Blog Bisnis dan Pemasaran

Membangun Kualitas Entrepreneurship

26
 

Dream it-Believe it-Pursue it

Seorang eksekutif di perusahaan media yang sangat top, bercerita pada saya mengenai rencananya untuk meninggalkan organisasi yang sangat dicintainya itu. Padahal, ia masih sangat ‘terpakai’ dan relatif muda. Alasan utamanya adalah karena ia takut semangatnya menurun bila ia terus berada di perusahaan tersebut, tanpa bisa berkreasi dan mengambil risiko.

Ia pun merasa perusahaan tempatnya bekerja mulai tua, Doing the same thing, katanya. Atasannya, ketika ia berpamitan, berkomentar, Mungkin kita-kita ini sudah mulai tua, sehingga tidak berani mengambil risiko”.

Sebagai pengamat, saya sungguh menyayangkan, melihat atasan ‘kalah’ spirit dengan anak buahnya. Padahal, untuk meneruskan perusahaan diperlukan visi agar perusahaan tetap gesit, fleksibel, fokus, memiliki horison jauh bahkan selalu futuristik. Sebagai wirausahawan, pimpinan perusahaanlah yang paling bertanggung jawab bila perusahaan mulai ‘melempem’. Atasan atau pimpinan perusahaanlah penarik pedati perusahaan untuk di bawa ke masa depan yang kian hari kian kompetitif ini.

Beberapa dekade lalu, entrepreneurship dianggap sebagai kualitas langka yang hanya dimiliki oleh pucuk-pucuk pimpinan perusahaan atau pengusaha-pengusaha. Bahkan, di beberapa perusahaan tertentu, orang-orang dengan semangat entrepreneurship tinggi, tidak diterima bekerja, karena dianggap ’membahayakan’ perusahaannya. Kekuatirannya adalah, mereka bisa melakukan copy-pastekegiatan perusahaan, mendirikan perusahaan sejenis, bahkan menjadi kompetitor pula!

Saat ini, tanpa bisa dibendung, anak muda lebih komersial dan profit oriented. Kalau tidak bermain dengan risiko, tidak seru! demikian keyakinan mereka. Jiwa kewirausahaan, di mana kreativitas menjadi kompetensi, sekarang dianggap penting dalam mengembangkan bisnis. Karenanya, spirit entrepreneurship tidak boleh hanya dimiliki oleh para pimpinan perusahaan, tetapi perlu dimiliki oleh sebanyak mungkin individu dalam organisasi. Bahayanya bila entrepreunership tidak disadari keberadaannya, dan tidak secara sengaja di pelihara dalam suatu organisasi adalah: organisasi bisa cepat ‘mati muda’.

Perluas Peluang, Hitung Risiko

Dunia memang sedang didominasi oleh populasi anak muda “gen Y”. Dunia bisnis pun sedang didominasi oleh musik, hiburan, dan beberapa hal yang dikuasai oleh dunia anak muda. Inilah sebabnya semangat discovery dan kejelian melihat peluang dari anak-anak muda ini perlu ditampung dan justru dikembangkan pada setiap karyawan.

Tidak heran lagi bila karyawan diberi kesempatan untuk  membuat business unit sendiri untuk mencobakan idenya. Ambisi karyawan yang berjiwa entrepreuner perlu ditampung. Keinginannya untuk mendapatkan ‘uang lebih’ daripada sekedar gaji pun perlu diseimbangkan dengan risiko yang ditanggung dan diperhitungkan. Bila perusahaan bisa mendapatkan untung melalui pengambilan risiko yang cermat, perhitungan yang mantap, dan pertimbangan bisnis yang tajam, mengapa tidak memberi kesempatan?

Passion’ yang Tak Ada Batasnya

To love what you do and feel that it matters – how could anything be more fun..? Katharine Graham.

