisa terus berkembang dan mendeklarasikan diri mereka sebagai sebuah unit Bisnis yang mapan dan siap bersaing dengan produk produk serupa dalam Industri tersebut. Apa yang hendak saya sampaikan dari hasil kesimpulan saya beberapa hari ini mengenai kaitannya dengan <a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" target="_blank">Inbound Marketing </a>adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>Bagaimana Mekanisme Inbound Marketing ?</strong></p>
<p><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing </a>dapat saya katakan cukup mewakili hirarki <strong>“Modern Marketing” </strong>sedangkan lawan dari Inbound Marketing tentu saja adalah Outbound Marketing atau <strong>“Traditional Marketing”</strong>.  Bagian terhebat dari Strategi Inbound Marketing ini adalah tentang bagaimana Menciptakan sebuah <strong>“content”</strong> Pemasaran yang sangat baik dan benar-benar menarik Pasar untuk tahu lebih lanjut tentang Produk yang Anda tawarkan. Apa yang Saya maksud dengan Content ini adalah tentu saja terkait dengan berbagai komponen penyusun Strategi Marketing Anda. Memang Inbound Marketing ini, bukanlah sebuah Basic Strategi, namun sebuah Advanced strategi yang cukup baik diterapkan dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Ingat pembahasan kita minggu lalu , bahwasanya profit adalah hal ketiga yang baru akan terjadi kalau kita sudah punya dua komponen sebelumnya, Yaitu ; Market Share dan Efisiensi. Tujuan akhir dari penerapan Stategi Inbound Marketing ini adalah tentang bagaimana jumlah “Pelanggan” Anda bisa terus tumbuh melalui peningkatan kualitas dan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">loyalitas pelanggan</a>, <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank">Marketing Conversation</a> yang baik dan tentang Inovasi hebat dengan menhasilkan Produk Produk baru yang memenuhi kriteria Kualitas yang sesungguhnya. Sehingga cerita akhir dari Strategi Inbound Marketing ini adalah tentang bagaimana sebuah Bisnis itu benar-benar <strong>“ditemukan”</strong> oleh pelanggan nya dengan mudah dan efisien dan bukannya berpromosi secara massive namun tidak ter-target dan tidak secara signifikan  menghasilkan.</p>
<p><strong>Relevansi Inbound Marketing dengan Saluran Distribusi dan Promosi</strong></p>
<p>Inilah dua hal menarik yang layak kita bahas secara cepat namun tetap mengena essensinya. Kalau strategi dasar Ilmu Pemasarn adalah 4P yang kemudian terus berkembang dan mengalami banyak modifikasi dan penyesuaian dengan trend pasar yang ada, maka Inbound Marketing tetaplah memenuhi persyaratan berlangsungnya dan berkolaborasinya strategi 4P tersebut dengan memaksimalkan fungsi <strong>“Place = Distribution Channel”</strong> dan <strong>“Promotion = Conversation “</strong> .  Banyaknya saluran Distribusi yang tersedia dan semakin mudahnya  menemukan sarana berpromosi , di satu sisi memang menambah marak persaingan Bisnis dan semakin cepatnya Product Life Cycle berlangsung. Namun ini sekaligus juga menghadirkan sebuah kesempatan untuk terus menciptakan sebuah Produk yang Inspiratif dan bagaimana menyajikan sebuah<a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/"> Creative Customer Attraction</a> sehingga tujuan akhir dari sebuah Bisnis yaitu mencapai<strong> “Long term Profitable Growth”</strong> benar-benar bisa tercapai secara maksimal.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Change with your business or be left behind. &#8220;It is not the strongest of  the species that survive, nor the most intelligent, but the one most  responsive to change.&#8221;</strong></p></blockquote>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Appearance Marketing</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 14:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Sengaja Saya berpikir lama untuk menentukan Judul apa yang paling tepat untuk Artikel saya kali ini. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua ditahun 2011 ini. Keluarga, Teman, dan kolega saya di Bali pun mulai terlihat sibuk mempersiapkan banyak hal . Sebab Hari Raya Nyepi hanya tinggal beberapa minggu lagi. Satu hari dalam setahun yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/02/Appearance-Marketing.jpg" rel="lightbox"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-823" title="Appearance Marketing" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/02/Appearance-Marketing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sengaja Saya berpikir lama untuk menentukan Judul apa yang paling tepat untuk Artikel saya kali ini. