<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Blog Bisnis dan Pemasaran</title>
	<atom:link href="http://andrysianipar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://andrysianipar.com</link>
	<description>Inspirasi bagi Para pebisnis</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Oct 2012 14:15:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Marketing Entrepreneur</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2012 13:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=1016</guid>
		<description><![CDATA[Bertepatan dengan hari Blogger Nasional ini saya kembali “memaksakan” diri untuk menulis.  Ya, Menulis! Suatu hal yg kemarin-kemarin sangat sulit saya lakukan. Bukan karena “miskin” materi apalagi sampai kering inspirasi, hanya saja memang sulit menemukan waktu untuk kemudian merefleksikan segala yang berputar dinalar dan pikiran saya. Maklum, saya menjalani duble work selain sebagai Marketer disebuah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1018" title="Marketing Entrepeneur" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2012/10/Marketing-Entrepeneur-188x188.jpg" alt="" width="188" height="188" />Bertepatan dengan hari Blogger Nasional ini saya kembali “memaksakan” diri untuk menulis.  Ya, Menulis! Suatu hal yg kemarin-kemarin sangat sulit saya lakukan. Bukan karena “miskin” materi apalagi sampai kering inspirasi, hanya saja memang sulit menemukan waktu untuk kemudian merefleksikan segala yang berputar dinalar dan pikiran saya. Maklum, saya menjalani duble work selain sebagai Marketer disebuah perusahaan Asing berskala international , di Bali. Saya juga kerap menjadi Marketer bagi kegiatan bisnis saya sendiri dan itu cukup menyita waktu dan energy saya. Baiklah, kali ini saya akan berbagi kembali mengenai salah satu bahasan menarik dari dunia <a href="http://andrysianipar.com">Bisnis dan Marketing</a>.</p>
<p><span id="more-1016"></span></p>
<p>Kali ini saya akan membahas mengeni “Marketing Entrepreneur” .  Jika merujuk pada asal kata dari kedua term tersebut, keduanya punya “kekuatan” tersendiri (meski diartikan secara sendiri-sendiri), apalagi jika kedua kata tersebut digabung, jelas memberikan sebuah “nilai tambah” yang cukup kuat dan inspirasional bagi siapapun yang mampu menelaah nya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Masalah Pokok</strong></p>
<p>Diakui atau tidak, kewirausahaan yang sekarang kita bangun adalah kewirausahaan berbasis “tanah subur”. Bahkan karena terlalu subur, produk apapun bisa kita dapatkan disini. Dan bangsa ini cukup menunjukkan kreatifitas yang tinggi. Terbukti dengan adanya karya seni berupa; manik-manik, batu akik, emas, perak , kulit, kayu. Pokoknya sebut sajalah apa yang mau dicari, pasti ada.</p>
<p>Di negeri ini pula bahkan sampah bisa dijadikan lahan bisnis. Bisnis preman juga. Bahkan segala macam bisnis, mulai dari yang memiliki resiko terendah sampai yang beresiko sangat tinggi. Namun ada satu hal yang cukup disayangkan, yaitu bahwa yang disebutkan diatas semua itu bermula dari produk. Yaitu mengenai “apa yang bisa kita buat” atau “apa yang akan menjadi produk saya”. Wirausaha produk mengurus banyak hal, banyak mata rantainya.</p>
<p>Anda tentu tahu apa masalah yang dihadapi wirausahawan-wirausahawan produk ini ? Benar ! Mereka kemudian mengeluh, “pemasarannya bagaimana?” Kok, pembeli yang ditunggu-tunggu tidak datang-datang. Atau, “kok ,ternyata sulit menembus pasar?”</p>
<p>Jika diteruskan, daftar keluhannya akan panjang. Mulai merugi, merasa tertipu, bahkan merasa diperlakukan tidak adil sampai seretnya penjualan. Itulah kewirausahaan berbasis produk. Wirausahanya fokus pada sisi sebelah kiri; fokus pada produk. Begitu masuk pasar, energy yang dibutuhkan akan sama besar, namun sudah terkuras dan tercurah semua pada tahapan penciptaan produk.</p>
<p>Dunia yang terus berubah memang tidak sesederhana saat wirausahawan muda kita masih anak-anak.  Dunia masa lalu yang diwarnai oleh sistem usaha terpadu-mulai bahan baku, proses produksi hingga pemasaran- sekarang sudah berakhir. Dan masing-masing memiliki jago nya sendiri-sendiri. Disektor riset, ada pelakunya; <a href="andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/">Product Development</a>.  Di sektor dstribusi ada Supply Chain specialist. Begitupun disektor pemsaran, ada <a href="andrysianipar.com/2010/10/pentingnya-membentuk-aliansi-bisnis/">Market and Business Development</a>. Masing-masing sudah melepaskan diri dari satu mata rantai yang (dulunya) panjang.</p>
<p>Jadi, Anda harus memilih. Mau jadi wirausaha apa ? Wirausaha produk atau wirausaha pemasaran ? Wirausaha berbasis riset atau penelitian ? Demikianlah seterusnya. Dan, karena Indonesia ini Negara kaya raya, terbelenggulah kita pada satu fokus saja yaitu : produk.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Marketing Entrepreneur</strong></p>
<p>Singapura adahal contoh Negara yang tidak bisa mengembangkan wirausaha produk karena keterbatasan sumber daya alamnya. Maka kemudian mereka memasuki dimensi kewirausahaan pemasaran, kewirausahaan trading, kewirausahaan keuangan dll. Produknya bisa dari mana saja, dari Indonesia, dari Tiongkok, dari Myanmar atau India dsb.</p>
<p>Titik awal berpikir mereka bukanlah produk. Melainkan pasar. Pasar mau apa, lalu dibangunlah jaringan pemasaran dengan segala perlengkapannya. Mulai keuangan dan perbankan, branding, packaging bahkan sampai logistic atau supply chain. Setelah itu semua jadi, variable yang lain hanya tinggal mengikuti dan menyesuaikan.</p>
<p>Seperti jaringan ritel Carrefour atau Giant, mereka sebenarnya tak perlu modal besar. Produk-produk yang mengisi setiap rak jaringan ritel itu adalah titipan dari entrepreneur produk yang dibayar diatas kredit 30 hari. Pemilik-pemilik produk itu pun dikenai bebagai biaya untuk sewa tempat, rak, promosi dan seterusnya.</p>
<p>Ada sebuah cerita inspiratif dari seorang teman pengusaha Bakery di Bali yang bertransformasi dari seorang <strong><em>product entrepreneur</em></strong> menjadi seorang <em><strong>marketing entrepreneur</strong></em> . Awalnya, mereka membuat kue dirumah, lalu dititipkan ke tokot-toko. Lama lama mereka punya pesanan rutin dan tidak bisa dikerjakan sendiri, lalu pesan ke orang lain. Ternyata, pesan bisa lebih murah. Mereka mulai menyebarkan pesanan dan berhenti berproduksi. Lambat laun mereka bisa membeli toko di beberapa pasar. Tokonya menjadi petitipan kue juga dari beberapa produsen. Sekarang mereka bahkan sudah memiliki jaringan toko dihampir semua area Bali dan menguasai rantai pemasarannya.</p>
<p>Tahukah Anda, resiko menjadi wirausahawan produk ternyata lebih besar dari wirausahawan pemasaran. Dan saya nilai inilah masalah terbesar kewirausahaan Indonesia. Ayo kawan muda, bangkit dan ber-alihlah menjadi Marketing Entrepeneur!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menentukan Nilai Bisnis</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 13:16:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=992</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi sangat menarik ketika seorang Pebisnis ataupun seorang Marketer dihadapkan pada pertanyaan ; “ Bagaimana Anda menggambarkan nilai Bisnis Anda?” . Pertanyaan ini menjadi sulit atau lebih tepatnya tidak mudah dijawab adalah karena memang situasi sekarang secara umum berada pada keadaan ekonomi yang tidak pasti. Secara analitis, ada sejumlah factor yang dapat membantu kita untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi sangat menarik ketika seorang Pebisnis ataupun seorang Marketer dihadapkan pada pertanyaan ; <strong>“ Bagaimana Anda menggambarkan nilai Bisnis Anda?”</strong> . Pertanyaan ini menjadi sulit atau lebih tepatnya tidak mudah dijawab adalah karena memang situasi sekarang secara umum berada pada keadaan ekonomi yang tidak pasti. Secara analitis, ada sejumlah factor yang dapat membantu kita untuk menentukan berapa besar cakupan <strong>“Business Value”</strong> dari bisnis yang kita kelola (jalankan).</p>
