2010
Di mana pun, di perusahaan apa pun, banyak kita mendengar keluhan tentang atasan. Sudah lazim saya mendengar keluhan: ”Mengapa kita saja sih yang diberi anjuran seperti ini. Atasan kitalah yang perlu mendapat anjuran ini”. Atau ” Anda bisa tidak menyampaikan hal yang Anda katakan tadi kepada atasan kami juga?”
Hubungan atasan – bawahan akan dirasakan sebagai neraka bila ada ’ketidakcocokan’. Tidak jarang individu berencana mengundurkan diri bila ia merasa akan terus berada dibawah bimbingan atasan tertentu. Di lain pihak, banyakkah individu yang kemudian benar-benar mengambil langkah mundur karena alasan atasan tertentu? Tidak juga. Pada dasarnya bawahan tidak bisa memilih atasan, sementara atasan lebih bebas memilih bawahan. Mau tidak mau bawahanlah yang harus menyesuaikan diri dengan bagaimanapun kondisi atasan. Sebagai bawahan, dapatkah kita me-manage hubungan menjadi mesra?
Teman saya ’curhat’ dan mengatakan bahwa atasannya sangat alergik dengannya. Saya perhatikan memang atasan tersebut lebih cepat naik darah bila dia berbuat salah ketimbang rekan lainnya. Usul saya padanya adalah untuk meningkatkan komunikasi, dengan cara konsisten meng-update laporan, baik yang positif maupun negatif pada atasannya. Semula ide ini ditolak olehnya, dengan alasan: ”Ah, nanti saya dikira menjilat atasan dan dituduh teman sebagai tukang mengadu”. Setelah diyakinkan bahwa komunikasi, baik laporan negatif dan positif sangat berguna bagi atasan, ia pun mencobanya. Cara ini ternyata berhasil. Hubungan atasan dan teman saya berubah menjadi mesra. Jelas terlihat bahwa bawahan pun bisa mengontrol dan merubah situasi.
• Belajar Cara Menyampaikan Informasi
Atasan punya banyak cara berkomunikasi. Dari pengamatan saya, bawahan sering tidak merasa penting untuk menyesuaikan cara berkomunikasi. Atasan yang ”mobile”, misalnya, tidak sempat membaca laporan yang berlembar-lembar. Seni berhubungan dengan atasan adalah mengupayakan sedemikian rupa agar komunikasi ’sampai’ pada atasan. ”Saya lebih suka di sms, bila ada hal yang harus saya putuskan”. Preferensi atasan ini yang perlu ’ditemukan’ dan dipelajari oleh bawahan. Dalam penyampaian informasi, bawahan juga perlu belajar membuat kerangka presentasi yang komprehensif. Gunakan ”magic words”, kata-kata berbobot positif, walaupun dalam berita terkandung informasi yang negatif.
• Pelajari ”Likes and Dislikes” Atasan
Keluhan mengenai atasan yang menganut faham ”likes and dislikes” bisa dijawab santai: ”So what?”. Setiap orang mempunyai ”likes and dislikes”. Ini manusiawi. Setiap orang mempunyai nilai, prioritas, keluatan kelemahan dan keahliannya masing-masing. Setiap atasan juga mempunyai preferensi pertemanan.
Kita sebenarnya bisa menganalogikan situasi ”likes and dislikes” dengan rasa nyaman. Atasan bisa merasa tidak nyaman terhadap situasi tertentu dan tentunya ia tidak akan menyukai bila di bawa ke situasi tersebut. Atasan pun mempunyai kebutuhan akan rasa aman, nyaman dan kesuksesan. Bila Anda membantu atasan untuk merasa nyaman dengan peran Anda di bawah pimpinannya, dan memastikan bahwa peran Anda memberi kontribusi pada kesuksesannya, ia pasti akan bersikap lebih terbuka dengan Anda.
• Jangan Harap Atasan Bertanggung Jawab Terhadap Hubungan Atasan – Bawahan dengan Anda
Wewenang dan kekuasaan atasan yang lebih besar, sering dipersepsi bawahan sebagai kekuatan untuk menghukum, dan berlaku tidak “fair” ke bawahan. Hal ini juga disertai anggapan bahwa atasan-lah yang harus bertanggungjawab untuk membina hubungan baik dengan bawahan. Sebaliknya, kita perlu melihat bahwa tanggung jawab atasan lebih besar, tugasnya lebih sulit, sehingga hubungan mesra dengannya lebih efektif bila diupayakan dari pihak bawahan.