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua ditahun 2011 ini. Keluarga, Teman, dan kolega saya di <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a> pun mulai terlihat sibuk mempersiapkan banyak hal . Sebab <a href="http://andrysianipar.com/2010/03/selamat-hari-raya-nyepi/" target="_blank">Hari Raya Nyepi</a> hanya tinggal beberapa minggu lagi. Satu hari dalam setahun yang begitu menakjubkan dan memberi berbagai suguhan menarik. Namun bukan itu yang penting, yang penting adalah bagaimana pelaksanaan Tapa Brata dan menjaga keharmonisan dengan alam dan isinya. Kali ini kita akan membahas salah satu aspek penting dalam <strong>Ilmu Pemasaran</strong> , sengaja saya pilihkan ;  <strong>Appearance Marketing</strong> santapan kita kali ini .</p>
<p><span id="more-822"></span></p>
<p>Kalau merujuk pada asal kata Appearance itu sendiri bermakna sebagai <strong>“Penampilan”</strong>. Lalu kalau bertemu kata kedua maka sudah jelas ini menjadi seberapa menariknya <strong>“Penampilan Bisnis”</strong> Anda. Mari kita bahas point point apa saja yang terkait ;</p>
<p><strong>Business Mindset</strong></p>
<p>Kemarin kita juga bicara tentang <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-entrepreneurial-mindset/" target="_blank">The Entrepreneurial Mindset</a> , maka sekali lagi saya menempatkan ini dipoint pertama sebab memang inilah hal fundamental yang harus kita “analisa” dan kita “revisi” apabila ada anomali-anomali dalam proses Bisnis yang berjalan. Mindset adalah sebuah asset yang perawatannya dilakukan secara kontinyu dan harus benar-benar berhati-hati menjaganya. Saya tidak mengatakan bahwa ini adalah tugas berat. Apa yang ingin saya katakan adalah tentang pentingnya kita meyakini sesuatu secara positif sehingga apa yang kita pancarkan juga bersifat positif.</p>
<p><strong>Deliver better Customer Attraction</strong></p>
<p>Silakan baca kembali artikel saya sebelumnya yang berjudul <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" target="_blank">Creative Customer Attraction</a>. Appearance Marketing yang ingin saya sampaikan disini adalah tentang prinsip-prinsip atau point apa saja yang membuat <strong>“Penampilan Bisnis”</strong> kita lebih menarik dan membuat Pembeli menjadi pelanggan dan membuat <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">pelanggan</a> tidak memiliki alasan untuk mendapatkan <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk </a>yang kita jual dari competitor kita. Ingat, saya menitikberatkan pada pembangunan kualitas internal Bisnis kita dibandingkan membangun kesibukan <strong>“menganalisa pesaing”</strong>. Memang analisa pesaing itu sangat penting dan harus ada dalam sebuah unit Bisnis, Namun saya tidak nyaman jika menempatkan ini dalam Top Lists yang harus diprioritaskan. Point ini mengahruskan kita untuk bisa menghadirkan bentuk-bentuk pelayanan konsumen yang lebih baik dari yang dilakukan Unit Bisnis lainnya. Dalam ilmu pemasaran modern juga dikenal tentang sbuah Konsep yang sangat Powerful bila Anda terapkan, konsep ini dikenal dengan nama <strong>Marketing Utility Concept</strong> . Ada empat hal yang harus Anda perhatikan jika ingin menerapkan Konsep ini</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Form </strong> :   Maksimalkan nilai guna “bentuk” produk Anda supaya memenui kebutuhan pasar dan memecahkan masalah mereka  selama ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Time </strong> : Nilai guna waktu, perhatikan baik-baik kapan waktu yang paling tepat supaya produk Anda benar – benar “dicari” dan bisa diserap oleh Pasar secara maksimal.</p>