<p><span id="more-992"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ini dalah artikel pertama saya di awal tahun 2012. Setelah seprti tidak punya waktu luang, Saya benar-benar menyempatkan diri untuk menulis topic ini. Seorang teman lama tiba tiba terlibat diskusi hangat dengan saya di awal minggu. Ini sekaligus membangkitkan semangat menulis dan inspirasi yang tak terbendung untuk saya bagikan kepada Anda semua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saya tidak akan berbicara Business Valuation secara akademis, Saya hanya akan berusaha menyampaikan beberapa ilustrasi  sekaligus perbincangan awal tentang pentingnya sebuah Business Valuation atau lebih sering disebut dengan <a href="http://andrysianipar.com/2010/08/mengukur-kinerja-bisnis-anda/">Business Appraisal</a>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengukur berapa nilai bisnis Anda tidak dapat dilakukan dengan rumus sederhana, namun dibutuhkan  beberapa kriteria pertimbangan  antara lain :</p>
<p>- Tim di balik bisnis. Tanpa tim yang hebat dan manajemen yang besar, laba bersih, marjin laba atau pendapatan tahunan hanya nomor, dengan tidak ada nilai riil.</p>
<p>- Keuntungan dan pendapatan yang ber-evolusi. Jika Anda memiliki pendapatan sebesar $ 100.000 tahun pertama, $ 300.000 tahun kedua dan $ 700.000 tahun ketiga, mungkin akan lebih menarik daripada bisnis dengan $ 800.000 dalam pendapatan tahun pertama, namun kemudian terjadi penurunan tiba-tiba pada setengah tahun kedua.</p>
<p>- Ukuran pasar dan pangsa pasar. Jumlah pesaing pada setiap pasar dan pangsa pasar yang mereka pegang adalah juga penting meskipun; terlalu banyak pesaing mungkin berarti margin keuntungan yang lebih rendah dan biaya pemasaran yang lebih besar.</p>
<p>Salah satu tujuan besar dari Business Valuation ini adalah  Untuk memahami dimana letak Unit Bisnis Anda berdiri dalam industry yang di geluti. Hasil ini akan digunakan oleh Marketer untuk sekaligus mengukur apakah Bisnisnya sudah sesuai dengan Pangsa Pasar yang diraih, atau apakah harga yang ditawarkan sudah yang terbaik di industry tersebut. Kalau sudah begitu, bisa segera diambil maneuver-manuver bisnis yang tepat dan keuputusan-keputusan yang cerdas. Bisa saja dengan me-rencanakan ulang strategi pemasaranya, re-invest asset yang sudah ada atau malah benar-benar beralih pada industry lain dan merubah target market nya dengan harapan tetap tercapai long term profitable growth.</p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riset Pelanggan dan Korelasinya</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 04:33:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=906</guid>
		<description><![CDATA[Setelah hampir 5 bulan, Ini adalah postingan pertama saya. Berat memang rasanya membiarkan Blog ini terbengkalai, namun apa daya, banyak pekerjaan offline yang cukup menyedot konsentrasi dan tenaga saya. Begitu sampai rumah, hanya tersisa sebagian energy – itupun biasanya masih saya pakai untuk pekerjaan-. Selama 5 bulan belakangan ini, saya kembali “dipertemukan” oleh takdir , [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah hampir 5 bulan, Ini adalah postingan pertama saya. Berat memang rasanya membiarkan Blog ini terbengkalai, namun apa daya, banyak pekerjaan offline yang cukup menyedot konsentrasi dan tenaga saya. Begitu sampai rumah, hanya tersisa sebagian energy – itupun biasanya masih saya pakai untuk pekerjaan-. Selama 5 bulan belakangan ini, saya kembali “dipertemukan” oleh takdir , kepada orang-orang baru yang sangat ahli dibidangnya. Dari mereka, saya diskusi dan belajar banyak hal. Mudah-mudah saya selalu berkesempatan untuk membagikan beberapa point penting yang memang sangat relevan dengan topic pembahasan di <a href="http://andrysianipar.com" target="_blank">Blog Bisnis dan Pemasaran</a> ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-906"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Apapun ukuran Bisnis tempat kita bekerja, keterlibatan proses <strong>“Analisa Konsumen”</strong> merupakan salah satu yang tidak bisa tidak ada. Mengapa begitu ? jawabnya simple ; Karena Bisnis yang ideal haruslah yang bisa <strong>“menjadi solusi”</strong> bagi kebutuhan dan keinginan konsumen. Kali ini , kita akan bahas dengan lebih mendetail mengenai aspek apa saja yang harus ada dalam <strong>“Consumer Research“</strong> dan segala variable terkaitnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum masuk ke pembahasan inti, ada baiknya saya kemukakan dulu alasan kenapa proses “Customer Research”   ini menjadi salah satu tahapan yang tidak boleh diabaikan dalam sebuah bisnis –apapun ukuran bisnis tersebut-. Jika diartikel sebelumnya saya membahas <a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/" target="_blank">Effective Customer Education</a>, lalu sebelumnya juga terkait dengan pembahasan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">Meningkatkan Loyalitas Pelanggan</a>.  Maka, pembahasan kali ini lebih bersifat advanced dari pada pembahasan sebelumnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Customer Research ; Apa yang harus diketahui ?</strong></p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Apa yang mereka pikirkan tentang produk atau jasa yang Anda tawarkan ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Cari tahu hal ini dengan baik, sebab bisa saja jawabannya berbeda dengan asumsi Anda    selama ini.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Mengapa mereka membeli dari Anda dan bukan pesaing Anda ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Pelajari jawaban ini dengan hati-hati lalu perbesarlah kemampuan Bisnis Anda dalam  “melayani “</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li> Apa yang mereka pikirkan tentang harga Anda ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Saya pernah membahas Quality vs Pricing Strategy. Cari tahu, pada level mana saja  Pembeli Anda mengambil keputusan untuk membeli dengan harga yang Anda tetapkan.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Bagaimana mereka menilai kualitas layanan pelanggan Anda  ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;" align="left">Analisa point ini juga dengan seksama. Ingat bahwa kualitas layanan, berpengaruh besar terhadap pertumbuhan volume penjualan Anda.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Bagaimana mereka berpikir Anda bisa mengembangkan atau memperbaiki produk ?</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Ditengah perkembangan teknologi yang kian dinamis, menjadi sangat penting untuk terus  berpikir kreatif dan mengikuti trend yang sesuai. Maka, Pengembangan Produk menjadi hal yang sangat mustahil untuk dihindari.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam bahasa sederhana: Kita harus tahu posisi Bisnis kita sekarang dimana dan untuk bisa menentukan posisi kita selanjutnya akan ada dimana . Jika posisi sekarang seperti apa saja kita tidak tahu, bagaimana mungkin kita bisa menentukan next step selanjutnya ? Untuk itulah kita memerlukan riset.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika seorang konsumen mengeluarkan uang untuk mengkonsumsi suatu produk/jasa, ia secara langsung juga mengkonsumsi sebuah experience, yang kemudian memberi efek persepsi, dan berakhir pada suatu tingkat kepuasan emosional. Kepuasan emosional inilah yang akan menghasilkan sebuah <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank">WOM (Word of Mouth Marketing )</a>. WOM mungkin sering muncul tanpa sengaja, namun sebenarnya bisa direncanakan dengan strategi yang tepat, dengan goal yang diinginkan oleh sebuah unit Bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Yang perlu diperhatikan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">1. Konsumen yang terpuaskan (harapannya akan produk/jasa itu terpenuhi), belum tentu 100% akan menceritakannya kepada orang lain. Misal saat ini ketika ia membeli/mengkonsumsi sebuah produk atau jasa, ia tidak merasakan suatu pengalaman hebat, atau kepuasan emosional yang lebih. Ynag didapat memang sudah diperkirakan, WOM tidak akan muncul. Paling ketika ditanya oleh temannya tentang baguskah produk A? Ia akan menjawab, “Iya lumayanlah ga jelek2 banget kok, sesuai harganya.” WOM muncul karena ditanyakan, bukan karena bangga.</p>
