Queue Management

Posted by on May 7, 2011 in marketing | 52 comments

Queue Management

Saya benar-benar terinspirasi dan bergegas menuliskan topik menarik ini setelah menerima sebuah email dari seorang teman di Bandung yang menanyakan beberapa point penting yang sangat terkait hubungannya antara Marketing Communication dengan Meningkatkan Loyalitas Pelanggan. Bisnis teman Saya ini memang sedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, baik dari segi Sales Volume maupun juga makin meluasnya Jalur Distribusi yang sejak awal memang sudah dirancangnya.

Kali ini kita akan membahas ; Queue Management. Saya tidak mendapati secara tepat padanan kata ini dalam bahasa Indonesia, sehingga Saya biarkan saja tertulis dalam bahasa aslinya. Saya pernah membahas juga secara detail tentang apa yang dimaksud dengan Marketing Operational Goals. Dan point nomor dua yang sangat penting dari goal tersebut yaitu mengenai Efisiensi. Nah, ini ada kaitan yang cukup menarik jika kita sambungkan dengan Judul Pembahasan kita di atas. Jika,proses penciptaan nilai memang dimulai dari pelanggan, maka Queue Management ini adalah sebuah strategi yang harus juga mendapat perhatian khusus dari sebuah Unit Bisnis. Hal ini memang karena berdampak langsung terhadap meningkatkan revenues per square foot,merangsang impuls penjualan, dan meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Yang berujung pada peningkatan “nilai” produk yang kita tawarkan kepada Pelanggan.

Linear Vs. Virtual Queuing

Berdasarkan perkembangan ilmu Pemasaran terbaru, setidaknya ada dua Prinsip dasar Queuing  yang umum digunakan di seluruh bisnis. Yang pertama yaitu ; Linear Queuing, ini dideskripsikan sebagai sebuah situasi disaat pelanggan secara fisik berdiri dan berbaris untuk “mendapatkan” produk kita dan ini membentuk sebuah konsep praktikal yang juga bisa dinilai sangat efisien. Biasanya Pelanggan yang datang lebih dulu,akan mendapatkan Pelayanan lebih dulu. Secara tradisional Linear Queuing ini masih sangat sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Nah,yang kedua inilah yang akan saya bahas secara lebih detail yaitu; Virtual Queuing , sebuah situasi ketika Pelanggan dan Unit Bisnis melakukan komunikasi secara virtual lewat berbagai sarana komunikasi modern untuk produk-produk yang memang dijual dalam jumlah besar ataupun sangat Unik dan bernilai jual tinggi, atau juga malah sebaliknya, sebuah Produk yang sangat massal dibutuhkan oleh banyak Pelanggan dalam kurun waktu yang sangat berdekatan sehingga menuntut sebuah Unit Bisnis benar-benar menerapkan fungsi Komunikasi Pemasarannya secara optimal agar Pelanggan benar-benar ter-update tentang sejauh mana progress dari order mereka.

If They See It They Will Come

Di artikel  Saya,beberapa waktu lalu juga sempat membahas mengenai pentingnya membangun Inbound Marketing. Sebuah kondisi, saat Pelanggan lah yang “menemukan” dan “mencari” Produk Anda. Sebab mereka sudah banyak mendapati testimonial yang cukup impressif mengeni Produk yang Anda tawarkan atau malah masih dalam tahapan R&D namun sudah “diburu” oleh Konsumen. Tapi ini adalah tahapan selanjutnya dari bahasan pokok kita kali ini, Apa yang hendak Saya sampaikan dalam point kali ini adalah tentang membangun kembali “image” kemudian mengkolaborasikannya dengan pembentukan kenyamanan bertransaksi bagi para pelanggan Anda. Sehingga hasil akhir yang diharapkan adalah Pelanggan Anda nyaman untuk berada pada posisi “ Virtual Queuing “ yang memang Bisnis Anda tawarkan. Tapi ingat, sekali lagi. Komunikasi Pemasaran menjadi sebuah komponen penting dalam meng-eksekusi Strategi ini.

