Hakikat ” membaca “

Posted by on Apr 3, 2010 in motivational | 41 comments

Iqro’: Bacalah, demikian setiap insan diperintahkan. Pertanyaannya: membaca yang seperti apa? Rasanya bukan sekedar perintah membaca seperti membaca biasa, bukan?

Banyak sekali kenalan yang saya temui memberi komentar, masukan dan usul tentang tulisan saya. Ternyata banyak juga yang ‘membaca’ tulisan saya. Saya garis bawahi ‘membaca’ yang benar-benar ‘membaca’, karena ternyata kritik, masukan dan usulan berdatangan. Artinya membaca di sini diwarnai dengan daya pikir yang total, mengingat, menganalisa dan bahkan membayangkan implementasinyadi kehidupan sehari hari. Dari diskusi dengan para pembaca setia ini, hampir selalu timbul ide-ide untuk melahirkan materi tulisan baru yang menarik.

Dari pengalaman saya, sering sekali saya temui situasi di mana banyak komunikasi di perusahaan tidak lancar dan pengambilan keputusan juga tidak ‘all out’. Penyebabnya bukan karena laporan tidak dibuat, tetapi justru karena orang yang sebenarnya harus membaca secara seksama tidak membaca secara intensif. Berarti memang dalam kehidupan bekerja ada orang yang biasa membaca dan ada orang tidak biasa membaca. Tambahan lagi, bila kita perluas masalahnya, esensinya bukan sekedar membaca tulisan atau laporan saja, tetapi juga membaca situasi, keadaan, juga pasar. Kita pun tidak lepas dari keharusan membaca cuaca, signal, body language, dan emosi dalam interaksi dengan setiap orang yang kita temui.

Makna ‘iqro’ sangatlah mendalam. Dikemukakan bahwa membaca bukan sekedar mengambil bunyi dan arti harafiahnya tetapi juga membaca konteks, dampak, hubungan sebab akibat, serta gagasan yang terkandung di dalamnya. ‘Iqro’ berisi perintah untuk ‘membaca alam semesta termasuk juga diri kita sendiri’. “Bukankah semua di alam semesta ini adalah ‘kitab’ yang perlu kita baca?”.

Nah, tujuan membaca adalah untuk memahami isinya. Untuk memahami isi, kita harus mengerti gagasan (topik) dasar apa yang kita baca, sistematika penulisannya dan pesan yang dikirimkan. Jelas bukan bacaan saja yang penting, namun cara bacanya itulah yang menjadi kunci kesuksesan.

Sikap Intelek dalam Membaca

Teman saya adalah contoh orang yang ingin disebut sebagai maniak bacaan. Setiap mengunjungi toko buku, ia tidak ragu mengeluarkan berjuta-juta rupiah untuk membeli buku. Di samping bertanya-tanya kapan dia bisa melalap buku yang sekian banyaknya, saya pun terkadang heran dengan sikapnya. Ternyata, jarang sekali teman saya ini bisa menceriterakan kembali apa isi buku tertentu dengan runtut. Yang sering terdengar hanyalah komentarnya mengenai buku ini dan buku itu. Jadi sebenarnya saya tidak mengerti apa yang diserapnya dari buku-buku tersebut.

Harapan seseorang untuk menjadi orang ‘intelek’ memang sangat berkaitan dengan bacaan. Ada yang mengatakan ‘you are what you read’. Namun, bagaimana membacanya pun sangat menetukan kadar intelektualitas Anda. Ada orang yang membaca sambil berimajinasi, ada yang menggarisbawahi yang penting-penting, ada yang mengambil intisari, dan ada pula yang menyimpan beberapa detil. Seorang yang intelek perlu mampu membaca buku dan ‘konteks’ yang mengelilinginya. Terhadap sebuah tulisan kita perlu ‘hadir’, menyerap, menyimpulkan, mengulang, dan memperjelas.

Bacalah dengan Seksama

Karena kita toh sudah meluangkan waktu untuk membaca, alangkah sayangnya kalau kita tidak siap untuk menerima informasi, baik atau buruk kenyataannya. Untuk itu, dalam membaca orang perlu juga mempersiapkan ‘mind set’ untuk mencari dan berusaha berorientasi. Untuk itu, kita perlu mengorganisasikan dan mengosongkan pikiran, bahkan siap menyusun informasi yang masuk dan menatanya di dalam memori.