<p style="text-align: justify;">2. WOM positif akan muncul dari suatu experience yang dianggap luar biasa oleh seorang konsumen, yang pada saat itu tingkat kepuasan emosionalnya tinggi. Dengan kata lain, yang didapat ketika melakukan purchase, lebih tinggi dari pengharapannya. Ia merasa surprise, menjadi jatuh hati. Selanjutnya sesuai yang diharapkan perusahaan, ia akan menjadi loyal, dan menyebarkan WOM positif. Tanpa diminta, ia membeberkan pengalaman yang dirasakannya kepada orang-orang terdekatnya. Betapa puasnya dia mengkonsumsi produk/jasa tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kepuasan ini di <strong>Hospitality Management</strong> disebut <strong><em>Emotional Satisfaction</em></strong>. Kepuasan yang muncul karena emosi, terhadap kualitas. Baik dari sebuah produk/jasa, ditambah dengan kualitas experience yang juga dibeli oleh konsumen. Pelayanannya diluar kualitas produknya sendiri, merupakan suatu nilai tambah bagi konsumen, yaitu sebuah pengalaman yang menyenangkan dan hebat bagi banyak orang.</p>
<p style="text-align: justify;">3. WOM negatif adalah suatu fenomena yang paling ditakutin perusahaan atau pengusaha. Karena seorang konsumen yang tingkat kepuasaan, terutama emosionalnya negatif, akan berkoar-koar, bukan hanya ke orang-orang dekatnya saja. Dan ini sangat susah untuk disembuhkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketidakpuasan ini belum tentu dari fisik sebuah produk/jasa, tapi bisa intangible seperti mungkin dari fasilitas, pelayanan dan pengalamannya ketika melakukan purchase. Contoh paling mudah misalnya ketika si A mau beli N70 di sebuah counter telpon selular XYZ di ITC Ambasador. Sebenarnya A sudah tau kualitas teknis hp tsb karena istrinya juga punya. Tapi ketika menanyakan harganya sekarang di toko XYZ, si A tersinggung berat karena Sales yang melayaninya terkesan males2an, tidak sopan, menjawab dengan bahasa tidak jelas, karena waktu itu mulutnya masih sibuk mengunyah nasi goreng (Bukan pengalaman pribadi). Hanya karena hal sepele itu si A marah dan membeli N70 tersebut di toko sebelah!  Dan sepulang dari ITC sampai sekarang, si A selalu menceritakan pengalaman buruknya dan menasehati orang-orang untuk jangan pernah beli hp di toko XYZ tersebut. Tentu saja kadang ceritanya dilebih-lebihkan karena si A emosi berat. Dan, orang-orang yang mendengarnya cenderung untuk percaya, menghindari resiko.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara ekstrim, kecenderungan orang (termasuk saya) jika puas, ia akan cerita mungkin hanya ke 2 atau 3 orang (asumsi batasan hanya 10 orang), itupun suka lupa, dan paling cerita ketika ditanyakan. Tapi jika ia merasa kecewa ketika mengkonsumsi/membeli suatu produk dan jasa, ia akan bercerita ke 7 atau 8 orang, bahkan 10 sekaligus, dan ia tidak pernah lupa. Karena manusia punya sifat mendendam. Lihat saja suara pembaca di koran2, atau ‘halo pak polisi’ di tv pagi hari, banyakan mana orang yang memuji, atau yang kecewa terhadap sesuatu?</p>
<p style="text-align: justify;">Makanya sekarang banyak Unit Bisnis yang membentuk divisi complaint management, untuk meredakan ketidakpuasan konsumen yang bisa berlanjut panjang. Ini dilakukan sebagai bahan intropeksi mereka, agar ke depannya tidak melakukan kesalahan yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Maka menjadi sangatlah penting untuk kemudian merubah mindset kita untuk berusaha mengerti customer, masuk ke dalam sepatu mereka, mencari tahu apa saja yang paling dapat memberinya kepuasan, bukan hanya mengandalkan kualitas teknis produk.</p>
<p style="text-align: justify;"> <strong></strong></p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Effective Customer Education</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 13:39:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Dari sisi pemilik bisnis setelah inovasi produk untuk memenangkan differensiasi dan penentuan pricing yang tepat, kiranya ada sisi lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sisi itu adalah edukasi (calon) pembeli. Secanggih dan seunggul apapun suatu produk seringkali tidak serta merta meningkatkan penjualan. Dari sisi pembeli sendiri harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang kelebihan produk yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Hery-Yustana.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-901" title="Hery Yustana" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Hery-Yustana.jpg" alt="" width="217" height="320" /></a>Dari sisi pemilik bisnis setelah <a href="../../../../../2011/03/marketing-innovation/" target="_blank">inovasi produk</a> untuk memenangkan differensiasi dan <a href="../../../../../2011/03/quality-vs-pricing-strategy/" target="_blank">penentuan pricing yang tepat</a>, kiranya ada sisi lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan. Sisi itu adalah edukasi (calon) pembeli. Secanggih dan seunggul apapun suatu produk seringkali tidak serta merta meningkatkan penjualan. Dari sisi pembeli sendiri harus dilengkapi dengan pengetahuan tentang kelebihan produk yang ditawarkan. <span id="more-900"></span></p>
<p>Kita tidak berbicara tentang bahasa iklan yang tidak akan signifikan efeknya bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan relatif tinggi, salahkan bahasa iklannya yang lebay. Kita berbicara tentang edukasi berlatar pendidikan yang memberikan <span style="text-decoration: underline;">informasi ringan namun mengandung unsur ilmiah</span> kepada masyarakat tentang pentingnya memperhatikan kualitas dari suatu produk. Untuk kemudian diakhir segmen edukasi bisa diselipkan iklan tersamar untuk menggiring opini masyarakat bahwa produk yang kita tawarkan memiliki kualitas tinggi.</p>
<p>Saya tertarik dengan iklan salah satu air minum dalam kemasan yang memberikan informasi tentang pentingnya mengkonsumsi air bersih untuk keluarga. Dalam iklan tersebut diterangkan betapa tubuh manusia yang lebih dari 90%-nya adalah cairan membutuhkan suplai air bersih yang berkualitas. Bersih saja tidak cukup tapi harus mengandung mineral alami yang dibutuhkan oleh tubuh. Lalu kemudian &#8216;sequel&#8217; iklan tersebut mengklaim telah memilih sumber mata air yang terbaik dengan sekain banyak prosedur ilmiah yang dilewati untuk memastikan kualitasnya. Pintar bukan?</p>
<p>Contoh yang sama bisa dilihat pula pada beberapa iklan lain. Obat anti masuk angin, pasta gigi, sikat gigi dan banyak lainnya. Kedepannya  metode iklan &#8216;pintar&#8217; ini akan semakin sering kita lihat, sepertinya.</p>
<p>Saya juga pernah mengikuti pelatihan dari Microsoft tentang suatu produk khusus bagi dunia pendidikan, mirip dengan Google Applications-lah. Tidak ada keharusan untuk membeli produk, tapi setidaknya saya jadi tahu bahwa Microsoft juga punya produk setara punya Google.</p>
<p><strong>Apa Manfaatnya Bagi Klien?</strong></p>
<p>Edukasi yang tepat akan membuat klien ataupun calon klien akan mendapatkan nilai tambah dari produk yang mereka beli. Kita tahu bahwa budaya masyarakat Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga. Dengan bertambahkan pengetahuan klien tentang nilai tambah yang ditawarkan, maka klien tidak lagi merasa sayang membayar lebih mahal untuk suatu produk yang telah diyakini memiliki mutu lebih baik. Jangan lupa ada nilai gengsi yang ditawarkan oleh produk-produk berharga tinggi. Mungkin masih lekat diingatan kita betapa <em>booming</em> smartphone keluaran vendor asal kanada yang membuat produknya sangat laris meskipun sebenarnya teknologinya tidak baru-baru amat. Meskipun serbuan handphone bertata letak keypad QWERTY dari China membludak, tidak sanggup menggoyahkan masyarakat untuk membeli produk keluaran RIM itu. Ada edukasi yang cukup tentang &#8216;teknologi mutakhir&#8217; bernama BBM yang tidak terdapat di handphone &#8216;blackberry-wannabe&#8217;.</p>