Your Queues Will Pay For Themselves

Ketika dilakukan dengan benar,Queuing Management akan menciptakan efisiensi, meningkatkan pendapatan dan sales volume, serta meningkatkan pengalaman  dan Nilai pelanggan. Kalau sudah begini, Loyalitas Pelanggan pun bukan lagi sebuah hal yang sulit dicapai. Pada tahapan ini ( ketika nilai dan loyalitas pelanggan sudah baik ) maka definisi ; Pelanggan ( Customers ) bukan lagi hanya Pembeli yang melakukan pembelian ber-ulang ulang kali namun lebih dari pada itu. Pelanggan adalah “Next Process” dalam serangkaian Prosedur pelayanan penjualan kepada pelanggan-pelanggan Anda. Indikatornya ketika Strategi ini sudah berjalan baik adalah; Anda akan terus bertanya sambil mengerjakan tahapan-tahapan pelayanan pelanggan kepada organisasi Unit Binis Anda ; So,what’s the next Process ?

52 Comments

  1. Borong pertamax!

    • Saya tertarik dgn konsep Linear vs Virtual itu Bli. Mungkin intinya adalah branding produk. Jika yang Linear bersifat kondisional, dimana konsumen hanya dapat memilih produk yg tersedia di depannya, yang Virtual beda, ia membebaskan konsumen tuk memilih dan menentukan pilihan, sehingga konsumen lebih mantap. Apalagi didukung oleh testimoni2 dan komunikasi produk dua arah.

      • Hello Jayapura,salam dari Denpasar. Thats the point,Kang…semoga bisa dipahami dengan baik. Saya tunggu juga artikel-artikel Superb nya Kang Darin…

    • Wew,kang darin nih maen borong aja

      • Wah..permaxxx keren nya udah mulai kadaluarsa ya,Kris ? renewal donk.. :D

        • Iyanih bli,
          karena lama nggak kepake jadi agak seret start nya,,hhe

  2. Ehm,kayaknya yang menarik dibagian *linear vs. virtual queuing* nih, (menurut saya)
    apakah dalam persaingan yang ketat *linear* ini masih bisa berlaku bli?apa malah ndak yang dapat nomor akhir bakal pindah kelain hati supaya bisa mendapatkan apa yang dicarinya dengan lebih cepat??

    • Nomor terakhir karena memang “datang” nya paling terakhir,Kris .. Aku rasa Pelanggan sudah paham konsekuensi ini. Tapi Aku juga tangkap Point yang Kris coba sampaikan. Intinya begini ; Linear Queuing biasanya hanya terjadi pada Unit Bisnis yang skalanya massive dan mudah didapatkan di banyak tempat ( dari banyak Produsen ) juga. Apakah ini menambah “ruang” persaingan ? jawabannya jelas ; ya. Kalau sudah begitu, ada baiknya Produsen muali berlomba untuk menerapkan Virtual Queuing Strategy disertai dengan Komunikasi Pemasaran yang optimal. Situasi sekarang juga mendorong banyak unit bisnis benar-benar menaruh perhatian mendalam pada “Customer Service ” department-nya. Hal ini bagus, dan menguntungkan Pelanggan. Masalahnya, siapa yang paling responsif menangani Virtual Queuing dan memberikan update secara optimal kepada Pelanggan, maka dia lah yang akan menjadi “pemenang” nya..

      • Naah,itu dia yang saya maksud bli,,
        mantab deh penjelasannya, :D

  3. meskipun saya belum faham tentang begituan tapi saya suka sama artikelnya mas,,,, salam kenal

    • Terimakasih Ronie sudah berkunjung ke rumah sederhana Saya ini. Semoga kelak bisa mengambil manfaat dari apa yang Saya tuliskan ini..Suksma..

  4. mantap bli…

  5. Saya baru sampai ke taraf takjub pada istilahnya Bang…
    QUEUE…
    Vokalnya sampai berjajar 4.
    Tapi saya akan belajar juga, siapa tau bisa diterapkan dipekerjaan saya, meski harus memodifikasi…
    Salam!