Saya tidak tahu kapan teman  saya, pengusaha café ,club dan restoran, beristirahat dan tidur. Malam hari ia berkeliaran di salah satu restorannya, menyapa tamu, mengontrol bar dan mencicipi makanan. Siang hari, ia berada di kantor dan mengontrol pembelian. Setiap akhir minggu, kita akan mendapatkan sms darinya pribadi mengenai event-event spesial yang sedang berlangsung di cafenya. Kecintaan pada pekerjaan  memang tidak berbeda  dengan mengerjakan hobi: tidak kenal waktu. Ini juga adalah rahasia para entrepreuner. Seorang entrepreuner tidak menghitung jam kerja, karena fokus totalnya adalah pada keberhasilan. Inilah sebabnya keberhasilan juga lebih di depan mata daripada orang orang yang sekedar berjiwa ‘pegawai’.

Action, Action, Action!

Beda semangat entrepreuner dengan pekerja biasanya juga terletak pada implementasi. Seorang entrepreneur tidak kenal kata menunggu atau mengobservasi saja. Dia adalah pemain dan partisipan dalam setiap kegiatan.

Semangatnya adalahaction. Kesadaran bahwa problem solving dan risk taking hanya bisa dilakukan sempurna melalui komunikasi yang lancar dan terbuka, membuat para entrepreuner senantiasa mengasah ketrampilan komunikasinya. Mereka adalah ‘speaker’ sejati.  Hal ini jugalah yang menyebabkan para entrepreuner ini mudah menampilkan  optimisme, yang kemudian ditularkan ke lingkungan sekitarnya, yang lalu berbalik menjadi bersemangat men-support kesuksesannya.

Bagaimana dengan individu yang sudah terlanjur menjadi ‘pegawai’ dan belum pernah terpikir untuk mengarahkan diri menjadi entrepreneur? Kita tidak perlu menjadi entrepreuner. Yang perlu dikembangkan adalah semangat dan mindset-nya, karena dalam perusahaan yang maju, para ‘intrapreneur’ (eksekutif berjiwa entrepreuner) juga tetap bisa berkarya dengan leluasa.


Ciri-ciri Entrepreneur

•      Semangat Berprestasi

•      Sibuk Mencari Peluang

•      Think Big & Whole

•      Intuisi Tajam dalam Berbisnis

•      Berani dan Siap Mengambil Risiko

•      Toleran terhadap Ambiguitas

•      Optimis dan Segera’Bangun’ saat Jatuh

•      Cepat Berhitung & Mengambil Keputusan

•      Terpacu untuk lebih ‘Sejahtera’


Artikel Terkait

26 comments on Membangun Kualitas Entrepreneurship

  1. asop
    April 11, 2010 at 9:04 am

    Hmmm… saya belum berpikir untuk merambah dunia entrepreneur… :(

    Reply
  2. Fir'aun NgeBLog
    April 11, 2010 at 9:51 am

    okelah… HIDUP entrepreneurship… moga mereka sukses dengan permainannya :D hehehe…

    Reply
  3. mycorner
    April 11, 2010 at 10:47 am

    Mas Andry coba bikin questionaire 9 ciri-ciri entrepreneur skala 1 s/d 5 supaya saya tahu berapa skor saya.. kayaknya itu semua susah ya :D
    N0. 9 ingin sejahtera dengan syarat no 1- 8 dikerjakan itu susahnya.. jadi harus dibina :D :D

    Reply
  4. darahbiroe
    April 11, 2010 at 11:18 am

    Entrepreneurship memang akhir2 ini sangat dibutuhkan
    dan mungkin menjadi Entrepreneurship yang handal dan berkwalitas itu bukanlah pilihan yang buruk
    :D

    Reply
  5. antok
    April 11, 2010 at 11:19 am

    makasih reviewna tentang Entrepreneurship yupz bener banget semngat itu sangatlah penting
    :D

    Reply
  6. mubaroki
    April 11, 2010 at 7:40 pm

    siippplah,,, mksh,,, artiklna…
    salam kenal…

    Reply
  7. luxury house
    April 12, 2010 at 5:27 am

    mantaf nih artikelnya, so inspiring me

    Reply
  8. aryes novianto
    April 12, 2010 at 10:49 am

    thank artikelnya. saya juga kepikiran ke arah sana. yang penting kualitas entrepreneurship memang harus dijaga guna membangun kepercayaan dan tetap semangat untuk action.tambah belajar mungkin bisa jadi pemenang , betulkhan mas…he2. apa ada tanggapan lain ya …yang bisa memberi masukan ke saya

    Reply
  9. iiN greeN
    April 13, 2010 at 7:18 am

    yuph,.. setuju, setuju.. action.. action, action…!!!