<p><strong>Apa Manfaatnya Bagi Vendor?</strong></p>
<p>Mengedukasi calon klien tentu akan menjadi <em>cost</em> tambahan. Tapi sebenarnya ini tergantung sudut pandang. Saya sendiri melihatnya sebagai<strong> <a href="http://andrysianipar.com/2010/02/apa-itu-multi-investasi/" target="_blank">&#8216;investasi&#8217;</a>.</strong> Edukasi secara langsung memberi tahu bahwa suatu vendor memiliki <em>product knowledge</em> yang kuat. Otomatis <em>brand image</em> akan terkatrol, ujung-ujungnya penjualan akan naik. <em>M</em>ake <em>sense?</em></p>
<p>Jadi, kualitas produk yang tinggi dan pricing yang menarik harus diimbangi dengan edukasi di sisi pembeli. Edukasi berbeda dengan bahasa iklan yang <em>vulgar</em> dimana anda terang-terangan menggembar-gemborkan kualitas, tapi lebih dari itu anda memberikan informasi berbasis ilmiah untuk kemudian meningkatkan <em>brand awareness</em> dari sisi pembeli tentang kualitas dari produk anda.</p>
<p>Bagaimana? Setujukah anda tentang pentingnya edukasi pembeli?</p>
<p><strong><em>Penulis adalah blogger pemilik <a href="http://www.bloghery.info/" target="_blank">www.bloghery.info</a> </em><em> yang </em><em>memiliki ketertarikan dalam bidang marketing meski tidak mengenyam pendidikan marketing formal. Suka mengamati fenomena marketing semenjak sering menenangkan istri yang seorang counter sales salah satu merek mobil niaga dar</em><em>i Jepang. </em></strong></p>
<p><em><br />
</em></p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Queue Management</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 11:47:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=895</guid>
		<description><![CDATA[Saya benar-benar terinspirasi dan bergegas menuliskan topik menarik ini setelah menerima sebuah email dari seorang teman di Bandung yang menanyakan beberapa point penting yang sangat terkait hubungannya antara Marketing Communication dengan Meningkatkan Loyalitas Pelanggan. Bisnis teman Saya ini memang sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi Sales Volume maupun juga makin meluasnya Jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Queue-Management.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-896" title="Queue Management" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/05/Queue-Management-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Saya benar-benar terinspirasi dan bergegas menuliskan topik menarik ini setelah menerima sebuah email dari seorang teman di Bandung yang menanyakan beberapa point penting yang sangat terkait hubungannya antara Marketing Communication dengan Meningkatkan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">Loyalitas Pelanggan</a>. Bisnis teman Saya ini memang sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi Sales Volume maupun juga makin meluasnya Jalur Distribusi yang sejak awal memang sudah dirancangnya. <span id="more-895"></span></p>
<p>Kali ini kita akan membahas ; <strong>Queue Management</strong>. Saya tidak mendapati secara tepat padanan kata ini dalam bahasa Indonesia, sehingga Saya biarkan saja tertulis dalam bahasa aslinya. Saya pernah membahas juga secara detail tentang apa yang dimaksud dengan <strong>Marketing Operational Goals</strong>. Dan point nomor dua yang sangat penting dari goal tersebut yaitu mengenai Efisiensi. Nah, ini ada kaitan yang cukup menarik jika kita sambungkan dengan Judul Pembahasan kita di atas. Jika,proses penciptaan nilai memang dimulai dari pelanggan, maka Queue Management ini adalah sebuah strategi yang harus juga mendapat perhatian khusus dari sebuah Unit Bisnis. Hal ini memang karena berdampak langsung terhadap meningkatkan <em>revenues per square foot</em>,merangsang impuls penjualan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Yang berujung pada peningkatan <strong>“nilai”</strong> produk yang kita tawarkan kepada Pelanggan.</p>
<p><strong>Linear Vs. Virtual Queuing </strong></p>
<p>Berdasarkan perkembangan ilmu Pemasaran terbaru, setidaknya ada dua Prinsip dasar Queuing  yang umum digunakan di seluruh bisnis. Yang pertama yaitu ; <strong>Linear</strong><strong> </strong><strong>Queuing</strong><strong>,</strong> ini dideskripsikan sebagai sebuah situasi disaat pelanggan secara fisik berdiri dan berbaris untuk <strong>“mendapatkan”</strong> produk kita dan ini membentuk sebuah konsep praktikal yang juga bisa dinilai sangat efisien. Biasanya Pelanggan yang datang lebih dulu,akan mendapatkan Pelayanan lebih dulu. Secara tradisional <strong>Linear Queuing</strong> ini masih sangat sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Nah,yang kedua inilah yang akan saya bahas secara lebih detail yaitu; <strong>Virtual </strong><strong>Queuing </strong><strong>, </strong>sebuah situasi ketika Pelanggan dan Unit Bisnis melakukan komunikasi secara virtual lewat berbagai sarana komunikasi modern untuk <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk-produk</a> yang memang dijual dalam jumlah besar ataupun sangat Unik dan bernilai jual tinggi, atau juga malah sebaliknya, sebuah Produk yang sangat massal dibutuhkan oleh banyak Pelanggan dalam kurun waktu yang sangat berdekatan sehingga menuntut sebuah Unit Bisnis benar-benar menerapkan fungsi <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank">Komunikasi Pemasarannya</a> secara optimal agar Pelanggan benar-benar ter-update tentang sejauh mana progress dari order mereka.</p>
<p><strong>If They See It They Will Come </strong></p>
<p>Di artikel  Saya,beberapa waktu lalu juga sempat membahas mengenai pentingnya membangun <a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" target="_blank"><strong>Inbound Marketing</strong></a>. Sebuah kondisi, saat Pelanggan lah yang <strong>“menemukan”</strong> dan <strong>“mencari”</strong> Produk Anda. Sebab mereka sudah banyak mendapati testimonial yang cukup impressif mengeni Produk yang Anda tawarkan atau malah masih dalam tahapan R&amp;D namun sudah <strong>“diburu”</strong> oleh Konsumen. Tapi ini adalah tahapan selanjutnya dari bahasan pokok kita kali ini, Apa yang hendak Saya sampaikan dalam point kali ini adalah tentang membangun kembali <strong>“image”</strong> kemudian mengkolaborasikannya dengan pembentukan kenyamanan bertransaksi bagi para pelanggan Anda. Sehingga hasil akhir yang diharapkan adalah Pelanggan Anda nyaman untuk berada pada posisi <strong>“ Virtual</strong> <strong>Queuing “</strong> yang memang Bisnis Anda tawarkan. Tapi ingat, sekali lagi.<a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" target="_blank"> Komunikasi Pemasaran</a> menjadi sebuah komponen penting dalam meng-eksekusi Strategi ini.</p>
<p><strong>Your Queues Will Pay For Themselves </strong></p>
<p>Ketika dilakukan dengan benar,Queuing Management akan menciptakan efisiensi, meningkatkan pendapatan dan sales volume, serta meningkatkan pengalaman  dan Nilai pelanggan. Kalau sudah begini, <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank"><strong>Loyalitas Pelanggan</strong></a> pun bukan lagi sebuah hal yang sulit dicapai. Pada tahapan ini ( ketika nilai dan loyalitas pelanggan sudah baik ) maka definisi ; Pelanggan ( Customers ) bukan lagi hanya Pembeli yang melakukan pembelian ber-ulang ulang kali namun lebih dari pada itu. Pelanggan adalah <strong>“Next Process”</strong> dalam serangkaian Prosedur pelayanan penjualan kepada pelanggan-pelanggan Anda. Indikatornya ketika Strategi ini sudah berjalan baik adalah; Anda akan terus bertanya sambil mengerjakan tahapan-tahapan pelayanan pelanggan kepada organisasi Unit Binis Anda ; <strong>So,what’s the next Process ?</strong></p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beauty Marketing Strategy</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 15:21:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=885</guid>