• Bantu Atasan Meraih Sukses
Ingat bahwa Anda dan atasan berada dalam satu tim. Sukses atasan adalah sukses Anda. Kerelaan Anda terhadap kesuksesan atasan, akan terasa olehnya. Biasanya atasan berada dalam posisi yang terisolasi, sehingga ia kekurangan masukan.. Jangan biarkan atasan Anda bersikap acuh tak acuh dengan teknologi, penampilan, dan cara berkomunikasinya. Seorang atasan baru perlu di ”brief” mengenai rahasia umum yang beredar di lingkungan kerja, dan cara cara informal yang biasa dilakukan diluar prosedur standar perusahaan. ”Brief” bawahan seperti ini bahkan akan menghasilkan hubungan saling percaya dan nyaman di tim Anda. Upaya untuk menjadi bagian dari solusi atasan adalah hal yang paling efektif untuk membina hubungan atasan – bawahan.
• Jangan Harap Hasil Segera
Membina hubungan mesra dan saling percaya butuh waktu. Perubahan sikap atasan tidak terjadi dalam sekejap. Saat mengupayakan peningkatan kematangan dan kedewasaan diri dalam hubungan atasan – bawahan, kita perlu bersabar untuk menunggu reaksi positif atasan.
Artikel Terkait
98 comments on My Boss , My Partner
1 Pingbacks & Trackbacks on My Boss , My Partner
-
[...] pernah punya atasan, yang di dalam rapat kerap ’membuktikan’ bahwa anak buahnya ’lagi-lagi’ tidak berprestasi, [...]



Pen Lab
February 8, 2010 at 2:31 pm
saya suka bagian yang membantu atasan sukses. menunjukan loyalitas.
jika atasan sudah merasa terbantu dengan kehadiran anda, maka selanjutnya terserah anda…
Berry Devanda
February 8, 2010 at 2:32 pm
menarik ne mas…
ini yang saya cari selama saya bekerja…
Umar Puja Kesuma, S.Pd.
February 8, 2010 at 2:49 pm
My Boss adl my partner…wah, kayaknya asyik juga tuh andai jadi kenyataan…
Radhitya Notes
February 8, 2010 at 5:47 pm
thanks yach udh mampir
oh ia, ada info terbaru nech…, radhityanotes.com bikin event, awardnya uang tunai dan gartis pasang barner dan iklan mini di 10 jaringan iklan online radhityanotes.com
jika berminat, mampir yach…
senang bisa berbagi….
salam hangat dari blogger Bali
tiyo
February 9, 2010 at 2:17 am
salam kenal juga mas…wah temen nya itik bali ya…salam juga buat temen2 di bali
Novianto
February 9, 2010 at 4:08 am
Wah yang namanya bos itu bener salah ya tetep bener, wong yang gaji kok….
Salam kenal dari surabaya, sekaligus kunjungan balik, wah blognya jauh lebih mantab, saya mesti belajar banyak pastinya
Bismillah Slamet
February 9, 2010 at 4:13 am
my boss my partner so what?
manstab sob artikelnya thanks sharingnya
ridu
February 9, 2010 at 5:59 am
nice banget tulisannya.. saya bisa mengambil ilmu dari sini nih.. thanks for posting kaya gini..
kebookyut
February 10, 2010 at 1:22 am
wah…dari bali juga… salam kenal..
wiyono
February 10, 2010 at 1:32 am
Ayo semangat lagi nge-blog, apalagi jalan jalan pagi udah ketemu konten berharga seperti konten sobat yang ini, sobat… saya undang untuk follow-followan, semoga undangan ini bersambut baik
Itik Bali
February 10, 2010 at 4:58 am
Disayang bos oke, menunjukkan potensi diri bagus. sedikit menjilat atau mencari muka mungkin juga ga apa2
yang penting engga melakukan hal yang merugikan teman kan?
Detik Pradna
February 11, 2010 at 12:57 am
wah selalu mencerahkan kalau maen kesini
terima kasih tips nya
bakal dipraktekkan kl kelak saya punya bos
edi on
February 11, 2010 at 5:23 am
bawahan memang seharusnya mensupport atasan, kejelian berkomunikasi sangat penting, apalagi punya banyak ide yg bs diwujudkan utk kemajuan perusahaan, weeeh… apa ga hebat tuh bawahan….
klikalfon
February 11, 2010 at 5:40 am
memang ada benernya juga mas ..
Bagi Bawahan : My Boss is My Partner merupakan suatu kebanggaan.
Bagi Boss : I’m not your parner, I’m your boss Biasanya..
isnuansa
February 11, 2010 at 7:31 am
Likes and dislikes, tapi jangan sampe demi membuat senang atasan, tus ABS…
xitalho
February 11, 2010 at 8:23 am
Intinya kedekatan dalam persepsi apapun antara bawahan dan atasan tetap harus ada batasan yang jelas… Kecuali ketika berada di lingkup sosial. Yang membedakan adalah sikap masing2 individu ketika mem-presentasikan batasan tersebut.