<p style="text-align: left;"><strong> Place </strong> : Semakin mudah produk Anda didapatkan , maka akan semakin meningkat pula Sales Volume nya. Maksimalkan point ini, buatlah Produk Anda benar benar hadir di Bentuk yang Tepat,Waktu yang tepat dan mudah untuk dibeli.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Posession </strong>: Kepemilikan,point ini sudah banyak sekali di terapkan oleh banyak Unit Bisnis didunia, adalah tentang bagaimana mengupayakan Konsumen untuk “memiliki” produk yang kita jual secara mudah. Dan Bank serta berbagai perusahaan Finance sebagai intermediary, benar-benar melihat peluang ini . Maka muncul lah berbagai tawaran cicilan dan kemudahan-kemudahan pembayaran lainnya.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Do things differently</strong></p>
<p>Cara terburuk dan terkonyol dalam Berbisnis adalah : Melakukan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/mengapa-saya-perlu-strategi/" target="_blank">Strategi</a> dan teknik pemasaran yang sama dengan Kompetitor Anda dengan harapan mencapai kesuksesan yang sama besarnya. Mengapa saya katakan Konyol ? sebab tidak mungkin kita menyelesaiakn masalah dengan tingkat kesulitan yang semakin kompleks namun dengan cara yang sudah terpakai sebelumnya. Maka diperlukanlah Inovasi-inovasi Bisnis yang dinamis sehingga benar-benar semakin ramai dan Anda semakin yakin bahwa Anda memiliki peluang yang sama besarnya untuk meraih kesuksesan atas Bisnis yang Anda jalankan. Hope it would help !</p>
<p><strong> </strong></p>
<blockquote><p><strong>Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn&#8217;t work; and second, the failure gives you the opportunity to try a new approach.</strong><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong><br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" title="Persuasive Marketing">Persuasive Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Entrepreneurial Mindset</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/01/the-entrepreneurial-mindset/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/01/the-entrepreneurial-mindset/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2011 13:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivational]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=817</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemarin kita bicara banyak secara berturut-turut dan sengaja saya sajikan secara sistematis . Kita sudah pernah bicara tentang The Surpising Power, lalu kita lanjutkan dengan Creative  Customer Attraction dan terakhir, kita bahas tentang Persuasive Marketing. Saya berharapan baik, supaya Anda bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif dari pembahasan kita, sehingga jika kita kaitkan dengan topic [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-818" title="The Entrepreneurial Mindset" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/01/The-Entrepreneurial-Mindset-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Setelah kemarin kita bicara banyak secara berturut-turut dan sengaja saya sajikan secara sistematis . Kita sudah pernah bicara tentang <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" target="_blank">The Surpising Power</a>, lalu kita lanjutkan dengan <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" target="_blank">Creative  Customer Attraction</a> dan terakhir, kita bahas tentang <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" target="_blank">Persuasive Marketing</a>. Saya berharapan baik, supaya Anda bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif dari pembahasan kita, sehingga jika kita kaitkan dengan topic kali ini, bisa benar benar memberikan nuansa pemikiran baru dan bisa menginspirasi Anda dalam menentukan langkah-langkah bisnis selanjutnya .</p>
<p><span id="more-817"></span></p>
<p>Disaat sekarang,persaingan sudah semakin ketat dan tidak ada jaminan bahwa Bisnis Anda akan terus berlanjut sampai ke masa depan – kecuali Anda benar benar mengusahakannya – . Pernah kah Anda membaca salah satu konsep <strong>“Zero Mind Process “</strong> nya <strong>ESQ</strong> ? Saya rasa konsep ini sangat menarik dan bisa kita jadikan sebagai salah satu referensi tentang bagaimana “me-recharge&#8221; dan “membersihkan” kembali segala prasangka dan persepsi buruk yang selama ini bergelayut dibenak kita. Dan terkait dengan judul pembahasan kita kali ini, saya akan menyampaikan beberapa point penting dalam kaitannya dengan <strong>The</strong><strong> </strong><strong>Entrepreneurial Mindset</strong><strong> </strong>:</p>