		<description><![CDATA[Hello teman-teman, maaf saya terlalu lama belum update artikel lagi. Akhir-akhir ini Denpasar masih saja diguyur hujan dengan intensitas yang lumayan tinggi.  Untungnya memang di Bali, daerah resapan air nya masih sangat banyak sehingga seberapapun hujannya, hampir bisa dipastikan tidak akan ada banjir. Belum lagi juga pekerjaan offline yang cukup menyita waktu dan energy saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/04/Beauty-Marketing-Strategy.png"><img class="alignleft size-full wp-image-886" title="Beauty Marketing Strategy" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/04/Beauty-Marketing-Strategy.png" alt="" width="213" height="130" /></a>Hello teman-teman, maaf saya terlalu lama belum update artikel lagi. Akhir-akhir ini Denpasar masih saja diguyur hujan dengan intensitas yang lumayan tinggi.  Untungnya memang di <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a>, daerah resapan air nya masih sangat banyak sehingga seberapapun hujannya, hampir bisa dipastikan tidak akan ada banjir. Belum lagi juga pekerjaan offline yang cukup menyita waktu dan energy saya. Baiklah, untuk menebus keterlambatan saya mengupdate artikel, kali ini kita akan bicara sebuah topic Marketing yang sangat menarik. Kali ini, kita akan bicara dengan Judul <strong>“Beauty Marketing Strategy “</strong>.</p>
<p><span id="more-885"></span></p>
<p>Minggu lalu saya tiba-tiba di email oleh seorang teman lama yang kini menetap di Rusia,Beliau dengan semangat banyak bercerita tentang sisi lain Marketing. Kalau selama ini kita hanya membahas sisi luar dan lebih berorientasi profit, ternyata justru banyak Bisnis besar didunia yan besar karena banyak <strong>“bersedekah”</strong> dan menempatkan profit sebagai nomor selanjutnya. Lantas apa kaitannya dengan judul pembahasan kita kali ini ? mari kita uraikan satu per satu. Pernah dengar bahwa seorang Pebisnis kelas dunia yang kemudian Menjadi seorang Philanthrophis ? itu sudah biasa,khan  ? lalu bagaimana kalau seorang Pebisnis pemula seperti Anda sudah menjadi Philantrophis ? Apa yang saya maksud disini bukan hanya melulu tentang berderma dengan harta dan uang. Memulai Bisnis dengan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/apa-motivasi-bisnis-anda/" target="_blank">Mindset dan motivasi</a> <strong>“berderma”</strong> pun sudah merupakan Point sendiri yang bernilai tinggi, baik dimata manusia maupun di hadapan sang Pencipta.</p>
<p><strong>Perhatikan Selera dan Trend Pasar</strong></p>
<p>Saya pernah secara tersirat membahas di artikel artikel sebelumnya kalau Pemasaran tidak boleh berjalan terlalu jauh dari fenomena-fenomena sekitar kita. Ingat, bahwa yang disebut <strong>“Pasar”</strong> adalah sekumpulan orang yang mempunyai ; Keinginan,Kebutuhan dan Daya beli. Tanpa satu hal ini maka belum bisa dikatakan sebagai “ Pasar” .  Maka sudah tugas kita untuk terus membaca dan mempelajari <strong>“Trend Pasar”</strong> yang sedang berkembang saat ini.   Setelah itu , bangun sebuah mindset yang sangat menakjubkan ! orientasikan tujuan Pemasaran Anda pada meraih sebanyak banyaknya <strong>“kebaikan”</strong> yang bisa dirasakan manfaat nya oleh sebanyak – banyak nya orang. Ingat, Niat awal itu sangatlah penting. Ketika Anda hendak membangun pabrik Sandal,misalnya. Maka <strong>“taruh”</strong> hati Anda tentang bagaimana memberikan sandal kualitas terbaik sehingga para konsumen Anda bisa melindungi Telapak kakinya dari segala hal yang mungkin tidak baik atau malah menyakiti kaki. Disinilah salah satu Point <strong>“ Beauty</strong> <strong>Marketing “</strong> yang saya maksud. Kalau sudah begitu, biarkan Tuhan membantu tujuan-tujuan kebaikan Anda .</p>
<p><strong>Perluas Jangkauan Distribusi</strong></p>
<p>Kalau mau menjangkau Pasar yang lebih luas makan tidak ada pilihan yang lain kecuali memperluas Jaringan Distribusi. Banyak <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">Produk hebat</a> yang kemudian menjadi <strong>“slow moving”</strong> karena jaringan distribusinya tidak luas dan kurang menjangkau pasar terluar. Akibatnya, Konsumen harus menempuh jarak yang cukup jauh misalnya ,untuk mendapatkan produk tersebut. Teman, Perluasan jangkauan Distribusi benar benar sangat penting. Berdirilah tepat didepan pintu <strong>“target pasar”</strong> Anda jika ingin terus memenangkan hatinya. Jaringan Distribusi juga terkait langsung dengan <strong>“ Sales Volume”,</strong> bagaimana mau mendapatkan volume tinggi kalau Jaringan Distribusinya saja terbatas. Kecuali memang, strategi Distribusi Anda menggunakan strategi tunggal dan tertutup ( Kita akan bahas di artikel Saya yang lain)</p>
<p><strong>Private Label</strong></p>
<p>Setelah semua tahapan diatas terpenuhi, maka tugas Anda selanjutnya adalah melakukan <strong>“Branding”</strong>, Sebuah tugas Marketing yang tidak pernah selesai adalah <strong>“Branding”</strong> kenapa demikian ? Jelaslah bahwa ini terkait erat dengan <strong>“wajah”</strong> Bisnis Anda di mata konsumen,Pesaing maupun di mata calon Pasar yang tertarik dengan Produk-Produk Anda. Apalagi sekarang pertukaran Informasi seudah sangat cepat dan realtime ,Brand bisa saja dibangun dengan cepat (bukan Instant ) namun ada juga yang  malah sebuah berakhir dengan cepat juga,karena sebuah beberapa kesalahan atau malah  <em>Unfair Business Technique</em> yang diterapkannya.  <strong>Beauty Marketing Strategy</strong> adalah sebuah gagasan menarik tentang bagaimana kolaborasi dalam takaran yang tepat tentang bagaimana membangun sebuah Bisnis yang berkarakter baik,mensejahterakan dan yang paling penting adalah fair.</p>
<blockquote><p><strong>The golden rule for every business man is this: &#8220;Put yourself in your customer’s place&#8221;.</strong> – <em>Orison Swett Marden</em></p></blockquote>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing Innovation</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 14:40:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Kira-kira apa yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar sebuah kata yang sangat powerful – Inovasi &#8211; ? pastilah Anda berpikir tentang sebuah terobosan baru atau sebuah penemuan baru yang menakjubkan dan bisa “memperbaiki” kekurangan dari sebuah produk sebelumnya. Inovasi memang sebuah kata yang ajaib dan haruslah melalui sebuah proses yang panjang untuk kemudian sebuah Binis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-866 alignleft" title="MARKETING-INNOVATION" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/03/MARKETING-INNOVATION1.jpg" alt="" width="150" height="150" />Kira-kira apa yang terlintas dipikiran Anda ketika mendengar sebuah kata yang sangat powerful – Inovasi &#8211; ? pastilah Anda berpikir tentang sebuah terobosan baru atau sebuah penemuan baru yang menakjubkan dan bisa <strong>“memperbaiki”</strong> kekurangan dari sebuah produk sebelumnya. Inovasi memang sebuah kata yang ajaib dan haruslah melalui sebuah proses yang panjang untuk kemudian sebuah Binis mendeklarasikan bahwa mereka ber-inovasi. Yang dikhawatirkan adalah dengan sedikit melakukan perbaikan maka sebuah Bisnis sudah merasa ber-inovasi. Bukan itu yang sebenarnay dimaksud dengan Inovasi. Lebih dari itu Inovasi dapat diartikan sebagai sebuah hasil kerja kreatif yang mampu memberikan solusi baru dan  komprehensif sehingga penciptaan <strong>&#8220;nilai&#8221;</strong> <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk </a>benar-benar bisa dirasakan secara maksimal oleh pengguna nya.</p>
<p><span id="more-864"></span></p>