Halah ngomong apa aku ini…hihihi.
Oya thank’s for visit my blog.
mocca_chi
February 11, 2010 at 9:03 am
halo, salam hangat juga dari bali. sama sama semangat yaa
mocca_chi
February 11, 2010 at 9:22 am
maaf saya tidak tahu pesbuk mu
genial
February 11, 2010 at 9:39 am
wahhh sepertinya tetep akan repod jika itu bisa kesampean… tp lumayan keren klu emang bisa
apalagi uda cas cis cus gtu
makasii kang uda berkenan mampir
SYahroyni
February 11, 2010 at 1:17 pm
Wah . .
Betul2 artikel bisnis . .
semangat teruz . .
‘n salam sukses . .
bisa tukeran link . . . ?
miawruu
February 11, 2010 at 3:46 pm
wah…tips yang bagus banget mas buat dunia kerja. bisa buat referensi nih, biar ga perang dingin mulu ma atasan
Mukhtaruddin
February 11, 2010 at 5:08 pm
Wah tipsnya kuereen..tapi kalau saya mah… My Bos My Brother..
willy
February 11, 2010 at 9:56 pm
nice tips…
tapi gw belum kerja.. ntar deh…
Meliana Aryuni
February 11, 2010 at 11:06 pm
berkunjung….
Erica
February 12, 2010 at 1:06 am
Hey! Thanks for visiting my blog! Yours looks really cool but I can’t figure out how to make it in English haha.
What do you mean by saying that you could learn a lot from my blog?
Thanks again for checking my blog out, I’ll be sure to come back to yours!!
uni
February 12, 2010 at 3:59 am
zemangat siang, hiks jadi pengen maen ke bali ^_^
tomi
February 12, 2010 at 5:08 am
makasih tipsnya broo

kebetulan saya baru sering ketemu atasan
smg bermanfaat hehe..
JengSRI
February 12, 2010 at 12:05 pm
Hi,
Visiting you back,
Salam kenal ya…
Aisha
February 12, 2010 at 1:32 pm
Kunjugan balik.Wah…interesting post bro.Untuk kemajuan perusahaan,pastinya antara atasan dengan bawahan bisa bekerja sama.
M Mursyid PW
February 12, 2010 at 1:50 pm
Haloo Bali.
Dah pengin sy ke sana lagi.
Tipsnya OK.
Salam persahabatan dari Pekalongan.
dobleh yang malang
February 12, 2010 at 5:02 pm
makasih tuk tipsnya ini
salam hangat dari blue
soewoeng
February 13, 2010 at 5:43 am
baca yang terakhir mak deg
jangan berharaop berhasil
eh berhasil segera ding
jadi ngak jadi koment deh
kirain jangan harap berhasil
duh duh duh maaf bos
dobleh yang malang
February 14, 2010 at 11:22 am
mantab
salam hangat dari blue
quinie
February 14, 2010 at 5:03 pm
sayah sahabatan ama atasan sayah. gua-elu-gua-elu tapi tetep, dia atasan sayah yang bakalan negor kalo sayah salah.
andipeace
February 16, 2010 at 4:15 pm
jadikan partner sebagai teman bos…bukan sebagai atasan dan bawahan dan saling percaya..
bocahlapindo
February 16, 2010 at 4:18 pm
duluh saya jadi bos
soalnya kerja usaha sendiri dan punya 2 partner 
tapi sekarang menyedihkan,jadi pengangguran….
salam adem ayem
Fir'aun ngeBlog
February 19, 2010 at 7:13 pm
Emang repot sich klo punya atasan… klo gitu mendingan kerja sendiri aja tanpa atasan (wiraswasta), bahkan kita jadi bosnya dan bisa punya bawahan :p hehehe….
Cara Dapat Uang
March 7, 2010 at 11:52 am
benar sekali intinya komunikasi perlu dijaga dengan baik dengan atasannya,
Cara Memperpanjang Penis
March 7, 2010 at 1:17 pm
Dengan menjadikan bos sebagai seorang partner maka pekerjaan yang kita lakukan tidak ada rasa tertekannya.
ADAbisnis.com
January 10, 2011 at 2:47 pm
Pekerjaan sbg seorang atasan itu tdk lah mudah. Banyak hal-hal penting yang dia pikirkan. Maka dari itu, sebagai bawahan kita juga harus bisa memahami hal itu. Jangan membantah jika atasan meminta sesuai pada kita ataupun menuduh kita melakukan kesalahan. Akui saja. Biarlah dia cooling down dulu. Karena stressnya lebih tinggi dari pada bawahan.