    • Memodifikasi itu memang harus,Pak… setiap orang memang punya “sidik jari ” kesuksesan nya masing-masing…semoga bermanfaat :D

  6. kalau saya jujur sekai kalau saya ini g paham

    salam kenal aja ya pak

    • Mungkin harus segera praktek,biar paham dan bisa mengambil manfaatnya..semoga sukses selalu untuk Anda… :D

  7. waduh, saya belum paham bahasanya… :(
    harus lebih banyak belajar nih sama bli… :)

  8. Waaah,, bener2 artikel yang berat,
    mungkin karena saya bingung mau komen apa
    mending salam kenal aja mas, dari Blogger Newbie :D

    ll
    ll
    v
    With Smile
    MisterXWebz

    • beratnya seberapa sih mister? nulis satu paragraf aja nggak penuh.
      hehehe…

  9. Sepertinya memang telah banyak yeng bergeser ke Virtual queue ya, apalagi bila dirasa produk yang ditawarkan lebih komplit :)

  10. belajar, belajaaaaarrr…. mantap mas, meskipun agak2 gak ngerti tapi saya jadi bisa merasakan aura bisnis2 disini… mudahan one day saya bisa buka bisnis… amin

  11. Pusing dah kalau udah ngomongin manajemen.
    saya gak berbakat kali yah? hihi..
    Oke deh, saya belajar dulu.. :D

  12. saya cuma mau menyapa yg punya blog aja :D
    nggak begitu paham sama yg dibahas :)

  13. Kalau produk sudah terbranding dengan baik konsumen akan menjadi loyal menjadi pelanggan tetap kita ya mas… tentu diimbangi dengan kualitas produk dan terus melakukan inovasi2 baru dalam berbagai hal…

  14. ilmu baru ni mas buat saya..ilmu marketing baik online ataupun di dunia nyata :D makasih mas andry ^^

  15. ilmu pemasaran memang harus dikuasai jika mau bisnis cepat berkembang

  16. Wah, duh, istilahnya belum nyandak, masi harus banyak belajar… duh…. :)

  17. menjaga loyalitas pelanggan sebenarnya konsep pemasaran yang sudah lama dikenal dalam pemasaran, namun memang belum didalami sehingga dianggap angin lalu saja…..mantap sekali topiknya lae…nambah wawasan tentang marketing…

  18. saya rasa loyalitas pelanggan penting sekali dalam menumbuhkembangkan bisnis kita

  19. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. terimaksih

  20. Amazing artikel…. Semoga saya bisa praktekan tipsnya dan berhasil

  21. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

  22. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

  23. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

  24. Tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.

  25. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

  26. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

  27. Terimakasih Banyak Tips dan Artikelnya, boleh dicoba. Salam sukses

  28. Terimakasih Artikelnya bermanfaat dan Infonya menambah Ilmu pengetahuan. Harus dicoba. Semoga berhasil

  29. Ilmu yang bermanfaat dan berguna Cuma ada di Wibesite ini, terutama Tips dan Artikelnya. Jadi ingin coba. Salam sukses

  30. Saat membaca Artikel dan Tipsnya yang benar benar menarik. Jadi ingin mencoba. Salam sukses selalu

  31. Ide cemerlang saya dapat dari Artikel yang di buat di Wibesite ini, Wajib dicoba Tipsnya. Semoga berhasil

  32. Terimakasih Artikelnya bermanfaat dan Infonya menambah Ilmu pengetahuan. Harus dicoba. Semoga berhasil

  33. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

  34. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

  35. cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. Terimaksih

  36. tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.

  37. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

  38. Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

  39. Setelah membuka Wibesite ini, saya menemukan Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu

  40. Saya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

  41. Mau komen, liat kebawah spam berhamburan jadi lupa mau komen apa wkwkwk.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Andry Sianipar.Com: Referensi Belajar Ilmu Marketing dan Bisnis | Catatan Motivasi Blogging Indonesia - [...] Linear Vs. Virtual Queuing Management [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>