<p>Saya baru saja menghadiri sebuah acara tahunan yang sangat special yang diberi nama <a href="http://balispiritfestival.com" target="_blank">Bali Spirit Festival</a>. Sebuah acara yang dikemas secara baik dan cukup meng-akomodir konsep multi cultural dari berbagai <strong>“konsep pemikiran”</strong> baik budaya,musik maupun agama. Saya bertemu teman-teman lama dari berbagai Negara yang memang rajin mengunjungi Bali .  Ada berbagai konsep marketing yang mereka bagikan kepada Saya,salah satunya adalah mengenai bahasan kita kali ini ; <strong>“Innovation in Marketing”</strong>.  Langsung saja kita bahas point-point nya :</p>
<p><strong>Diferensiasi Produk</strong></p>
<p>Sudahkah Anda paham betul dengan definisi Produk ? kalau belum, mari Saya jabarkan apa saja yang termasuk dan bisa dsebut sebagai Produk . Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan</p>
<ul>
<li>Barang fisik</li>
<li>Jasa</li>
<li>Pengalaman</li>
<li>Peristiwa</li>
<li>Orang</li>
<li>Tempat</li>
<li>Properti</li>
<li>Organisasi</li>
<li>Informasi</li>
<li>Ide/gagasan</li>
</ul>
<p>Dan jumlah ini masih akan terus bertambah seiring kompleksnya perkembangan ilmu <a href="http://andrysianipar.com" target="_blank">Bisnis dan Pemasaran</a>. Apa yang menarik dari titik ini adalah bahwa, bahwa inovasi di marketing tidak terbatas pada produk saja melainkan juga bagaimana mencari saluran yang baru, menemukan proses marketing yang efektif, menciptakan segment,hingga kepada penciptaan konsep yang sesuai dengan tuntutan pasar. Itu artinya, <strong>Inovasi Produk bukan lah sebuah elemen yang berdiri sendiri, ada komponen-komponen Bisnis dan Pemasaran lainnya yang sangat berperan dan sangat mempengaruhi hasil akhirnya</strong>. Inovasi bisa memberikan <strong>“nilai lebih”</strong> jika sang innovator mampu menyediakan sesuatu yang berbeda dimomentum yang tepat kepada segment pasar yang tepat pula.</p>
<p>Berikut ini adalah tips jitu untuk teman-teman pembaca<a href="http://andrysianipar.com" target="_blank"> Blog Bisnis dan Pemasaran</a> ini jika berhasrat ( dan memang harusnya ) menelurkan sebuah Inovasi yang membuat Bisnis Anda makin kuat dan menghasilkan Long term Profitable Growth yang baik dan berkelanjutan sebaiknya mempelajari hal berikut ini :</p>
<p>1.      Temukan <strong>Laggards</strong> ( kelompok tingaktan terendah dalam klasifikasi tingkat konsumen ) lalu, buat mereka terstimulus dengan penawaran Inovasi Anda. Perhatikan ! Kalau mereka menolak, maka perbaiki dulu <strong>“infrastruktur” </strong>Bisnis Anda sebelum Anda benar-benar me-launch produk baru Anda . Kenapa demikian ? karena dengan analisa ini Anda bisa tahu seberapa besar <strong>“kedalaman”</strong> pasar yang bisa Anda raih. Berarti ada Infrastruktur komunikasi yang perlu dibenahi.</p>
<p>2.      Temukan <strong>Late Majority</strong> ( satu tingkat lebih baik dari Laggards ) lalu,beri mereka perlakuan yang berlawanan dengan laggards. Maka Anda akan menemukan sebuah pola <strong>“tanggapan”</strong> yang cukup berbeda,sehingga Anda punya gambaran jelas tentang seberapa besar nya Potensi Pasar terhadap Produk Inovasi Anda.</p>
<p>3.      Lalu, dari kedua hasil riset diatas makan rumuskanlah, sebuah konsep atau sebuah Strategi Pemasaran yang bisa membuat Produk Inovasi Anda <strong>“meraih</strong>” kedalaman yang cukup untuk membuat kelompok <strong>Early Adopter</strong> “menyerap” produk Anda tersebut. Kalau kemudian hasil analisa ini tidak sesuai dengan <strong>“nilai investasi”</strong> yang Anda korbankan, maka  yang wajib diperhatikan adalah dukungan dari aspek lingkungan terhadap inovasi kita. Selain itu juga segmentasi inovasi harus jelas ditujukan kepada siapa. Terakhir, pandailah melihat momentum sehingga inovasi yang terlahir tidak menjadi sia-sia . Ini artinya si inovator harus jeli melihat kesesuaian antara budget dengan inovasi yang hendak diusungnya.</p>
<p>Kesimpulan Akhir yang hendak saya sampaikan kepada teman-teman sebagai Pebisnis dan Marketer adalah agar Jangan Takut dalam ber-inovasi. Saya sangat menyarankan untuk melakukan Inovasi secara keseluruhan ;  elemen marketing mix, termasuk proses dan strategi, serta engineering. Karena bila sebuah perusahaan sukses berinovasi diproses dan teknologi, maka akan ada inovasi produk yang baru dan berkualitas pula. Hope it would help dan sampai jumpa lagi di Artikel menarik saya selanjutnya.</p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Quality VS Pricing Strategy</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 15:10:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=857</guid>
		<description><![CDATA[Ada rasa bersalah yang muncul ketika membiarkan untuk beberapa saat Blog Bisnis dan Strategi Pemasaran ini tidak menghadirkan artikel artikel terbarunya. Maklumlah, Saya juga disibukkan dengan aktivitas Saya di dunia offline, Saya ingat betul , terakhir update artikel itu di hari Pengerupukan – satu hari menjelang Hari Raya Nyepi- setalah itu Saya juga kedatangan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada rasa bersalah yang muncul ketika membiarkan untuk beberapa saat <a href="http://andrysianipar.com" target="_self">Blog Bisnis dan Strategi Pemasaran</a> ini tidak menghadirkan artikel artikel terbarunya. Maklumlah, Saya juga disibukkan dengan aktivitas Saya di dunia offline, Saya ingat betul , terakhir update artikel itu di hari Pengerupukan – satu hari menjelang<a href="http://andrysianipar.com/2011/03/selamat-hari-raya-nyepi-tahun-caka-1933/" target="_blank"> Hari Raya Nyepi</a>- setalah itu Saya juga kedatangan beberapa teman lama dan Keluarga besar di Bali juga sedang ada beberapa acara yang melibatkan Saya didalamnya. Sebetulnya ada satu event lagi yang akan cukup menarik yaitu <a href="http://www.balispiritfestival.com/" target="_blank">Bali Spirit Festival 2011</a>. Sebuah acara tahunan yang menarik dan sayang sekali untuk dilewatkan.</p>
<p><span id="more-857"></span></p>
<p>Di artikel kali ini kita akan bicara sebuah Strategi Pemasaran yang cukup powerful dan banyak sudah yang membuktikannya sebagai sebuah kekuatan tersendiri ditengah maraknya persaingan Bisnis. Kali ini, kita akan bicara Mengenai Diagonal Marketing. Kira-kira apa yang terlintas dikepala Anda ketika membaca judul artikel Saya kali ini ?  Saya harap Anda tidak mengalami Missing Link kelika membaca artikel kali ini. Atau Saya  memang sengaja menyarankan Anda untuk membaca beberapa artikel terkait yang berhubungan erat dengan artikel kali ini. Baiklah  kita mulai saja pembahasannya :</p>
<p><strong>Penetapan Diagonal Pricing</strong></p>
<p>Pricing merupakan salah satu komponen <strong>“Marketing Mix “</strong> yang sifatnya cukup flexible, dalam artian memang <strong>“memungkinkan”</strong> untuk dirubah atau direvisi setiap waktu atau periode tertentu. Tapi saran Saya, berhati-hatilah dalam menetapkan Pricing, jangan terlalu <strong>“sering”</strong> merevisi nya. Bukan hanya tidak baik bagi kondisi cashflow sebuah Unit Bisnis namun juga tidak baik untuk membangun kepercayaan jangka panjang dengan para Pelanggan Anda. Coba perhatikan Ilustrasi dibawah ini :</p>
<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/03/kotler-ANAND.png"><img class="alignnone size-full wp-image-858" title="Quality VS Pricing Strategy" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/03/kotler-ANAND.png" alt="" width="586" height="513" /></a></p>
