Pentingkah membangun “Community” ?

Posted by on Aug 6, 2010 in marketing | 26 comments

Suatu siang saya duduk  dan berbincang dengan  salah seorang teman  –sekaligus pemilik salah satu Villa mewah di Ubud-.  Kali ini ia berbagi cerita mengenai  keterlibatannya dalam banyak sekali Asosiasi bisnis yang ada di Bali. Dengan semangat yang cukup terpancar, ia mengatakan banyak sekali mengambil manfaat dari keanggota-annya tersebut.Bisnis Hotel/Villa adalah sebuah bisnis yang cukup “rumit “ menurut saya. Sebab “ Product ” dan “ Place “ nya merupakan sesuatu yang constant ,tidak mudah atau bahkan tidak bisa diubah. Sehingga para pengusaha Hotel/Villa harus ber-strategi dengan hanya  memodifikasi “ Price “ dan  “ Promotion “ saja.

Sepulang dari pertemuan ini saya langsung berpikir keras mengenai beberapa kalimat yang cukup membuat saya ter-angguk angguk.  Google memang benar benar mengubah cara kita berpikir dan bertindak. Tidak perlu lagi bersusah payah mencari – cari informasi mengenai informasi yang kita butuhkan. Kini cukup dengan satu alamat , yaitu google.com kita bisa menemukan hampir semua informasi yang relevan dengan pencarian yang kita harapkan.

Everett Rogers dalam bukunya Diffusion of Innovation mehat bahwa sebuah produk inovatif yang masuk kedalam pasar akan memasuki suatu tahapan yang disebut adoption life cycle. Dijelaskan bahwa produk baru pertama – tama hanya akan digunakan oleh segmen Innovator yang selalu berambisi mencoba mencoba produk paling baru,selanjutnya memasuki segmen early adopter yang rela mencoba – coba hal yang belum pernah teruji demi mendapatkan keuntungan atau fasilitas yang ditawarkan dalam kurun waktu promosi tertentu.Namun, untuk benar benar menjadi mainstream,Produk harus dapat menembus segmen early majority yang konservatif dan cenderung lebih berhati – hati,walau tak mau ketinggalan. Disinilah titik dimana banyak bisnis yang mengalami kesulitan  untuk berpindah dari segmen early adopter ke early majority sepertinya memang diperlukan                  “ effort “ yang extra keras. Itulah sebabnya pebisnis harus memiliki “ strategi khusus “ untuk menyeberangi jurang ini.

Namun kali ini saya tidak akan bicara banyak mengenai “strategi khusus” ini , namun saya kan mengulas sebuah korelasi yang sangat menarik antara Adoption life cycle dengan konsep pemasaran terkini. Setelah Rogers memetakan segmen Innovator ,early adopter,early majority,late majority dan laggard. Ditemukan bahwa early adopter banyak merupakan tokoh komunitas sedangkan early majority sebagai anggota komunitas yang aktif.Sehingga komunitas dapat berpotensi menjadi wadah yang sangat efektif untuk mempercepat terjadinya edukasi dan transfer pengetahuan antara kedua segmen ini.

Dalam konsep pemasaran terkini, interaksi antara sebuah bisnis dan konsumennya haruslah semakin Horizontal . Banyak konsumen yang memutuskan untuk mengunakan suatu produk lebih berdasarkan informasi yang diperoleh dari teman dan rekan yang mereka percayai,bukan dari perusahaan itu sendiri. Penyebaran informasi seperti inilah yang disebut edukasi Horizontal. Dan medium yang paling cocok untuk melakukannya adalah komunitas, dimana sudah terbentuk trust relationship yang tinggi antar angotanya. Communitization seperti ini pada akhirnya diharapkan juga menjadi awal terbentuknya loyal advocate pada sebuah bisnis, yang secara sukarela menyebarkan informasi mengenai segala macam produk-produknya kepada orang orang terdekatnya. Karena edukasi dan komunikasi terjadi secara langsung antar anggota komunitas, peranan perusahaan sebagai sebuah organisasi bisnis yakni bertindak sebagai konektor yang memfasilitasi terjadinya hubungan antar anggota komunitas.

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan banyak nya komunitas yang dibentu oleh banyak corporasi besar di Indonesia, sebutlah banyak perusahaan penyedia jasa komunikasi GSM yang sudah membangun komunitas antar para pengguna produknya. Sehingga , diharapkan perusahaan dapat menjadi konektor bagi komunitas yang relevan dan memfasilitasi berlangsungnya edukasi pasa yang lebih efektif, yaitu edukasi horizontal antar konsumen. Hal ini juga bisa menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk crossing the chasm, dan membawa suatu produk innovative menjadi produk yang mainstream.

26 Comments

  1. ikut acara nya mas Keke Mas di sanur tuh (tanya MH deh) , banyak teman baru yg se-ide

    • wah… saya langsung coba contact MH dech..
      Thanks atas info nya mas…

  2. membangun Komunitas saat ini tidak lah sulit ya Bli ?
    bukankah kita bisa menjalin komunitas melalui media Social Bookmarking ?