<p><strong>Decision</strong><strong> Making</strong><strong> </strong></p>
<p>Kita mulai point pertama dari <a href="http://andrysianipar.com/2010/02/sulitkah-membuat-kepustusan/" target="_blank">“Pengambilan Keputusan“</a>. Mengapa Saya tenpatkan ini di point pertama ? Saya percaya kalau segala sesuatu dimulai dari sebuah “keputusan” kecuali kalau memang hal tersebut terjadi secara insidentil dan bersifat  force major , Ambilah keputusan terbaik saat Anda hendak memulai Bisnis lalu konsistenlah dalam menerapkan tahapan-tahapan selanjutnya, sampai Bisnis Anda benar-benar bisa “beroperasi” dengan baik dan lancar.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Visions </strong><strong>dan Goals</strong><strong> </strong></p>
<p>Salah satu kekuatan yang di anugrahkan Tuhan kepada ummat manusia adalah tentang kemampuan <strong>“memproyeksikan”</strong> sesuatu menjadi sebuah rumusan yang jelas dan menjadikannya sebuah sumber kekuatan untuk mewujudkannya kedalam realitas. Tentu saja Bisnis yang “kuat” didasari oleh Visi dan Tujuan yang jelas tentang apa,bagaimana dan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/apa-motivasi-bisnis-anda/" target="_blank">kemana Bisnis ini akan berjalan</a>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Planning </strong><strong>dan Organizing</strong><strong> </strong></p>
<p>Perencanaan merupakan salah satu hal yang cukup vital dalam siklus Management maupun Marketing itu sendiri. Perencanaan dapat diartikan sebagai sebuah langkah awal “pen-deklarasian” atas kebulatan tekad Anda dalam memulai Bisnis. Perencanaan sekaligus bisa menjadi sebuah tolok ukur untuk mengevaluasi kembali setelah Anda meng-eksekusi pasar dengan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/mengapa-saya-perlu-strategi/" target="_blank">strategi pemasaran</a> yang Anda terapkan. Ini juga berarti Perencanaan merupakan salah satu komponen tak terpisahkan dalam sebah kegiatan Bisnis.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Action Taking</strong></p>
<p>Pernah dengar kalimat ini ? <strong>Do you plan your work?</strong> <strong>And  Do you work your plan?</strong> Kalimat Tanya yang cukup “mengena” bagi kita yang kadang tidak konsisten dalam menjalankan tahapan tahapan rencana yang sudah kita buat dan kita formulasikan sebelumnya.</p>
<p><strong>Discipline</strong><strong> </strong></p>
<p>Kalau point satu ini, saya tidak akan bahas secara melebar. Apa yang hendak saya sampaikan adalah bahwa Disiplin benar-benar menjadi “kunci” penentu sebarapa berhasilnya point-point yang kita bahas di atas. Tingkat disipin berbanding lurus dengan kemungkinan pencapaian keberhasilan Bisnis Anda . Itu artinya Disipilin adalah salah satu hal serius yang harus Anda jaga konsistensi dan performa nya .</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Persistence</strong><strong> </strong></p>
<p>Saya agak kesulitan menemukan padanan kata dalam bahasa Indonesia untuk mewakili “Persistence” ini. Namun inti dari point ini adalah tentang bagaimana seorang Pebisnis benar-benar memiliki mental “Juara” sejati yang akan terus maju tak peduli ada halangan apapun didepannya. Dalam kondisi ekonomi yang bagaimanapun akan selalu ada kemungkinan untuk “merebut hati” pasar dan meneguk keuntungan – meski tidak selalu keuntungan finansial. Sebagai kalimat penutup ada baiknya kita simak salah satu kalimat yang sangat powerful dan bisa menambah motivasi agar terus maju dan berkembang dalam setiap Bisnis yang kita kelola :</p>
<p><strong> </strong></p>
<blockquote><p><strong>Making money is art and working is art</strong><strong> .</strong><strong> </strong><strong>But, </strong><strong>good business is the best art.