<p>Sisi kiri mewakili  <strong>Quadran  Quality</strong> dan <strong>Qaudran Y mewakili Price Percentage</strong>. Perhatikan baik baik sisi diagonal nya. Inilah yang Saya maksud dengan <strong>Diagonal Marketing</strong>, perusahaan menawarkan produk bermutu tinggi dengan harga tinggi, sementara ada perusahaan perusahaan menawarkan produk berkualitas sedang dengan harga sedang dan produk berkualitas rendah dengan harga rendah (semua dapat berjalan sesuai dengan strateginya masing-masing). Yang cukup “mengerikan” dan menjadi sebuah ancaman adalah ketika ada Unit bisnis lain yang mencoba masuk ke Pasar yang sama tapi dengan strategi yang lebih dahsyat , perhatikan baik baik table nya ; ditujukan untuk <strong>“menyerang”</strong> posisi yang mengambil strategi diagonal  perusahaan dengan strategi 2 mengatakan bahwa: <strong>“produk kami memiliki kualitas sama tingginya dengan produk 1, tetapi kami menawarkan harga lebih rendah”.</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Kalau begitu mana yang lebih baik ? <strong>Strategi Diagonal</strong> atau <strong>Strategi Nilai Super</strong> ( ketika Produk dengan kualitas tinggi dijual dengan harga rendah ). Saya tidak secara explicit juga mengatakan kalau Strategi yang satu lebih baik dari Strategi yang lain. Namun sebaiknya memang para Marketer dan Pebisnis berpikir tentang tujuan jangka panjang nya yaitu mecapai <strong>Long Term Profitable Growth</strong> ketimbang keuntungan besar namun sesaat.  Lalu juga ini menjadi sebuah pembelajaran menarik bagi para Konsumen untuk benar-benar memperhatikan ada dimana posisi <strong>“belanja”</strong> mereka. Kalau memang kualitas tinggi namun harga nya juga tinggi biasanya dibarengi dengan berbagai layanan after sales service yang memuaskan,jika dibandingkan dengan membeli produk kualitas tinggi pada level harga yang paling rendah namun justru berujung kekecewaan karena after sales service nya sangat kurang diperhatikan. Sampai sini dulu pembahasan kali ini. Kita akan membahas strategi lain yang tidak kalah menariknya di artikel artikel Saya berikutnya… Hope it helps !</p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Inbound Marketing</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Feb 2011 14:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=829</guid>
		<description><![CDATA[Baru kali ini Saya menyempatkan diri untuk update artikel, padahal banyak pemikiran,ide dan beberapa point yang datang dan hinggap dikepala Saya namun belum berkesempatan untuk menuliskannya.  Kali ini kita akan bicara satu topic menarik juga dari serangkaian disiplin ilmu Pemasaran. Pembahasan kita Kali ini saya beri judul Inbound Marketing, Sebuah strategi yang bukan lagi baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-830" title="InboundMarketing" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/02/InboundMarketing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Baru kali ini Saya menyempatkan diri untuk update artikel, padahal banyak pemikiran,ide dan beberapa point yang datang dan hinggap dikepala Saya namun belum berkesempatan untuk menuliskannya.  Kali ini kita akan bicara satu topic menarik juga dari serangkaian disiplin ilmu Pemasaran. Pembahasan kita Kali ini saya beri judul Inbound Marketing, Sebuah strategi yang bukan lagi baru namun sudah banyak sekali di adopsi oleh banyak unit Bisnis besar didunia. Jika Anda menemukan adanya <strong>“missing link”</strong> dari artikel Saya kali ini, maka Saya sarankan untuk membaca terlebih dahulu <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/" target="_blank">Persuasive Marketing</a>, <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/the-psychology-of-selling/" target="_blank">The Psychology of Selling</a> , <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/engagement-marketing/" target="_blank">Engagement Marketing</a> dan beberapa artikel terkait lainnya supaya Anda  dapat memahaminya secara komprehensif.</p>
<p><span id="more-829"></span></p>
<p>Beberapa hari lalu, saya sempat berdiskusi dengan salah satu teman yang juga seorang Exporter untuk beberapa produk furniture di <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a>. Kami sampai pada sebuah pembahasan menarik mengenai semakin maraknya dan semakin terlihat geliat bisnis yang besar dari beberapa organisasi bisnis yang berangkat dari status UKM dan kemudian cukup besar dan kuat untuk bisa terus berkembang dan mendeklarasikan diri mereka sebagai sebuah unit Bisnis yang mapan dan siap bersaing dengan produk produk serupa dalam Industri tersebut. Apa yang hendak saya sampaikan dari hasil kesimpulan saya beberapa hari ini mengenai kaitannya dengan <a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/" target="_blank">Inbound Marketing </a>adalah sebagai berikut :</p>
<p><strong>Bagaimana Mekanisme Inbound Marketing ?</strong></p>
<p><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing </a>dapat saya katakan cukup mewakili hirarki <strong>“Modern Marketing” </strong>sedangkan lawan dari Inbound Marketing tentu saja adalah Outbound Marketing atau <strong>“Traditional Marketing”</strong>.  Bagian terhebat dari Strategi Inbound Marketing ini adalah tentang bagaimana Menciptakan sebuah <strong>“content”</strong> Pemasaran yang sangat baik dan benar-benar menarik Pasar untuk tahu lebih lanjut tentang Produk yang Anda tawarkan. Apa yang Saya maksud dengan Content ini adalah tentu saja terkait dengan berbagai komponen penyusun Strategi Marketing Anda. Memang Inbound Marketing ini, bukanlah sebuah Basic Strategi, namun sebuah Advanced strategi yang cukup baik diterapkan dengan tingkat efisiensi yang tinggi. Ingat pembahasan kita minggu lalu , bahwasanya profit adalah hal ketiga yang baru akan terjadi kalau kita sudah punya dua komponen sebelumnya, Yaitu ; Market Share dan Efisiensi. Tujuan akhir dari penerapan Stategi Inbound Marketing ini adalah tentang bagaimana jumlah “Pelanggan” Anda bisa terus tumbuh melalui peningkatan kualitas dan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">loyalitas pelanggan</a>, <a href="http://andrysianipar.com/2010/12/marketing-conversation/" target="_blank">Marketing Conversation</a> yang baik dan tentang Inovasi hebat dengan menhasilkan Produk Produk baru yang memenuhi kriteria Kualitas yang sesungguhnya. Sehingga cerita akhir dari Strategi Inbound Marketing ini adalah tentang bagaimana sebuah Bisnis itu benar-benar <strong>“ditemukan”</strong> oleh pelanggan nya dengan mudah dan efisien dan bukannya berpromosi secara massive namun tidak ter-target dan tidak secara signifikan  menghasilkan.</p>
<p><strong>Relevansi Inbound Marketing dengan Saluran Distribusi dan Promosi</strong></p>
<p>Inilah dua hal menarik yang layak kita bahas secara cepat namun tetap mengena essensinya. Kalau strategi dasar Ilmu Pemasarn adalah 4P yang kemudian terus berkembang dan mengalami banyak modifikasi dan penyesuaian dengan trend pasar yang ada, maka Inbound Marketing tetaplah memenuhi persyaratan berlangsungnya dan berkolaborasinya strategi 4P tersebut dengan memaksimalkan fungsi <strong>“Place = Distribution Channel”</strong> dan <strong>“Promotion = Conversation “</strong> .  Banyaknya saluran Distribusi yang tersedia dan semakin mudahnya  menemukan sarana berpromosi , di satu sisi memang menambah marak persaingan Bisnis dan semakin cepatnya Product Life Cycle berlangsung. Namun ini sekaligus juga menghadirkan sebuah kesempatan untuk terus menciptakan sebuah Produk yang Inspiratif dan bagaimana menyajikan sebuah<a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/"> Creative Customer Attraction</a> sehingga tujuan akhir dari sebuah Bisnis yaitu mencapai<strong> “Long term Profitable Growth”</strong> benar-benar bisa tercapai secara maksimal.</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Change with your business or be left behind. &#8220;It is not the strongest of  the species that survive, nor the most intelligent, but the one most  responsive to change.&#8221;</strong></p></blockquote>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/">Appearance Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Appearance Marketing</title>
		<link>http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/</link>