Bertanya sebelum Membaca

Bila dipikir-pikir lagi, rasa ingin tahu yang dipunyai setiap orang bisa dipenuhi dengan mengajukan pertanyaan. Jadi, bila kita membaca, dengan kesiapan mental untuk bertanya, misalnya: ”Apa sih yang ingin dikatakan penulis ini?”, atau “Kenapa sih tokoh dalam ceritera ini berkarakter aneh?”, maka pertanyaan-pertanyaan ini akan menggiring kita untuk konsentrasi mencari jawaban dalam tulisan yang tengah kita baca. Ini akan membuat membaca lebih asik, bahkan menyebabkan kita bisa ‘masuk’ dalam situasi dan alam pikiran penulis. Dengan demikian pemahaman yang kita peroleh akan lebih dalam.

Begitu banyak bacaan di lingkungan kerja kita, mulai dari informasi di papan media kantor, surat edaran direksi, laporan anak buah yang tidak mengatur font dan alinea, laporan yang lebih mirip cerpen ketimbang laporan, dan banyak lagi. Bayangkan bila kita tidak mempunyai kesiapan mental untuk benar-benar MEMBACA, betapa banyak fenomena yang lolos dari pengamatan kita?

41 Comments

  1. terima kasih, dengan membaca tulisan ini aku jadi lebih banyak memiliki perbendaharaan kata. salam kenal.. :-)

  2. Ia yah, bener juga.
    Kadangkala kita suka bertanya sebelum membaca.
    Dan..hal itulah yang membuat kita menjadi penasaran :D

  3. Memang membaca punya makna yang lebih mendalam. Bahkan dari membaca itu sebenarnya juga ada isyarat agar kita menulis untuk menularkan virus membaca buat orang lain.

    Ma’a Najah!

    • wahyu pertama yang turun adalah perintah membaca. uniknya, di ayat pertama yang turun kepada Nabi kata iqra tidak diikuti dengan objek langsung, tidak sperti di ayat lainnya. para mufassir menyimpulkan bahwa perintah membaca pada awal surat Al-‘Alaq ini adalah membaca segala hal tanpa dibatasi harus membaca teks atau buku yang sifatnya literal saja tetapi juga membaca fenomena alam dan sosial yang hadir di depan kita. just share. ma’as salaamah :-)

  4. Salam Super
    Bener banget…kadang kita asal baca ajah tp ga tau isi dan maknanya apalagi klu ada kesimpulannya.
    Makasih sharenya….mantab…

  5. membaca situasi dan keadaan kita biasanya lebih efektif dan selalu mengarah ke hal positif karena cenderung instrosfeksi diri,ketimbang banyak membaca orang lain.

    membaca sangat berkaitan dengan ilmu ,disuruh membaca artinya kita harus terus menggali ilmu tuhan sehingga pada akhirnya bisa nengenal tuhan lebih dekat.distulah puncak segalanya bermuara.

    tuhan telah memberikan akal dan fikiran yang sempurna, sempurnakanlah apa yang tuhan berikan dengan memberikan sesuatu pada umat.

    excelent mas andri postingnya.

    saya termotifasi nih.tq

  6. membaca? hm.. saya kadang juga speed reading pas baca imel klien, eh gag taunya salah ngartiin setelah ditegor atasan sayah karena saya CC beliau :(

  7. buku adalah guru dunia,
    thanks

  8. bgus bagus…….salam kenal

  9. Betul Bang, buku adalah jendela dunia.

    Gw juga hobi baca. Dan kalo punya duit biasanya sekian rupiah dialokasikan untuk beli buku.

    Btw link Bang Andry udah gw pasang. Kapan2 mampir lagi yah ke blog keluargazulfadhli. Thanks :-)

    Have a great day, Bang….

  10. Yup, kemampuan “membaca” seseorang tentunya dipengaruhi oleh keilmuan yg dimilikinya :-)

  11. Makasih atas makalah tentang hakikat membaca..

  12. you are what you read.. :D

  13. Bagi saya, membaca adalah membaca. sebuah hobby untuk melihat pikiran penulis, bagaimana cara dia berpikir.

    it’s all about concept. makanya penulis hebat seperti raditya dika dan dewi lestari di tiap bukunya selalu ada kesamaan cara menulis :D

    begitu menurut gue.