</strong><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong><br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/12/kualitas-pribadi-bagi-pebisnis/" title="Kualitas Pribadi bagi Pebisnis">Kualitas Pribadi bagi Pebisnis</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/08/selamat-berpuasa-ramadhan-1431h-2010m/" title="Selamat Berpuasa Ramadhan 1431H &#8211; 2010M">Selamat Berpuasa Ramadhan 1431H &#8211; 2010M</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/06/pentingnya-sebuah-etos-kerja/" title="Pentingnya sebuah Etos Kerja">Pentingnya sebuah Etos Kerja</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/04/hakikat-membaca/" title="Hakikat  &#8221; membaca &#8220;">Hakikat  &#8221; membaca &#8220;</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/01/semangat/" title="Semangat&#8230;">Semangat&#8230;</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/01/mengatasi-jenuh/" title="Mengatasi Jenuh&#8230;">Mengatasi Jenuh&#8230;</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2010/01/bagaimana-menjadi-super-manager/" title="Bagaimana menjadi super Manager ?">Bagaimana menjadi super Manager ?</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2009/11/multi-profession-management/" title="Multi Profession Management">Multi Profession Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2009/11/langkah-bijak-menghadapi-stress/" title="Langkah bijak menghadapi stress">Langkah bijak menghadapi stress</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2009/09/get-the-point/" title="Get the Point">Get the Point</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/01/the-entrepreneurial-mindset/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>77</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persuasive Marketing</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Jan 2011 15:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Saya merasa akhir  &#8211; akhir ini cuaca sangat sulit diprediksi. Begitu juga yang terjadi di Denpasar,Bali. Seringkali datang hujan secara tiba-tiba. Ada beberapa teman yang mengatakan “kurang maksimal” Bisnis nya atau tingkat produktivitasnya terganggu karena hal tersebut. Normalnya memang hal ini bukanlah alasan yang  yang kuat dan valid untuk membenarkan  “kerugian” yang di terima nya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/01/Persuasive-Marketing.jpg" rel="lightbox"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-813" title="Persuasive Marketing" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/01/Persuasive-Marketing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya merasa akhir  &#8211; akhir ini cuaca sangat sulit diprediksi. Begitu juga yang terjadi di Denpasar,<a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a>. Seringkali datang hujan secara tiba-tiba. Ada beberapa teman yang mengatakan<strong> “kurang maksimal” </strong>Bisnis nya atau tingkat produktivitasnya terganggu karena hal tersebut. Normalnya memang hal ini bukanlah alasan yang  yang kuat dan valid untuk membenarkan  <strong>“kerugian”</strong> yang di terima nya. Sebab teman saya ini mengelola sebuah unit produksi garam di bagian barat , pulau Bali. Maka memang cahaya matahari merupakan modal yang sangat diperlukan utnuk bisa menghasilkan garam dalam kualitas dan kuantitas yang memadai. Dilain sisi, seorang teman yang mengelola Bisnis Jasa Photography Pre-wedding justru mulai berfikir agak “<strong>melebar”</strong>, dari hasil pembicaraan singkat inilah Saya tiba-tiba ingin membahas topik menarik ini.  Di postingan kali ini, kita akan bicara tentang pentingnya <strong>Persuasive Marketing</strong><strong>. </strong>Pernah dengar istilah ini ? <span style="text-decoration: underline;">An action is only as powerful as the intention behind it.</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><span id="more-812"></span><br />
</span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"> </span></p>
<p>Saya banyak juga menyarankan kepada teman teman Saya yang sudah dalam tahapan <strong>“mengelola “</strong> Bisnis nya secara professional agar supaya benar benar menaruh <strong>“tanggung jawab”</strong> yang besar terhadap apa yang diniatkan sebagai <strong>“perbuatan baik “ </strong>sebab itu merupakan pondasi utama dalam membentuk <strong>“kenyataan”</strong> yang baik juga. Perhatikan baik baik sales letter Anda, pilih kata – kata yang <strong>“menjual”</strong> namun tetap menjaga integritas . Eksekusikan<a href="http://andrysianipar.com/2010/10/mengapa-saya-perlu-strategi/" target="_blank"> Strategi Pemasaran</a> Anda dengan baik,fokus dan  bertujuan untuk <strong>“long term profitable growth”</strong> .  