    Reply
  10. Cara Dapat Uang
    April 14, 2010 at 2:52 am

    Hal yang dibutuhkan seorang entrepreneur juga adalah bisa mengontrol EQ.karena apa gunanya dia pandai segala-galanya kalau EQ nya lemah.Hal ini yang akan mempengaruhi hasil akhir dari pencapaiannya.

    Reply
  11. Nia
    April 14, 2010 at 8:20 am

    setiap orang bisa punya jiwa kewirausahaan, asalkan mau tekun dalam menumbuhkan semangat wirausahanya

    Reply
  12. ch0c0
    April 14, 2010 at 5:11 pm

    sip banget mas update’annya ntu
    maju terus mas andry sianipar

    Reply
  13. tomi
    April 14, 2010 at 6:45 pm

    saya keliatannya blm mempunyai sifat entrepreneur deh mas :D

    Reply
  14. FreeBlog
    April 14, 2010 at 6:46 pm

    saya masih belajar ngeblog dulu broo :D
    mgkn bsk ke depannya sapa tau bs jadi entrepeneur sejati :D

    Reply
  15. 2R
    April 14, 2010 at 9:17 pm

    Wew…Semakin inspiratif aja nih postingannya. Top Lah

    Reply
  16. Blue
    April 14, 2010 at 9:18 pm

    Mau dong jd enterpreneur sejati…

    Reply
  17. tary
    April 14, 2010 at 11:59 pm

    saya harus mengkaji lebih dalam lagi sepertinya utk masuk ke dunia enterpreneur.

    Reply
  18. Mac
    April 15, 2010 at 2:47 am

    mampir untuk membaca artikel kang

    Reply
  19. Sumartono
    April 15, 2010 at 5:44 am

    Datang Mas untuk bersilaturahmi. Itulah salah satu kelebihan pekerja yang bekerja pada orang lain, kapanpun bisa memutuskan untuk keluar di saat sudah tidak cocok lagi.

    Reply
  20. Agus Siswoyo
    April 15, 2010 at 2:57 pm

    Walah, artikel ini sangat memprovokasi saya nih. Jadi ingin segera cabut dari tempat kerjaan.

    Reply
  21. ekopras
    April 15, 2010 at 11:18 pm

    saya juga lagi mulai menagasah jiwa entrepeneurku yang mungki masih terpendam (siapa tahu ada ya)

    Reply
  22. nurhayadi
    April 17, 2010 at 8:48 am

    Jiwa workholic, saya suka yang tengah-tengah saja.

    Reply
  23. aanku91
    April 17, 2010 at 12:13 pm

    “menjaga semangat”, tiu yang susah..

    Reply
  24. dodypku
    April 17, 2010 at 3:00 pm

    kualitas enterpreneurship perlu dijaga dan diasah terus, apalagi jika kita seorang pengusaha atau pebisnis…

    Reply
  25. Asrul
    May 17, 2010 at 1:24 pm

    Betul, Bahkan Budiono Darsono bekas Wartawan dengan modal awal hanya 40 juta mendirikan detik.com mampu mengalahkan portal portal Online milik Konglomerat Media…

    Reply

1 Pingbacks & Trackbacks on Membangun Kualitas Entrepreneurship

  1. Entrepreneur Tips | Sellyoktaviany's Blog
    November 26, 2010 at 2:49 am

    [...] Banyak  atau bahkan  sebagian dari kita,sampai saat ini masih ber-angapan bahwa Jiwa Entrepreneur itu adalah sesuatu yang dibawa sejak lahir.Saya sendiri, mengatakan angapan itu tidak sepenuhnya [...]

    Reply
 
 
Freelance PHP Developer