    Dan yang paling penting, dengan membaca, berarti kita menghargai apa yang dituliskan orang, dan kita tau komen apa yang mau kita sampaikan. termasuk yang orang-orang lakukan di sini :D

    salam kenal

  14. Bertanya sebelum membaca? maksudnya gimana ini bli, apakah dengan kita membaca dulu baru timbul semacam pertanyaan.

  15. Dengan membaca kita bisa mendapat berbagai macam ilmu . . .
    Tapi juga tergantung yang kita baca . .
    Apabila kita membaca sesuatu yang baik, maka ilmu yang baik bisa kita dapatkan . .
    Tetapi kalau kita membaca majalah yang sedikit manfaat nya seperti majalah “PLAYBOY” (maaf). .
    Itu hanya makin merusak kita . .

  16. WAh, bagus banget artikelnya.. Memang makna Iqro’ Bukan hanya sekedar membaca seperti biasa kita lakukan,tetapi luas maknanya.

    Salam Sukses!

  17. yang terpenting mampu menyerap ilmu secara konsisten

  18. bentar belom bisa koment… belom habis MEMBACA nya

  19. bad habit baca cepat masih aku lakukan.. kadang suka salah mengerti sih.

  20. Banyak hal yang bisa kita dapatkan dr membaca.. :) maka itu lia suka membaca…

    salam kenal :) semoga persahabatan terjalin :)

  21. membaca banyak manfaatnya

  22. Iqra : Baca

    ini adalah wahyu pertama yang di terima…

    mari kita membaca :)

  23. Makna Iqra ini sangat luas,mengapa ayat pertama turun kepada Nabi Muhammad adalah Iqra, dan mengapa sampai akhir hayatnya Rasulullah belum bisa baca ?..jadi Iqra tak sekedar membaca

  24. makasih mas infonya.
    terimakasih udah sharing :D

  25. Artikel menarik mas Andry. Seperti sebuah nasehat, “The Leader is Reader”.

    Mulai dari memimpin diri sendiri kemudian di tingkatan lebih tinggi. Kita harus mulai menjadi membaca (situasi, solusi dll).

  26. ternyata ada yang begini. membaca intensif tidak hanya menjiwai, menyelami. karena menjadi terpaku. tapi perlu juga hold out. maksudnya, punya referensi dari luar sehingga bisa menilai bacaan. seperti kritik, balasan, informasi tambahan, catatan kaki, dan lain-lain.
    begitu juga dalam pelajaran kuliah, memperhatikan guru. tidak cuma dengar dan catat. maaf aku mahasiswa jadi agak nyambung dikit. sebaiknya nyela sih boleh sebagai tanda kritis. sayangnya norma indoensia harus patuh sehingga jadi pasif. kalau kritis dianggap membangkang.
    aku baca di “dunia sophie” setiap kali alberto knox cerita, sophie memberikan tanggapan.
    gitu dong.

  27. membaca memang harus seksama dan teliti.. sebab kesalahan membaca bisa saja membuat masalah :D

  28. Transfer ilmu ya dari membaca.

  29. Membaa yg tersirat dan tersurat
    Membaca untuk memahami dan mengamalkan :)

  30. yup..memang beda sekali yg saya rasakan ketika membaca dengan sekedar membaca dengan yang benar2 membaca dengan memahami dan manyelami bacaannya. Saya rasa sebenernya lebih nikmat jika kita bisa menyelami bacaan..

  31. joz

  32. Di negrii ini masih jarang orang yang hobinya mbaca, semoga aja makin tahun maikn nambah orang yang hobinya mbaca.. biar negri ini jadi negri yang punya kualitas. :D

  33. Dengan banyaknya informasi seperti sekarang ini maka diperlukan kemampuan membaca secara cepat namun pemahaman isinya dapat ditangkap secara utuh.

  34. Membaca ternyata bukan sekedar membaca perlu pendalaman supaya tau isinya.

  35. Membaca harus mengetahui isi dan maknanya, bukan hanya sekedar membaca teksnya saja.

  36. Ayo sama kita giatkan budaya membaca dan menulis… :)
    Membaca bukan hanya membaca sebuah tulisan bukan ? Karena tidak semua orang suka membaca tulisan.

    Dan banyak juga orang yang berkualitas yang tidak suka membaca tulisan, tapi mereka mempunyai kemampuan untuk “membaca” sebuah tontonan, “membaca” sebuah berita di televisi, “membaca” sebuah peristiwa.

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

  37. Banyak membaca itu baik. :)

  38. terima kasih atas kunjungannya Sobat..
    nice blog, sangat meriah dan rame…
    semoga sehat selalu..
    salam sukses…

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com

  39. He… Jadi ingat ma temenku yang selalu membawa buku ke warung. Kalau makan selalu aja sambil baca. Pantas temenku jadi orang yang pintar.

  40. well post !!! see you next time

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>