2011
Archive of ‘motivational’ category
Setelah kemarin kita bicara banyak secara berturut-turut dan sengaja saya sajikan secara sistematis . Kita sudah pernah bicara tentang The Surpising Power, lalu kita lanjutkan dengan Creative Customer Attraction dan terakhir, kita bahas tentang Persuasive Marketing. Saya berharapan baik, supaya Anda bisa mendapatkan pemahaman yang komprehensif dari pembahasan kita, sehingga jika kita kaitkan dengan topic kali ini, bisa benar benar memberikan nuansa pemikiran baru dan bisa menginspirasi Anda dalam menentukan langkah-langkah bisnis selanjutnya .
Ada beberapa hal menarik yang saya jumpai di penghujung akhir tahun 2010 ini,dari sekian banyak informasi yang datang dan menghampiri saya atau juga yang memang sengaja saya cari , secara singkat saya menyimpulkan kalau sekarang ini paradigma masyarakat kita sudah mulai bergeser ke-arah yang cukup baik.Yaitu mulai tumbuhnya kesadaran untuk sebisa mungkin membangun lapangan kerja dan menjadi Juragan atas dirinya sendiri.Dan saya dengan senyum yang sangat optimis tentu menyambut baik hal tersebut. Ini merupakan secuil bukti bahwa masyarakat kita sudah lebih sadar dan mandiri mengenai pentingnya “menciptakan” peluang peluang bisnis baru di Indonesia. Tentu saja harapan jangka panjangnya adalah kita sebagai bangsa bisa lebih memiliki nilai jual yang sejajar atau bahkan lebih tinggi dibandingkan Negara Negara lain, sebab kita memiliki sumber daya yang sangat potensial untuk bisa terus berkembang dan menghasilkan produk produk yang sangat berkelas.
Ada hal yang menarik lagi yang saya jumpai ketika bertemu beberapa teman teman baru di Bali. Kali ini memang segment yang saya jumpai juga adalah segmen pebisnis yang sudah cukup lama bergelut di bidangnya masing-masing.Pembicaraan kali ini berkisar tentang Pemenang,Pecundang dan yang dianggap sebagai underdog.
Sungguh merupakan sebuah pengalaman yang menyenangkan karena Takdir mempertemukan saya dengan seorang blogger sekelas Mas Hengky sang Juragan VCC .Sebenarnya saya memang sudah lama tahu kalau Mas Hengky akan bertandang ke Bali. Setelah membaca postingan di Blog nya yang mengatakan dia sudah di Bali maka saya langsung ” sergap ” dia via YM. Memang saya baru bisa menemui dia setelah jam kantor usai. Bagaimanapun saya tidak bisa meninggalkan kewajiban saya di Perusahaan tempat saya mengabdikan diri.
Pernahkah Anda menghadapi otoritas, misalnya saja orang tua Anda sendiri, atasan, dosen, atau ketua tim dengan rasa enggan dan tertekan? Terkadang keengganan diwarnai juga rasa takut, rasa bersalah, merasa tidak berarti, tidak berharga, sampai-sampai tubuh seakan kehilangan energi untuk bicara dan tak punya ambisi untuk berprestasi. Hati-hati, mungkin tanpa disadari, Anda adalah korban pelecehan psikologis.
Iqro’: Bacalah, demikian setiap insan diperintahkan. Pertanyaannya: membaca yang seperti apa? Rasanya bukan sekedar perintah membaca seperti membaca biasa, bukan?
Banyak sekali kenalan yang saya temui memberi komentar, masukan dan usul tentang tulisan saya. Ternyata banyak juga yang ‘membaca’ tulisan saya. Saya garis bawahi ‘membaca’ yang benar-benar ‘membaca’, karena ternyata kritik, masukan dan usulan berdatangan. Artinya membaca di sini diwarnai dengan daya pikir yang total, mengingat, menganalisa dan bahkan membayangkan implementasinyadi kehidupan sehari hari. Dari diskusi dengan para pembaca setia ini, hampir selalu timbul ide-ide untuk melahirkan materi tulisan baru yang menarik.
Teman saya, pemilik dua perusahaan besar, mengeluh dan mempertanyakan mengapa spirit di dua perusahaannya sangat berbeda. Perusahaan pertama usianya 12 tahun, sementara yang kedua tidak lebih dari 10 tahun. Perusahaan yang lebih ‘dewasa’ dan sudah berkembang baik, sulit dikatakan punya ‘spirit’ yang segar. Karyawannya pulang ‘teng-go’ (tepat jam 5 sore), bersikap hati-hati dan cenderung ‘cari aman’. Sementara, begitu memasuki perusahaan yang lebih ‘muda’, terasa dinamika dan semangat, seolah suasana yang kita alami ketika bergadang di ruang senat mahasiswa, mengerjakan proyek organisasi. Yang jelas, memasuki dua lingkungan kerja yang berbeda ini, “mood” kita langsung beda, padahal lokasinya di gedung yang sama, hanya berbeda lantai.
Mempunyai beberapa pekerjaan sekaligus ? Harus mengerjakan tugas yang menuntut keahlian profesi yang berbeda ? Banyak tugas rangkap sehingga harus lapor ke lebih dari satu atasan ? Mungkinkah ? Apa resikonya dan bagaimana menyikapinya jika kita menghadapi kondisi semacam ini ?
Ada kejadian menarik saat seorang teman , yang notabene adalah pengusaha muda di bidang distibusi alat komunikasi , datang dan mengeluh pada saya mengenai menurunnya volume penjualan selama tiga bulan berturut urut . Hal ini jelas mebuat ia terlihat agak depresi dan dihantui oleh kemungkinan gulung tikar.
Pernahkah kening anda berkerut dan merasa pusing karena melihat setumpukan pekerjaan yang harus diselesaikan? Menghadapi marahan bos yang bertubi-tubi karena perfomansi anda kurang baik akhir-akhir ini? Sementara anda mulai bosan dengan rutinitas sehari-hari, enggan berangkat ke kantor dan rasanya ingin mengundurkan diri saja dari pekerjaan yang anda telah tekuni selama ini? Jika anda mengalami hal tersebut, jangan cepat-cepat mengambil keputusan yang nantinya anda sesali. Anda sedang mengalami burn out atau stress .
Mungkin anda masih ingat dengan sebuah iklan televisi, dimana seorang suami lupa menjemput sang istri yang telah selesai berbelanja. Ketika sang istri sampai di rumah, barulah si suami teringat ‘titah’ dari si istri untuk menjemputnya di supermarket. Kejadian seperti ini kenyataannya juga pernah (atau bahkan sering) dialami oleh kita, para profesional, yang tidak jarang disibukkan oleh banyak hal, mulai dari urusan pribadi, kantor, keluarga atau orang-orang di lingkungan kita. Kalau boleh excuse, lupa memang salah satu sifat manusiawi kita. Hanya saja, kalau terjadi di usia yang masih tergolong produktif, wah bisa bahaya! Jangan sampai kita terancam kehilangan prospek cerah dengan klien besar kita karena kita lupa nama, lupa menghadiri meeting atau lupa memberikan perhatian khusus pada hal-hal penting dari si klien pada saat proyek berjalan.