		<comments>http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 14:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Andry Sianipar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://andrysianipar.com/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Sengaja Saya berpikir lama untuk menentukan Judul apa yang paling tepat untuk Artikel saya kali ini. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua ditahun 2011 ini. Keluarga, Teman, dan kolega saya di Bali pun mulai terlihat sibuk mempersiapkan banyak hal . Sebab Hari Raya Nyepi hanya tinggal beberapa minggu lagi. Satu hari dalam setahun yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/02/Appearance-Marketing.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-823" title="Appearance Marketing" src="http://andrysianipar.com/wp-content/uploads/2011/02/Appearance-Marketing-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Sengaja Saya berpikir lama untuk menentukan Judul apa yang paling tepat untuk Artikel saya kali ini. Tidak terasa kita sudah memasuki bulan kedua ditahun 2011 ini. Keluarga, Teman, dan kolega saya di <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/pesta-kesenian-bali-2010/" target="_blank">Bali</a> pun mulai terlihat sibuk mempersiapkan banyak hal . Sebab <a href="http://andrysianipar.com/2010/03/selamat-hari-raya-nyepi/" target="_blank">Hari Raya Nyepi</a> hanya tinggal beberapa minggu lagi. Satu hari dalam setahun yang begitu menakjubkan dan memberi berbagai suguhan menarik. Namun bukan itu yang penting, yang penting adalah bagaimana pelaksanaan Tapa Brata dan menjaga keharmonisan dengan alam dan isinya. Kali ini kita akan membahas salah satu aspek penting dalam <strong>Ilmu Pemasaran</strong> , sengaja saya pilihkan ;  <strong>Appearance Marketing</strong> santapan kita kali ini .</p>
<p><span id="more-822"></span></p>
<p>Kalau merujuk pada asal kata Appearance itu sendiri bermakna sebagai <strong>“Penampilan”</strong>. Lalu kalau bertemu kata kedua maka sudah jelas ini menjadi seberapa menariknya <strong>“Penampilan Bisnis”</strong> Anda. Mari kita bahas point point apa saja yang terkait ;</p>
<p><strong>Business Mindset</strong></p>
<p>Kemarin kita juga bicara tentang <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/the-entrepreneurial-mindset/" target="_blank">The Entrepreneurial Mindset</a> , maka sekali lagi saya menempatkan ini dipoint pertama sebab memang inilah hal fundamental yang harus kita “analisa” dan kita “revisi” apabila ada anomali-anomali dalam proses Bisnis yang berjalan. Mindset adalah sebuah asset yang perawatannya dilakukan secara kontinyu dan harus benar-benar berhati-hati menjaganya. Saya tidak mengatakan bahwa ini adalah tugas berat. Apa yang ingin saya katakan adalah tentang pentingnya kita meyakini sesuatu secara positif sehingga apa yang kita pancarkan juga bersifat positif.</p>
<p><strong>Deliver better Customer Attraction</strong></p>
<p>Silakan baca kembali artikel saya sebelumnya yang berjudul <a href="http://andrysianipar.com/2011/01/creative-customer-attraction/" target="_blank">Creative Customer Attraction</a>. Appearance Marketing yang ingin saya sampaikan disini adalah tentang prinsip-prinsip atau point apa saja yang membuat <strong>“Penampilan Bisnis”</strong> kita lebih menarik dan membuat Pembeli menjadi pelanggan dan membuat <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/meningkatkan-loyalitas-pelanggan/" target="_blank">pelanggan</a> tidak memiliki alasan untuk mendapatkan <a href="http://andrysianipar.com/2010/07/inspirasionalkah-produk-anda/" target="_blank">produk </a>yang kita jual dari competitor kita. Ingat, saya menitikberatkan pada pembangunan kualitas internal Bisnis kita dibandingkan membangun kesibukan <strong>“menganalisa pesaing”</strong>. Memang analisa pesaing itu sangat penting dan harus ada dalam sebuah unit Bisnis, Namun saya tidak nyaman jika menempatkan ini dalam Top Lists yang harus diprioritaskan. Point ini mengahruskan kita untuk bisa menghadirkan bentuk-bentuk pelayanan konsumen yang lebih baik dari yang dilakukan Unit Bisnis lainnya. Dalam ilmu pemasaran modern juga dikenal tentang sbuah Konsep yang sangat Powerful bila Anda terapkan, konsep ini dikenal dengan nama <strong>Marketing Utility Concept</strong> . Ada empat hal yang harus Anda perhatikan jika ingin menerapkan Konsep ini</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Form </strong> :   Maksimalkan nilai guna “bentuk” produk Anda supaya memenui kebutuhan pasar dan memecahkan masalah mereka  selama ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Time </strong> : Nilai guna waktu, perhatikan baik-baik kapan waktu yang paling tepat supaya produk Anda benar – benar “dicari” dan bisa diserap oleh Pasar secara maksimal.</p>
<p style="text-align: left;"><strong> Place </strong> : Semakin mudah produk Anda didapatkan , maka akan semakin meningkat pula Sales Volume nya. Maksimalkan point ini, buatlah Produk Anda benar benar hadir di Bentuk yang Tepat,Waktu yang tepat dan mudah untuk dibeli.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Posession </strong>: Kepemilikan,point ini sudah banyak sekali di terapkan oleh banyak Unit Bisnis didunia, adalah tentang bagaimana mengupayakan Konsumen untuk “memiliki” produk yang kita jual secara mudah. Dan Bank serta berbagai perusahaan Finance sebagai intermediary, benar-benar melihat peluang ini . Maka muncul lah berbagai tawaran cicilan dan kemudahan-kemudahan pembayaran lainnya.</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: justify;">
<p><strong>Do things differently</strong></p>
<p>Cara terburuk dan terkonyol dalam Berbisnis adalah : Melakukan <a href="http://andrysianipar.com/2010/10/mengapa-saya-perlu-strategi/" target="_blank">Strategi</a> dan teknik pemasaran yang sama dengan Kompetitor Anda dengan harapan mencapai kesuksesan yang sama besarnya. Mengapa saya katakan Konyol ? sebab tidak mungkin kita menyelesaiakn masalah dengan tingkat kesulitan yang semakin kompleks namun dengan cara yang sudah terpakai sebelumnya. Maka diperlukanlah Inovasi-inovasi Bisnis yang dinamis sehingga benar-benar semakin ramai dan Anda semakin yakin bahwa Anda memiliki peluang yang sama besarnya untuk meraih kesuksesan atas Bisnis yang Anda jalankan. Hope it would help !</p>
<p><strong> </strong></p>
<blockquote><p><strong>Remember the two benefits of failure. First, if you do fail, you learn what doesn&#8217;t work; and second, the failure gives you the opportunity to try a new approach.</strong><strong> </strong></p></blockquote>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>

<script type="text/javascript">
window._wp_rp_static_base_url = "http://dtmvdvtzf8rz0.cloudfront.net/static/";

</script>
<h2  class="related_post_title">Artikel Terkait</h2><ul class="related_post wp_rp" style="visibility:visible;"><li position="0"><a href="http://andrysianipar.com/2012/10/marketing-entrepreneur/">Marketing Entrepreneur</a></li><li position="1"><a href="http://andrysianipar.com/2012/02/menentukan-nilai-bisnis/">Menentukan Nilai Bisnis</a></li><li position="2"><a href="http://andrysianipar.com/2011/11/riset-pelanggan-dan-korelasinya/">Riset Pelanggan dan Korelasinya</a></li><li position="3"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/effective-customer-education/">Effective Customer Education </a></li><li position="4"><a href="http://andrysianipar.com/2011/05/queue-management/">Queue Management</a></li><li position="5"><a href="http://andrysianipar.com/2011/04/beauty-marketing-strategy/">Beauty Marketing Strategy</a></li><li position="6"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/marketing-innovation/">Marketing Innovation</a></li><li position="7"><a href="http://andrysianipar.com/2011/03/quality-vs-pricing-strategy/">Quality VS Pricing Strategy</a></li><li position="8"><a href="http://andrysianipar.com/2011/02/inbound-marketing/">Inbound Marketing</a></li><li position="9"><a href="http://andrysianipar.com/2011/01/persuasive-marketing/">Persuasive Marketing</a></li></ul>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://andrysianipar.com/2011/02/appearance-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