Marketing Plan yang sudah sejak lama di-ikrarkan merupakan sebuah <strong>“peta”</strong> yang menuntun Anda <strong>“mendekati”</strong> kesuksesan. Kalau sudah dekat, berharaplah “kemurahan “ Tuhan untuk menyampaikan Anda dititik kesuksesan tersebut. Mungkin kita juga sudah terlalu sering dihadapkan pada situasi yang memaksa kita harus bersikap sangat reaktif terhadap banyak “pilihan” <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk </a>yang setiap saat ditawarkan oleh banyak sekali dan beragam unit Bisnis. Apa kaitannya dengan bahasan kita kali ini ? perhatikanlah, tentang seberapa “elegant” nya sebuah Teknik Marketing menerapkan Persuasion Marketing mereka. Semakin canggih dan menginspirasi ( meningkatkan produktivitas pemakainya ) maka hampir bisa dipastikan bahwa produk tersebut akan sangat besar peluang nya untuk segera “diburu” dan dibeli oleh target marketnya.</p>
<p><strong>Persuasi vs Manipulasi</strong></p>
<p>Secara signifikan, Persuasi sangatlah berbeda dengan Manipulasi. Kalau manipulasi adalah sebuah kepalsuan dan pasti akan cepat berakhir, maka Persuasi dianggap lebih “menunjukkan” orisinalitas dan bersifat “mengajak” target pasar Anda untuk mengenal dan membeli produk Anda. Sales letter yang Anda buat dengan teknik copywriting yang sangat elegant dan bersifat ; <strong>story telling</strong>. Inilah yang ideal Saya sebut sebagai <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" target="_self"><strong>“Persuasive Marketing “</strong></a>.</p>
<p><strong>Konsep 5 C dalam Persuasive Marketing</strong></p>
<p>Jika memang Marketing communication yang selama ini Anda terapkan sudah memenuhi standart <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank"><strong>“Conversation”</strong></a> maka sepertinya Anda sudah berada dijalur yang benar untuk kemudian selangkah lagi melengkapinya dengan  5C dalam kaitannya dengan <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" target="_blank">Persuasive Marketing</a>,sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>Content</li>
<li>Character</li>
<li>Confidence</li>
<li>Concrete</li>
<li>Check</li>
</ul>
<p>Akan sangat panjang artikel ini kalau Saya bahas satu-satu penjelasan component 5C tersebut. Semoga Saya bisa mebahas secara terinci apa yang dimaksud dengan kelima komponen “C” tersebut di artikel tersendiri. Apa yang Saya dapat simpulkan dari pembahasan kali ini adalah :</p>
<p>Marketing itu sedikit banyak mirip dengan <strong>“kontes mencari jodoh”</strong>, keberhasilan sebuah <a href="http://andrysianipar.com/2010/06/seberapa-pentingkah-sebuah-formulasi-strategi/" target="_blank">Strategi Marketing</a> bisa direfleksikan dengan sebarapa besarnya <strong>“kue pasar” </strong>yang bisa menyerap produk kita. Marketer yang sukses tidak akan memaksakan produknya untuk masuk disemua lini pasar. Sebaliknya, kita haruslah secara “cerdas” dan konsisten , mengidentifikasi “prospect” atau target market yang mana yang benar benar bisa Anda raih dan bisa memberikan keuntungan , kemudian sampaikan lah pesan pesan Marketing Anda secara persuasive dan elegant.<br />
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2>
<ul class="related_post">
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/" title="Riset Pelanggan dan Korelasinya">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" title="Effective Customer Education ">Effective Customer Education </a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/" title="Queue Management">Queue Management</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/" title="Beauty Marketing Strategy">Beauty Marketing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/" title="Marketing Innovation">Marketing Innovation</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" title="Quality VS Pricing Strategy">Quality VS Pricing Strategy</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" title="Inbound Marketing">Inbound Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/" title="Appearance Marketing">Appearance Marketing</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" title="Creative Customer Attraction">Creative Customer Attraction</a></li>
<li><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-surprising-power/" title="The Surprising Power !">The Surprising Power !</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