  3. Membangun suatu komunitas itu penting, dan jauh lebih penting untuk memeliharanya dengan baik.

  4. jadi kalau dari sini, tersirat pesan, “pentingnya sebuah community”.
    saya sepakat mas, komunitas adalah sebuah kekuatan untuk mendorong kita maju lebih percaya diri. sebab didukung oleh pengetahuan, informasi dan juga psikis..

    • Luar biasa…
      terimakasih atas tambahannya mas FM….
      semo juga bisa bermanfaat juga bagi yang lain..

  5. Amazing post. I have bookmarked your site. I am looking forward to reading more

  6. Komunitas memang penting banget karena itu akan membentuk suatu jaringan dalam usaha, dengan demikian tingkat pemasaran yang akan kita jalani bisa berkembng, seperti pda komunitas Blog, maka secara tidak langsung kita membuat suatu jaringan untuk melakukan blogwalking, wah bagus mas artikelnya, di copas yach ?

  7. setuju ama bli budiarnaya, komunitas diperlukan untuk membangun jaringan atau kelompok yang memiliki pandangan yang sama akan hal tertentu

  8. met sore….

  9. picture header inspiring banget sob.. trims buat kunjungan dan artikel community-nya.. komunitas benar2 perlu dalam bisnis :)

  10. Komunitas biar gak sendirian terus kali y…

  11. jelas dong.. komunitas batabig adalah satu2 nya yg eksis haha

  12. Membangun sebuah comunity bagiku juga akan berefek positif asal bertujuan positif juga. Karena itu akan bisa menyemangati kita apabila daya juang untuk sukses kita kendor :lol:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  13. Membangun sebuah komutitas memang menjadi keharusan, bahkan Tuhan mengisyaratkan hal itu dalam Q.S. 49: 13

  14. emm, gimana ya menanggapinya saya sampai berpikir keras untuk berkomentar terpaksa harus ada kata mungkin yang kata itu saya tidak suka, bagus artikel ini..
    MUNGKIN perlu sebuah kominitas tetapi mungkin harus ada visi dan misi di dalamnya, yang bisa menjadi suatu kesatuan yang utuh

  15. Setelah community terbangun, tugas terberat adalah membina dan mempertahankannya agar tetap bisa menjadi “mesin bisnis” yang efektif yang saling menguntungkan.

  16. hem kalw di bisnis online list building kan mas ??

  17. dengan dasar pentingnya komunitas, saat ini komunitas itu sendiri sudah menjadi sebuah peluang bisnis besar saat ini. Online maupun offline

  18. Asslm,,,,

    Kunjungan Balik nih Sob,
    Thanks ya udah Berkunjung ke Rumahku…hehehe
    Rumahnya (Blognya…red) tambah oke aja,
    Gak bosen deh saya sempatkan untuk Datang ke Sini lagi..!!

    Sob saya punya Blog baru nih,
    Sempatkan untuk berkunjung ya, ini Rumah Baruku…
    http://bajumuslimmuslimah.blogspot.com
    http://pakaianbajupengantin.blogspot.com
    http://caraloginfacebook.blogspot.com

    Salam Blogger, Sukses Menjalin Silaturahmi….

    Wassalm,,,,

  19. Komunitas juga bisa jadi sarana sillatrurrahim ya ?

  20. bukan hanya membentuk dan memfasilitasi, perusahaan bahkan perlu menyusupkan agen2nya di setiap komunitas, menjadi bagiannya dan hidup di dalamnya. Ini yg diterapkan perusahaan tempat saya bekerja dulu.

  21. benar sekali mas.awalnya biasanya kita mengadopsi produk orang lain namun seiring berjalannya waktu kita bisa memodifikasinya menjadi lebih baik lagi

  22. oohh… gitu ya, nice share….
    thx

  23. Bagi saya komunitas itu sangat penting

  24. Yg dibahas di sini adalah mengenai membentuk komunitas konsumen.

    Sekarang jaman memang bukan vertikal lagi, tp sudah horisontal.

    Ambil contoh TV ONE pada acara apa kabar indonesia pagi. Siaran langsung dari bundaran HI. Ini merupakan aplikasi dari horisontalisme, dimana tidak ada lagi sekat antara pembawar berita dengan penonton berita. Tidak lagi pembawa berita di atas panggung, sementara penonton di bawahnya.

    Konsep seperti sangat bagus untuk kita aplikasikan. Misal dalam usaha klinik yang saya jalankan, kami melibatkan diri dalam kegiatan aktif kemasyarakatan, misal pengajian, bersih desa, kegiatan ibu-ibu PKK. Dari kegiatan itu, kita promosi dikit (ga usah banyak-banyak.. entar malah terlihat bahwa kita menangkap “UANG”, bukan “PELUANG”), lalu ambil data nama, nomer hp, alamat rumah, tanggal lahir. Dari data ini kami melakukan follow up dengan software SMS Marketing. Kami berikan tips-tips sehat setiap harinya. Dan memang sih, ini sama kayak kita menanam sekarang, bulan depan baru panen. Tapi efeknya bs longterm.

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pentingnya Membentuk Aliansi Bisnis | Sellyoktaviany's Blog - [...] yang hendak saya sampaikan. Di artikel sebelumnya saya sudah pernah membahas mengenai pentingnya membangun community. Kali ini saya akan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>