Adakah Resiko dalam Bisnis ?

Posted by on Aug 19, 2010 in marketing | 32 comments

Memang segala sesuatu memiliki dua sisi, begitu pun dengan Bisnis – Profit atau Loss – . Saya sendiri seperti menjadi saksi langung yang menyaksikan banyak teman-teman yang jatuh bangun dalam menjalani bisnis nya. Ada yang terjatuh kemudian segera bangkit dan ada pula yang jatuh dan sepertinya enggan kembali untuk bangkit .  Apa yang hendak saya sampaikan disini adalah bahwasanya,bukan hanya bisnis skala besar yang memiliki resiko kegagalan , bisnis skala kecil pun punya resiko yang sama dalam hal menghadapi “hantu” kegagalan.

Bisnis pada umumnya menghadapi resiko utama yaitu ; berkurangnya produktifitas dan meningkatnya “cost “ serta kewajiban lain yang tidak seimbang sehingga menyebabkan neraca keuangan berada di tingkat yang “mengkhawatirkan”.Sebenarnya secara garis besar, jenis jenis resiko yang “menghantui” sebuah bisnis tergantung juga pada sifat sifat dasar bisnis tersebut,iklim investasi,teknik teknik pemasaran dan juga menyangkut hal yang “ un-controlable “ seperti ; suhu politik dan keamanan bahkan ancaman bencana alam pun bisa menjadi sebuah resiko yang harus diperhitungkan dalam sebuah bisnis.

Disinilah peran “managerial level” sangat menentukan apakah strategi bisnis-nya  bisa menaklukkan resiko resiko yang mungkin timbul, atau malah terkena efek yang cukup mematikan akibat  resiko resiko yang menghantam.Berikut ini adalah beberapa point dan metode umum  yang cukup layak untuk diperhatikan ketika kita bicara tentang  “ Risk Management “ .

  1. Menerapkan standart pengelolaan bisnis yang tidak kaku, atau dalam artian lain sebaiknya bisa bersifat flexible dengan segala perkembangan situasi dan kondisi baik internal maupun external dari bisnis itu sendiri.
  2. Menjaga “up to date “ atau kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan trend pasar yang berkembang, point ini terkait erat sekali dengan “ produktifitas “ semakin kurva penjualan menunjukkan titik declining maka para pebisnis harus secepatnya berinovasi dengan produk – produk baru .
  3. Menjaga stabilitas neraca keuangan, managerial level harus juga semakin jeli dalam menganalisa sejauh mana perkembangan atmosfer bisnis mempengaruhi performance Likuiditas maupun rentabiltas neraca keuangan mereka.
  4. Manusia adalah sumberdaya terbesar dalam bisnis, maka harus lah dikelola dengna baik, jangan sampai karyawan sendiri yang justru membawa kiamat terhadap sebuah organisasi bisnis.

Seorang teman yang baru saja pulang dari Germany menerangkan kepada saya kalau di Negara tersebut, para pebisnis bisa menjumpai dan menemukan beberapa organisasi besar yang menawarkan jasa “ Bisnis intelligent “. Sebut saja salah satunya CX07 Consulting, ini adalah sebuah organisasi intelligent yang tugasnya memang “menganalisa pesaing “ dari semua sisi.Sehingga klien yang menggunakan jasa mereka hampir pasti bisa mendahului segala kebijakan dan strategi pemasaran maupun segala gerak gerik bisnis pesaingnya.ini sekaligus menjadi sebuah “pemungkin” bagi tercapainya maksimum profit sebagai market leader karena menguasai segala informasi dan mampu mengolahnya menjadi sebuah “kekuatan” meraih market share yang lebih besar dibandingkan para pesaingnya. Kedengarannya luar biasa sekali ya ? atau Anda tertarik mau mendirikan organisasi serupa ?

32 Comments

  1. Jika takut akan Resiko berarti dia Bukan Pebisnis sejati, mumulai suatu bisnis harus memiki tegad dan kemauan, kemauan untuk kerja keras, berani capek dan berani kurang tidur :) Pemaparan diatas saya kira sangatlah lengkap.

  2. iya tidak takut resiko berbisnis tp saya susah mencari modal :D hampir tiap bulan saya kerugian bisnis investasi sebesar 100ribuan :D tp bagi saya its okay..kalo mau untung, ya harus berani rugi..bener kan sob?
    balas komen di blog saya ya..terima kasih..

  3. aku harus banyak belajar ini deh
    salam kenal andry :)

  4. segala sesuatu pasti ada resikonya, apalagi dalam hal berbisnis,
    yang terpenting adalah keberanian dan kemampuan kita menghadapi resiko itu..

    thanks for share… :)

  5. pasti ada mas.. but no risk no gain

  6. boleh juga neh tips nya :)

  7. resiko jelas ada.. namun tingkat resikonya yang jadi masalah apakah skala kecil, sedang atau besar hehehe

    • Betul Rif…
      memang ada tingkatannya…
      termasuk juga tingkat solusi nya…

  8. High risk, high return. Itu yang saya yakini.

  9. Resiko sulit diprediksi, sama seperti keberhasilan

  10. setiap bisnis pasti ada resikonya.tapi kita harus berani mengambil resiko untuk berhasil

  11. hmm…
    bisnis intelejen seperti sudah ada deh, mungkin mereka masuk dalam layanan konsultan-konsultan managemen dll

  12. sepertinya saya sudah pernah baca postingan ini. tapi kok komenku ga masuk yah bli? :D lupa komen atau masuk aki hehehe

    yups, penjabaran risk management memang cukup memberikan suasana segar untuk berani melangkah bli.

    • Terimaksih mas FM, tapi saya check nggak ketangkap si aki tuh….
      berarti emang lupa comment tampaknya…. :D

  13. yang gak beresiko kira2 bisnis apa mas?
    salam kenal ariu blogger majalengka

    • Bisnis yang tidak be-resiko memang nyaris tidak ada…
      namun paling tidak kita di tuntut untuk meminimalisir resiko,
      atau malah bagi para pebisnis senior sudah bisa mengolah resiko menjadi sebuah “game” tersendiri…
      semoga saya berkesempatan juga membahas hal ini di artikel artikel saya selanjutnya…

  14. tidak ada yang tidak mengandung risiko. bahkan hidup ini pun punya potensi risiko. tinggal bagaimana kita memilih dan memilah risiko mana yang lebih bisa kita hadapi. salam

  15. segala sesuatu ada resikonya, termasuk dalam bisnis. contoh kecil saja, naik motor, resikonya jatuh, tabrakan, dll. kalo takut naik motor…wah..kebayang kan. begitu juga dengan bisnis…besar maupun kecil pasti ada resikonya. takut menghadapi resiko, membuat kita diam di tempat

  16. Mantab Selalu GAN……., SEMANGAT GAN @!

  17. sulit jika pengen berbisnis tp gak mau nanggung resiko? setiap bisnis pasti ada resiko kecil atau besar offline atau online. Tinggal bagaimana kita memanage resiko tersebut seminal mungkin itu baru bisa kita lakukan.

    salam kenal mas.

  18. hmm, saya pernah dengar “semakin besar resikonya maka keuntungannya akan semakin besar pula”
    Btw, kemungkinan besar resiko yang paling saya takuti selain di bidang financial adalah faktor psikis, jatuhnya seseorang dalam hal berbisnis akan membuat kepercayaan dirinya ambruk apalagi jika tak ada dukungan dari orang orang terdekat maka akan membuat jauh terpuruk dalam lubang ketidak percaya dirian, sehingga tidak ingin melakukan apa apa alias diam.
    Bukankah orang yang hilang kreatifitasnya sama dengan orang mati?
    Saya jadi teringat dengan petuah teman bapak saya dulu ” Kalau kamu mau sukses, nikahlah dahulu, karena istrimu adalah pemegang kuncimu”
    nah silahkan deh diartikan sendiri :P

  19. resiko pasti ada mas.. wong kita tidur aja ada resiko gak bangun lagi hahaha…

  20. waah ternyata kalo jadi pebisnis emang harus termanage ya
    kalo ngga bisa bisa gagal deh bisnis nya

  21. resikonya saya ambil duluan aja….beresiko gak ya

  22. boleh nih soalnya aku sedang niat memulai bisnis kecil hehe

  23. Resiko jelas ada mas, ada yang bilang kalau mau sukses dalam bisnis harus berani “Gila”, atau kata mas agus “High risk, high return”

  24. Bisnis Intelligent atau yang saya familiar dengan istilah “Marketing Intelligent”, betul Mas Andry sangat diperlukan untuk menganalisa pesaing. Karena peranan pesaing sangat vital, bisnis bisa bangkrut karenanya dan sebaliknya bisa maju juga karenanya.

    Salam spektakuler !

  25. Waduh komenku barusan kena “tahan” nih :)

    • Iya mas , ternyata mbah kismetnya gak puasa…

  26. dalam bisnis selalu ada resikonya namun kita harus berani mengambil resiko agar bisa sukses

  27. wah, memang apapun pasti ada resikonya kok.

    bisnis intelegent, baru denger saya. kalo dilihat semacam detektif rahasia yang di suruh memantau musuh ya? keren juga tuh? di indoonesia paling sebatas konsultan keuangan aja kali ya. masalah intelegent mungkin juga ada.

    sejauh pengatahuan saja kadang dari pihak marketing dan manager divisi marketinglah yang ditugaskan oleh perusahaan untuk memonitor musuh sekligus memang memasarakan produk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>